alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Lama Puasa, Bupati Cup Bakal Bangkitkan Semangat Kembali

Sepak bola menjadi olahraga yang digemari banyak orang. Namun, selama beberapa tahun belakangan ini tidak ada kompetisi. Hanya ada latihan dan laga persahabatan. Apa yang perlu dilakukan agar bisa bangkit?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah korona tak hanya membuat perekonomian anjlok, kompetisi olahraga juga mandek. Akibatnya, setahun terakhir nyaris tak ada pertandingan sepak bola. Kini, meski pagebluk belum sepenuhnya hilang, para pecinta bola mulai bergeliat untuk menghidupkan kembali persepakbolaan di Jember.

Rizky Adi Nugraha, pemain sepak bola yang tinggal di Ajung, mengatakan, Jember telah lama puasa kompetisi. “Bukan saja karena wabah korona. Namun, memang sudah cukup lama,” katanya.

Kompetisi sepak bola yang dimaksud bukan di tingkat provinsi atau nasional. Namun tingkat kabupaten. “Seingat kami, terakhir ada kompetisi sepak bola di tingkat kabupaten itu tahun 2017. Jadi, sekitar empat tahun ini tidak ada,” kata Adi, yang kini menjadi manajer Tim Macan Putih FC tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adanya kabar dan rencana akan digelarnya kompetisi di tingkat kabupaten yang melibatkan seluruh kecamatan serta klub sepak bola di Jember, menurut dia, disambut baik oleh para pemain bola. “Sudah terlalu lama tidak ada kegiatan. Dengan adanya rencana Bupati Cup, kami sangat mendukung. Saya yakin, semua pecinta bola akan mendukung,” ulasnya.

Adi mengatakan, lamanya tidak ada kompetisi serta mandeknya kegiatan sepak bola selama setahun, dipastikan akan kembali bangkit dengan event Bupati Cup. “Semua sudah rindu main bola. Kalau kompetisi itu nanti benar terlaksana, pasti semangat teman-teman bangkit lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, potensi pesepak bola di Jember luar biasa. Ada puluhan klub dari berbagai kecamatan di Jember. “Kami berharap dan mendukung Bupati Cup. Dengan begitu, bibit-bibit pemain sepak bola dan segala potensinya akan tumbuh,” ucapnya.

Jika geliat sepak bola kembali bangkit, Adi menyebut, akan ada dampak positif yang timbul. Yaitu bergulirnya perekonomian di balik olahraga sepak bola. “Perekonomian yang timbul dari sepak bola pasti akan bangkit juga,” paparnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto sempat membeber bahwa olahraga tidak hanya menjadi penyaluran hobi dan bakat. “Dengan kekuatan olahraga, juga bisa menjadi daya ungkit perekonomian di Jember,” jelasnya. Bila latihan bahkan kompetisi digelar rutin dan merata di setiap daerah di Jember, ada dampak bagi pelaku UMKM setempat. Perputaran ekonomi pun otomatis terjadi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah korona tak hanya membuat perekonomian anjlok, kompetisi olahraga juga mandek. Akibatnya, setahun terakhir nyaris tak ada pertandingan sepak bola. Kini, meski pagebluk belum sepenuhnya hilang, para pecinta bola mulai bergeliat untuk menghidupkan kembali persepakbolaan di Jember.

Rizky Adi Nugraha, pemain sepak bola yang tinggal di Ajung, mengatakan, Jember telah lama puasa kompetisi. “Bukan saja karena wabah korona. Namun, memang sudah cukup lama,” katanya.

Kompetisi sepak bola yang dimaksud bukan di tingkat provinsi atau nasional. Namun tingkat kabupaten. “Seingat kami, terakhir ada kompetisi sepak bola di tingkat kabupaten itu tahun 2017. Jadi, sekitar empat tahun ini tidak ada,” kata Adi, yang kini menjadi manajer Tim Macan Putih FC tersebut.

Adanya kabar dan rencana akan digelarnya kompetisi di tingkat kabupaten yang melibatkan seluruh kecamatan serta klub sepak bola di Jember, menurut dia, disambut baik oleh para pemain bola. “Sudah terlalu lama tidak ada kegiatan. Dengan adanya rencana Bupati Cup, kami sangat mendukung. Saya yakin, semua pecinta bola akan mendukung,” ulasnya.

