alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Cegah Pengunjung Mendekat, Aparat Pasang Garis Polisi di Lokasi Ritual

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Sehari pasca terjadinya ritual maut dari kelompok Tunggal Jati Nusantara yang merenggut 11 korban jiwa, aparat langsung memasang garis polisi di lokasi, Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Hal ini agar pengunjung tidak ada lagi yang masuk ke lokasi.

Untuk mengantisipasi agar tidak terulang kejadian serupa, police line itu dipasang di sekitar lokasi oleh petugas Polsek Ambulu. Karena sejak terjadinya peristiwa peserta ritual yang terseret ombak, masih saja ada orang yang datang untuk sekadar melihat dari dekat.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’rup mengatakan, saat melakukan ritual malam hari itu rombongan yang dipimpin Nur Hasan, warga Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi itu, menerobos pagar. “Police line kami pasang agar tidak ada pengunjung yang penasaran dan mendekat. Karena di lokasi ini ombaknya sangat ganas dan datang secara tiba-tiba,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan di lokasi, masih banyak warga yang datang hanya ingin melihat dari dekat. Ada yang datang dari Jatiroto, Lumajang. Mereka adalah tetangga korban yang merupakan anggota Polsek Pujer, Polres Bondowoso. “Penasaran karena korbannya hingga 11 orang,” kata Syaiun yang bersama istrinya ke Pantai Payangan. (*)

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Sehari pasca terjadinya ritual maut dari kelompok Tunggal Jati Nusantara yang merenggut 11 korban jiwa, aparat langsung memasang garis polisi di lokasi, Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Hal ini agar pengunjung tidak ada lagi yang masuk ke lokasi.

Untuk mengantisipasi agar tidak terulang kejadian serupa, police line itu dipasang di sekitar lokasi oleh petugas Polsek Ambulu. Karena sejak terjadinya peristiwa peserta ritual yang terseret ombak, masih saja ada orang yang datang untuk sekadar melihat dari dekat.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’rup mengatakan, saat melakukan ritual malam hari itu rombongan yang dipimpin Nur Hasan, warga Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi itu, menerobos pagar. “Police line kami pasang agar tidak ada pengunjung yang penasaran dan mendekat. Karena di lokasi ini ombaknya sangat ganas dan datang secara tiba-tiba,” terangnya.

Pantauan di lokasi, masih banyak warga yang datang hanya ingin melihat dari dekat. Ada yang datang dari Jatiroto, Lumajang. Mereka adalah tetangga korban yang merupakan anggota Polsek Pujer, Polres Bondowoso. “Penasaran karena korbannya hingga 11 orang,” kata Syaiun yang bersama istrinya ke Pantai Payangan. (*)

JEMBER.RADARJEMBER.ID – Sehari pasca terjadinya ritual maut dari kelompok Tunggal Jati Nusantara yang merenggut 11 korban jiwa, aparat langsung memasang garis polisi di lokasi, Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Hal ini agar pengunjung tidak ada lagi yang masuk ke lokasi.

Untuk mengantisipasi agar tidak terulang kejadian serupa, police line itu dipasang di sekitar lokasi oleh petugas Polsek Ambulu. Karena sejak terjadinya peristiwa peserta ritual yang terseret ombak, masih saja ada orang yang datang untuk sekadar melihat dari dekat.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’rup mengatakan, saat melakukan ritual malam hari itu rombongan yang dipimpin Nur Hasan, warga Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi itu, menerobos pagar. “Police line kami pasang agar tidak ada pengunjung yang penasaran dan mendekat. Karena di lokasi ini ombaknya sangat ganas dan datang secara tiba-tiba,” terangnya.

Pantauan di lokasi, masih banyak warga yang datang hanya ingin melihat dari dekat. Ada yang datang dari Jatiroto, Lumajang. Mereka adalah tetangga korban yang merupakan anggota Polsek Pujer, Polres Bondowoso. “Penasaran karena korbannya hingga 11 orang,” kata Syaiun yang bersama istrinya ke Pantai Payangan. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/