alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dihantam Banjir, Tanah Terus Berkurang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Hujan dengan intensitas tinggi yang selama beberapa waktu mengguyur Jember membuat debit air di sejumlah sungai meningkat. Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan banjir di berbagai lokasi. Bahkan, aliran sungai yang deras juga menggerus tanah pekarangan milik warga di sisi-sisi sungai. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga juga ikut terseret banjir.

Salah satunya tanah pekarangan milik Bahroji, warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Tanah yang awalnya ditanami pohon sengon itu terus berkurang dan tergerus akibat aliran Sungai Bedadung yang deras, hingga ambrol.

Ambrolnya tanah pekarangan tersebut karena lokasinya tepat berada di saluran yang menikung. Akibatnya, saat sungai banjir karena hujan, langsung menghantam tanah pekarangan. “Dulu banyak tanaman pohon jati dan sengon,” kata Slamet, warga setempat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Hujan dengan intensitas tinggi yang selama beberapa waktu mengguyur Jember membuat debit air di sejumlah sungai meningkat. Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan banjir di berbagai lokasi. Bahkan, aliran sungai yang deras juga menggerus tanah pekarangan milik warga di sisi-sisi sungai. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga juga ikut terseret banjir.

Salah satunya tanah pekarangan milik Bahroji, warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Tanah yang awalnya ditanami pohon sengon itu terus berkurang dan tergerus akibat aliran Sungai Bedadung yang deras, hingga ambrol.

Ambrolnya tanah pekarangan tersebut karena lokasinya tepat berada di saluran yang menikung. Akibatnya, saat sungai banjir karena hujan, langsung menghantam tanah pekarangan. “Dulu banyak tanaman pohon jati dan sengon,” kata Slamet, warga setempat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Hujan dengan intensitas tinggi yang selama beberapa waktu mengguyur Jember membuat debit air di sejumlah sungai meningkat. Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan banjir di berbagai lokasi. Bahkan, aliran sungai yang deras juga menggerus tanah pekarangan milik warga di sisi-sisi sungai. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga juga ikut terseret banjir.

Salah satunya tanah pekarangan milik Bahroji, warga Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Tanah yang awalnya ditanami pohon sengon itu terus berkurang dan tergerus akibat aliran Sungai Bedadung yang deras, hingga ambrol.

Ambrolnya tanah pekarangan tersebut karena lokasinya tepat berada di saluran yang menikung. Akibatnya, saat sungai banjir karena hujan, langsung menghantam tanah pekarangan. “Dulu banyak tanaman pohon jati dan sengon,” kata Slamet, warga setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/