alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ternyata, Ini Tujuan Ritual Maut di Pantai Payangan yang Renggut 11 Nyawa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Tragedi ritual maut di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menyisakan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab utuh. Karena sejauh ini, polisi masih mendalami apa sebenarnya yang dilakukan oleh para pengikut kelompok Tunggal Jati Nusantara tersebut.

Para korban yang menamakan dirinya dari Kelompok Tunggal Jati Nusantara ini, memang memiliki beberapa ritual khusus. Di antaranya dengan bersemedi dan mandi di pantai selatan. Ritual yang dilakukan warga itu pun sebenarnya sudah ada cukup lama yaitu sekitar dua tahun belakangan.

Ritual maut yang dipimpin Nur Hasan ini dilakukan dengan dalih untuk mencari ketenangan batin atau membersihkan diri dari segala macam penyakit. Keyakinannya, ritual itu harus dilakukan tengah malam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, motif para anggota dan kelompok Tunggal Jati Nusantara bukan saja untuk mencari ketenangan. Sebuah video yang beredar juga memperlihatkan sejumlah anggota kelompok ini semacam diruqyah atau diobati secara supranatural.

Setelah prosesi itu selesai, keyakinan mereka, pasien harus diobati untuk kali terakhir dengan melakukan mandi di pantai selatan. Hal ini diyakini agar mereka terbebas dari berbagai macam penyakit.

Mengenai informasi tersebut, Polres Jember perlu melakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap Nur Hasan, warga asal Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, yang menjadi pimpinan kelompok tersebut. “Insiden yang terjadi pada dini hari itu memang dilakukan ritual yang dipimpin oleh seorang spiritual,” kata AKBP Hery Purnomo, Kapolres Jember, saat di lokasi kejadian.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Tragedi ritual maut di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menyisakan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab utuh. Karena sejauh ini, polisi masih mendalami apa sebenarnya yang dilakukan oleh para pengikut kelompok Tunggal Jati Nusantara tersebut.

Para korban yang menamakan dirinya dari Kelompok Tunggal Jati Nusantara ini, memang memiliki beberapa ritual khusus. Di antaranya dengan bersemedi dan mandi di pantai selatan. Ritual yang dilakukan warga itu pun sebenarnya sudah ada cukup lama yaitu sekitar dua tahun belakangan.

Ritual maut yang dipimpin Nur Hasan ini dilakukan dengan dalih untuk mencari ketenangan batin atau membersihkan diri dari segala macam penyakit. Keyakinannya, ritual itu harus dilakukan tengah malam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, motif para anggota dan kelompok Tunggal Jati Nusantara bukan saja untuk mencari ketenangan. Sebuah video yang beredar juga memperlihatkan sejumlah anggota kelompok ini semacam diruqyah atau diobati secara supranatural.

Setelah prosesi itu selesai, keyakinan mereka, pasien harus diobati untuk kali terakhir dengan melakukan mandi di pantai selatan. Hal ini diyakini agar mereka terbebas dari berbagai macam penyakit.

Mengenai informasi tersebut, Polres Jember perlu melakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap Nur Hasan, warga asal Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, yang menjadi pimpinan kelompok tersebut. “Insiden yang terjadi pada dini hari itu memang dilakukan ritual yang dipimpin oleh seorang spiritual,” kata AKBP Hery Purnomo, Kapolres Jember, saat di lokasi kejadian.

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Tragedi ritual maut di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menyisakan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab utuh. Karena sejauh ini, polisi masih mendalami apa sebenarnya yang dilakukan oleh para pengikut kelompok Tunggal Jati Nusantara tersebut.

Para korban yang menamakan dirinya dari Kelompok Tunggal Jati Nusantara ini, memang memiliki beberapa ritual khusus. Di antaranya dengan bersemedi dan mandi di pantai selatan. Ritual yang dilakukan warga itu pun sebenarnya sudah ada cukup lama yaitu sekitar dua tahun belakangan.

Ritual maut yang dipimpin Nur Hasan ini dilakukan dengan dalih untuk mencari ketenangan batin atau membersihkan diri dari segala macam penyakit. Keyakinannya, ritual itu harus dilakukan tengah malam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, motif para anggota dan kelompok Tunggal Jati Nusantara bukan saja untuk mencari ketenangan. Sebuah video yang beredar juga memperlihatkan sejumlah anggota kelompok ini semacam diruqyah atau diobati secara supranatural.

Setelah prosesi itu selesai, keyakinan mereka, pasien harus diobati untuk kali terakhir dengan melakukan mandi di pantai selatan. Hal ini diyakini agar mereka terbebas dari berbagai macam penyakit.

Mengenai informasi tersebut, Polres Jember perlu melakukan pemeriksaan lebih jauh terhadap Nur Hasan, warga asal Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, yang menjadi pimpinan kelompok tersebut. “Insiden yang terjadi pada dini hari itu memang dilakukan ritual yang dipimpin oleh seorang spiritual,” kata AKBP Hery Purnomo, Kapolres Jember, saat di lokasi kejadian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Proses Panjang Demi Kepuasan

Wakapolri Hadiri Wisuda UNEJ

Perkaya Skill Santri

/