alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Tiga Hari, Lima Nyawa Warga Jember Melayang di Perlintasan Kereta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tiga hari terakhir, lima nyawa warga Jember melayang di perlintasan kereta api. Pemerintah daerah perlu mengevaluasi keberadaan perlintasan kereta swadaya maupun perlintasan tanpa palang pintu di kabupaten setempat. Sebab, dua model perlintasan ini rawan kecelakaan.

Menilik ke belakang, Kamis (11/8) malam lalu, dua warga Jalan Moch Sroedji, Kecamatan Patrang, Jember, meninggal tertabrak Kereta Api Pandanwangi. Ibu dan seorang anaknya itu terpental akibat tertabrak kereta di perlintasan swadaya Jalan Mangga, tak jauh dari rumah mereka. Keduanya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSD dr Soebandi.

BACA JUGA: Mengenaskan, Tiga Bocah di Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Mobile_AP_Rectangle 2

Dan hari ini, tiga nyawa kembali melayang akibat kecelakaan serupa. Satu korban meninggal di lokasi, dua lainnya di rumah sakit. Ketiganya tertabrak oleh kereta api yang sama, Pandanwangi, yang melaju dari arah Banyuwangi menuju Stasiun Jember.

Para korban yang berboncengan tiga itu tertabrak kereta ketika melewati perlintasan tanpa palang pintu di depan Balai Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember. Ketiga korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

BACA JUGA: Ibu dan Bocah 8 Tahun yang Tertabrak Kereta di Jember Akhirnya Meninggal

Kanit Laka Lantas Polres Jember Ipda Edy Purwanto mengatakan, pihaknya sedang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelisik penyebab kecelakaan yang baru saja terjadi tersebut.

Menurut dia, diperkirakan kecelakaan akibat perlintasan yang kondisinya tanpa palang pintu dan tanpa petugas jaga. Di sana hanya terdapat satu sirine yang sudah tidak berfungsi lagi. Terlebih, pandangan pengendara juga terhalang tanaman jagung yang cukup tinggi. “Kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tiga hari terakhir, lima nyawa warga Jember melayang di perlintasan kereta api. Pemerintah daerah perlu mengevaluasi keberadaan perlintasan kereta swadaya maupun perlintasan tanpa palang pintu di kabupaten setempat. Sebab, dua model perlintasan ini rawan kecelakaan.

Menilik ke belakang, Kamis (11/8) malam lalu, dua warga Jalan Moch Sroedji, Kecamatan Patrang, Jember, meninggal tertabrak Kereta Api Pandanwangi. Ibu dan seorang anaknya itu terpental akibat tertabrak kereta di perlintasan swadaya Jalan Mangga, tak jauh dari rumah mereka. Keduanya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSD dr Soebandi.

BACA JUGA: Mengenaskan, Tiga Bocah di Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Dan hari ini, tiga nyawa kembali melayang akibat kecelakaan serupa. Satu korban meninggal di lokasi, dua lainnya di rumah sakit. Ketiganya tertabrak oleh kereta api yang sama, Pandanwangi, yang melaju dari arah Banyuwangi menuju Stasiun Jember.

Para korban yang berboncengan tiga itu tertabrak kereta ketika melewati perlintasan tanpa palang pintu di depan Balai Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember. Ketiga korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

BACA JUGA: Ibu dan Bocah 8 Tahun yang Tertabrak Kereta di Jember Akhirnya Meninggal

Kanit Laka Lantas Polres Jember Ipda Edy Purwanto mengatakan, pihaknya sedang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelisik penyebab kecelakaan yang baru saja terjadi tersebut.

Menurut dia, diperkirakan kecelakaan akibat perlintasan yang kondisinya tanpa palang pintu dan tanpa petugas jaga. Di sana hanya terdapat satu sirine yang sudah tidak berfungsi lagi. Terlebih, pandangan pengendara juga terhalang tanaman jagung yang cukup tinggi. “Kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tiga hari terakhir, lima nyawa warga Jember melayang di perlintasan kereta api. Pemerintah daerah perlu mengevaluasi keberadaan perlintasan kereta swadaya maupun perlintasan tanpa palang pintu di kabupaten setempat. Sebab, dua model perlintasan ini rawan kecelakaan.

Menilik ke belakang, Kamis (11/8) malam lalu, dua warga Jalan Moch Sroedji, Kecamatan Patrang, Jember, meninggal tertabrak Kereta Api Pandanwangi. Ibu dan seorang anaknya itu terpental akibat tertabrak kereta di perlintasan swadaya Jalan Mangga, tak jauh dari rumah mereka. Keduanya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSD dr Soebandi.

BACA JUGA: Mengenaskan, Tiga Bocah di Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Dan hari ini, tiga nyawa kembali melayang akibat kecelakaan serupa. Satu korban meninggal di lokasi, dua lainnya di rumah sakit. Ketiganya tertabrak oleh kereta api yang sama, Pandanwangi, yang melaju dari arah Banyuwangi menuju Stasiun Jember.

Para korban yang berboncengan tiga itu tertabrak kereta ketika melewati perlintasan tanpa palang pintu di depan Balai Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember. Ketiga korban masih duduk di bangku sekolah dasar.

BACA JUGA: Ibu dan Bocah 8 Tahun yang Tertabrak Kereta di Jember Akhirnya Meninggal

Kanit Laka Lantas Polres Jember Ipda Edy Purwanto mengatakan, pihaknya sedang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelisik penyebab kecelakaan yang baru saja terjadi tersebut.

Menurut dia, diperkirakan kecelakaan akibat perlintasan yang kondisinya tanpa palang pintu dan tanpa petugas jaga. Di sana hanya terdapat satu sirine yang sudah tidak berfungsi lagi. Terlebih, pandangan pengendara juga terhalang tanaman jagung yang cukup tinggi. “Kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/