alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Jalan Longsor Tak Segera Diperbaiki, Sebabkan Pengendara Celaka

Di Jalur Menuju Wisata Rembangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak dua tahun terakhir, dua tempat yang mengalami longsor di Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, tak kunjung diperbaiki. Padahal tetaknya tepat berada di tepi jalan utama menuju wisata Rembangan, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

Jangan perbaikan, hingga saat ini papan pemberitahuan yang menjadi rambu saja tidak ada. Akibatnya, beberapa pengendara bahkan pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut ada yang sampai terjatuh.

Wisnu, salah satu warga setempat, mengatakan, sejak terjadinya insiden longsor belum pernah ada upaya pembenahan dari pemerintah. Oleh sebab itu, masyarakat hanya berinisiatif memberi pembatas berupa kayu untuk mencegah pengendara terperosok. “Karena sering ada yang jatuh soalnya tidak kelihatan. Apalagi kalau malam, kan samar kayunya,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak dua tahun terakhir, dua tempat yang mengalami longsor di Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, tak kunjung diperbaiki. Padahal tetaknya tepat berada di tepi jalan utama menuju wisata Rembangan, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

Jangan perbaikan, hingga saat ini papan pemberitahuan yang menjadi rambu saja tidak ada. Akibatnya, beberapa pengendara bahkan pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut ada yang sampai terjatuh.

Wisnu, salah satu warga setempat, mengatakan, sejak terjadinya insiden longsor belum pernah ada upaya pembenahan dari pemerintah. Oleh sebab itu, masyarakat hanya berinisiatif memberi pembatas berupa kayu untuk mencegah pengendara terperosok. “Karena sering ada yang jatuh soalnya tidak kelihatan. Apalagi kalau malam, kan samar kayunya,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak dua tahun terakhir, dua tempat yang mengalami longsor di Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, tak kunjung diperbaiki. Padahal tetaknya tepat berada di tepi jalan utama menuju wisata Rembangan, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

Jangan perbaikan, hingga saat ini papan pemberitahuan yang menjadi rambu saja tidak ada. Akibatnya, beberapa pengendara bahkan pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut ada yang sampai terjatuh.

Wisnu, salah satu warga setempat, mengatakan, sejak terjadinya insiden longsor belum pernah ada upaya pembenahan dari pemerintah. Oleh sebab itu, masyarakat hanya berinisiatif memberi pembatas berupa kayu untuk mencegah pengendara terperosok. “Karena sering ada yang jatuh soalnya tidak kelihatan. Apalagi kalau malam, kan samar kayunya,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/