Adi mengatakan, lamanya tidak ada kompetisi serta mandeknya kegiatan sepak bola selama setahun, dipastikan akan kembali bangkit dengan event Bupati Cup. “Semua sudah rindu main bola. Kalau kompetisi itu nanti benar terlaksana, pasti semangat teman-teman bangkit lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, potensi pesepak bola di Jember luar biasa. Ada puluhan klub dari berbagai kecamatan di Jember. “Kami berharap dan mendukung Bupati Cup. Dengan begitu, bibit-bibit pemain sepak bola dan segala potensinya akan tumbuh,” ucapnya.

Jika geliat sepak bola kembali bangkit, Adi menyebut, akan ada dampak positif yang timbul. Yaitu bergulirnya perekonomian di balik olahraga sepak bola. “Perekonomian yang timbul dari sepak bola pasti akan bangkit juga,” paparnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto sempat membeber bahwa olahraga tidak hanya menjadi penyaluran hobi dan bakat. “Dengan kekuatan olahraga, juga bisa menjadi daya ungkit perekonomian di Jember,” jelasnya. Bila latihan bahkan kompetisi digelar rutin dan merata di setiap daerah di Jember, ada dampak bagi pelaku UMKM setempat. Perputaran ekonomi pun otomatis terjadi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah korona tak hanya membuat perekonomian anjlok, kompetisi olahraga juga mandek. Akibatnya, setahun terakhir nyaris tak ada pertandingan sepak bola. Kini, meski pagebluk belum sepenuhnya hilang, para pecinta bola mulai bergeliat untuk menghidupkan kembali persepakbolaan di Jember.

Rizky Adi Nugraha, pemain sepak bola yang tinggal di Ajung, mengatakan, Jember telah lama puasa kompetisi. “Bukan saja karena wabah korona. Namun, memang sudah cukup lama,” katanya.

Kompetisi sepak bola yang dimaksud bukan di tingkat provinsi atau nasional. Namun tingkat kabupaten. “Seingat kami, terakhir ada kompetisi sepak bola di tingkat kabupaten itu tahun 2017. Jadi, sekitar empat tahun ini tidak ada,” kata Adi, yang kini menjadi manajer Tim Macan Putih FC tersebut.

Adanya kabar dan rencana akan digelarnya kompetisi di tingkat kabupaten yang melibatkan seluruh kecamatan serta klub sepak bola di Jember, menurut dia, disambut baik oleh para pemain bola. “Sudah terlalu lama tidak ada kegiatan. Dengan adanya rencana Bupati Cup, kami sangat mendukung. Saya yakin, semua pecinta bola akan mendukung,” ulasnya.

Adi mengatakan, lamanya tidak ada kompetisi serta mandeknya kegiatan sepak bola selama setahun, dipastikan akan kembali bangkit dengan event Bupati Cup. “Semua sudah rindu main bola. Kalau kompetisi itu nanti benar terlaksana, pasti semangat teman-teman bangkit lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, potensi pesepak bola di Jember luar biasa. Ada puluhan klub dari berbagai kecamatan di Jember. “Kami berharap dan mendukung Bupati Cup. Dengan begitu, bibit-bibit pemain sepak bola dan segala potensinya akan tumbuh,” ucapnya.

Jika geliat sepak bola kembali bangkit, Adi menyebut, akan ada dampak positif yang timbul. Yaitu bergulirnya perekonomian di balik olahraga sepak bola. “Perekonomian yang timbul dari sepak bola pasti akan bangkit juga,” paparnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto sempat membeber bahwa olahraga tidak hanya menjadi penyaluran hobi dan bakat. “Dengan kekuatan olahraga, juga bisa menjadi daya ungkit perekonomian di Jember,” jelasnya. Bila latihan bahkan kompetisi digelar rutin dan merata di setiap daerah di Jember, ada dampak bagi pelaku UMKM setempat. Perputaran ekonomi pun otomatis terjadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/