alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Raung Terus Semburkan Abu Vulkanik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas Gunung Raung masih menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga di sekitar perbatasan Jember dan Banyuwangi. Ya, Gunung Raung terus mengeluarkan abu vulkanik, termasuk Minggu (14/3) kemarin.  Sejak pagi, Raung terus mengeluarkan erupsi meski tak sedahsyat biasanya.

“Kadang terlihat keluar gumpalan hitam dari Gunung Raung yang terlihat jelas dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, ini,” kata Dedi, 35, warga setempat. Meski begitu, kondisi tersebut hanya tampak secara visual. Saat keluar terlihat jelas, tetapi tidak disertai dengan suara gemuruh sama sekali. “Karena untuk wilayah Silo ini hanya kelihatan abu vulkaniknya,” katanya.

Beruntung, kondisi Raung yang masih mengeluarkan abu vulkanik itu tak terlalu mempengaruhi aktivitas warga di luar rumah. Sebab, konsentrasi sebaran abu terbawa angin ke arah utara (Bondowoso) dan timur (Banyuwangi).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Beberapa tahun lalu, abu vulkanik yang dimuntahkan itu sempat sampai ke Jember. Dengan begitu, banyak tanaman yang rusak. Saat itu, musim tanam tembakau, sehingga banyak daun tembakau yang rusak akibat hujan abu yang dimuntahkan dari Gunung Raung,” kata Dedi.

Menurut Dedi, hampir setiap hari, dia dan warga di Kecamatan Silo lain bisa menyaksikan abu vulkanik yang keluar dari puncak Gunung Raung dan terbawa angin. “Biasanya, abu vulkanik mulai tampak pukul 03.00 sampai 05.30,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas Gunung Raung masih menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga di sekitar perbatasan Jember dan Banyuwangi. Ya, Gunung Raung terus mengeluarkan abu vulkanik, termasuk Minggu (14/3) kemarin.  Sejak pagi, Raung terus mengeluarkan erupsi meski tak sedahsyat biasanya.

“Kadang terlihat keluar gumpalan hitam dari Gunung Raung yang terlihat jelas dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, ini,” kata Dedi, 35, warga setempat. Meski begitu, kondisi tersebut hanya tampak secara visual. Saat keluar terlihat jelas, tetapi tidak disertai dengan suara gemuruh sama sekali. “Karena untuk wilayah Silo ini hanya kelihatan abu vulkaniknya,” katanya.

Beruntung, kondisi Raung yang masih mengeluarkan abu vulkanik itu tak terlalu mempengaruhi aktivitas warga di luar rumah. Sebab, konsentrasi sebaran abu terbawa angin ke arah utara (Bondowoso) dan timur (Banyuwangi).

“Beberapa tahun lalu, abu vulkanik yang dimuntahkan itu sempat sampai ke Jember. Dengan begitu, banyak tanaman yang rusak. Saat itu, musim tanam tembakau, sehingga banyak daun tembakau yang rusak akibat hujan abu yang dimuntahkan dari Gunung Raung,” kata Dedi.

Menurut Dedi, hampir setiap hari, dia dan warga di Kecamatan Silo lain bisa menyaksikan abu vulkanik yang keluar dari puncak Gunung Raung dan terbawa angin. “Biasanya, abu vulkanik mulai tampak pukul 03.00 sampai 05.30,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas Gunung Raung masih menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga di sekitar perbatasan Jember dan Banyuwangi. Ya, Gunung Raung terus mengeluarkan abu vulkanik, termasuk Minggu (14/3) kemarin.  Sejak pagi, Raung terus mengeluarkan erupsi meski tak sedahsyat biasanya.

“Kadang terlihat keluar gumpalan hitam dari Gunung Raung yang terlihat jelas dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, ini,” kata Dedi, 35, warga setempat. Meski begitu, kondisi tersebut hanya tampak secara visual. Saat keluar terlihat jelas, tetapi tidak disertai dengan suara gemuruh sama sekali. “Karena untuk wilayah Silo ini hanya kelihatan abu vulkaniknya,” katanya.

Beruntung, kondisi Raung yang masih mengeluarkan abu vulkanik itu tak terlalu mempengaruhi aktivitas warga di luar rumah. Sebab, konsentrasi sebaran abu terbawa angin ke arah utara (Bondowoso) dan timur (Banyuwangi).

“Beberapa tahun lalu, abu vulkanik yang dimuntahkan itu sempat sampai ke Jember. Dengan begitu, banyak tanaman yang rusak. Saat itu, musim tanam tembakau, sehingga banyak daun tembakau yang rusak akibat hujan abu yang dimuntahkan dari Gunung Raung,” kata Dedi.

Menurut Dedi, hampir setiap hari, dia dan warga di Kecamatan Silo lain bisa menyaksikan abu vulkanik yang keluar dari puncak Gunung Raung dan terbawa angin. “Biasanya, abu vulkanik mulai tampak pukul 03.00 sampai 05.30,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/