alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

LAGI! Bangunan Sekolah “Ambruk” Akibat Lama Tak Ditempati

Mobile_AP_Rectangle 1

GUNUNG MALANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember perlu melakukan inventarisasi sekolah-sekolah yang kondisinya sudah rusak parah. Sebab, peristiwa bangunan sekolah ambruk di Jember kembali terjadi. Terbaru adalah SDN Gunung Malang 04, Kecamatan Sumberjambe Jember. Teras salah satu ruang kelas di sekolah tersebut runtuh akibat struktur bangunan yang sudah lapuk.

Rubuhnyabangunan SD milik pemerintah Jember ini terjadi beberapa waktu lalu saat hujan turun deras. Ditengarai, kayu bangunan di bagian teras itu sudah keropos sehingga tak kuat menahan beban air hujan. Ambruknya teras ruang kelas VI tersebut juga memperparah kerusakan beberapa ruang kelas lainnya sertaruangguru.

Empat ruang kelas SDInpres tersebut memang bergandengan dengan ruang guru yang ada dipaling ujung selatan. Dan sejak pandemi, ruang kelas itu tidak pernah ditempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), karena siswa menjalani pembelajaran daring. “Memang empat ruang kelas dan satu ruang guru itu kondisinya sudah parah. Dan semakin parah karena selama hampir dua tahun ini tidak ada KBM,” kataBahder Johan, Kepala SDN Gunung Malang 04.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, empat ruang kelas dan ruang guru itu merupakan bangunan lawas yang berasal dari program SD Inpres pada era Orde Baru. Pembangunannya berlangsung sekitar 1983 silam. Selama berdiri, kata dia, pernah dilakukan renovasi sekali pada antara tahun 2012 hingga 2013 lalu. Empat tahun berikutnya, sekitar 2017, sekolah mendapat tambahan satu ruang kelas baru (RBK).

Namun dalam perjalanannya, ruang kelas baru itu tidak dipakai untuk belajar siswa, tapi digunakan untuk ruang guru. Sebab, kondisi ruang guru yang ada saat itu sudah tidak layak lagi dan rawan ambruk. “Sebenarnya sekolah sudah pernah mengajukan rehab saat itu secara online, melalui operator sekolah,” ujar Johan.

Ternyata, bukan hanya empat ruang kelas itu saja yang kondisinya rusak, tapi kamar kecil siswa juga sama. Kondisinya sudah rusak parah. “Saya baru tahu kalau teras ambruk dari penjaga malam,” kata Johan.

Beruntung, ambruknya teras ruang kelas VI itu saat tidak ada siswa yang masuk. Sebab, selama pandemi Covid-19 ini, sekolah memang dalam keadaan kosong. Guru tetap masuk sekolah, tapi tidak semuanya, karena pihaknya menerapkan sistem piket. Sedangkan siswa belajar secara daring dari rumah. Ambruknya teras sekolah di Jember itu karena akhir Juli hingga awal Agustus ini hujan turun cukup deras dan hampir setiap hari.Halitu yang diduga membuat bangunan sekolah semakin lapuk hingga ambruk.

Apalagi, kondisi empat ruang kelas yang ada sekarang ini memang sudah tidak layak ditempati. Sebab, hampir setiap ruang kelas, bagian atapnya sudah melengkung. “Hal ini karena faktor usia bangunan yang sudah cukup lama,” kata Johan kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/8).

- Advertisement -

GUNUNG MALANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember perlu melakukan inventarisasi sekolah-sekolah yang kondisinya sudah rusak parah. Sebab, peristiwa bangunan sekolah ambruk di Jember kembali terjadi. Terbaru adalah SDN Gunung Malang 04, Kecamatan Sumberjambe Jember. Teras salah satu ruang kelas di sekolah tersebut runtuh akibat struktur bangunan yang sudah lapuk.

Rubuhnyabangunan SD milik pemerintah Jember ini terjadi beberapa waktu lalu saat hujan turun deras. Ditengarai, kayu bangunan di bagian teras itu sudah keropos sehingga tak kuat menahan beban air hujan. Ambruknya teras ruang kelas VI tersebut juga memperparah kerusakan beberapa ruang kelas lainnya sertaruangguru.

Empat ruang kelas SDInpres tersebut memang bergandengan dengan ruang guru yang ada dipaling ujung selatan. Dan sejak pandemi, ruang kelas itu tidak pernah ditempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), karena siswa menjalani pembelajaran daring. “Memang empat ruang kelas dan satu ruang guru itu kondisinya sudah parah. Dan semakin parah karena selama hampir dua tahun ini tidak ada KBM,” kataBahder Johan, Kepala SDN Gunung Malang 04.

Menurutnya, empat ruang kelas dan ruang guru itu merupakan bangunan lawas yang berasal dari program SD Inpres pada era Orde Baru. Pembangunannya berlangsung sekitar 1983 silam. Selama berdiri, kata dia, pernah dilakukan renovasi sekali pada antara tahun 2012 hingga 2013 lalu. Empat tahun berikutnya, sekitar 2017, sekolah mendapat tambahan satu ruang kelas baru (RBK).

Namun dalam perjalanannya, ruang kelas baru itu tidak dipakai untuk belajar siswa, tapi digunakan untuk ruang guru. Sebab, kondisi ruang guru yang ada saat itu sudah tidak layak lagi dan rawan ambruk. “Sebenarnya sekolah sudah pernah mengajukan rehab saat itu secara online, melalui operator sekolah,” ujar Johan.

Ternyata, bukan hanya empat ruang kelas itu saja yang kondisinya rusak, tapi kamar kecil siswa juga sama. Kondisinya sudah rusak parah. “Saya baru tahu kalau teras ambruk dari penjaga malam,” kata Johan.

Beruntung, ambruknya teras ruang kelas VI itu saat tidak ada siswa yang masuk. Sebab, selama pandemi Covid-19 ini, sekolah memang dalam keadaan kosong. Guru tetap masuk sekolah, tapi tidak semuanya, karena pihaknya menerapkan sistem piket. Sedangkan siswa belajar secara daring dari rumah. Ambruknya teras sekolah di Jember itu karena akhir Juli hingga awal Agustus ini hujan turun cukup deras dan hampir setiap hari.Halitu yang diduga membuat bangunan sekolah semakin lapuk hingga ambruk.

Apalagi, kondisi empat ruang kelas yang ada sekarang ini memang sudah tidak layak ditempati. Sebab, hampir setiap ruang kelas, bagian atapnya sudah melengkung. “Hal ini karena faktor usia bangunan yang sudah cukup lama,” kata Johan kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/8).

GUNUNG MALANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember perlu melakukan inventarisasi sekolah-sekolah yang kondisinya sudah rusak parah. Sebab, peristiwa bangunan sekolah ambruk di Jember kembali terjadi. Terbaru adalah SDN Gunung Malang 04, Kecamatan Sumberjambe Jember. Teras salah satu ruang kelas di sekolah tersebut runtuh akibat struktur bangunan yang sudah lapuk.

Rubuhnyabangunan SD milik pemerintah Jember ini terjadi beberapa waktu lalu saat hujan turun deras. Ditengarai, kayu bangunan di bagian teras itu sudah keropos sehingga tak kuat menahan beban air hujan. Ambruknya teras ruang kelas VI tersebut juga memperparah kerusakan beberapa ruang kelas lainnya sertaruangguru.

Empat ruang kelas SDInpres tersebut memang bergandengan dengan ruang guru yang ada dipaling ujung selatan. Dan sejak pandemi, ruang kelas itu tidak pernah ditempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), karena siswa menjalani pembelajaran daring. “Memang empat ruang kelas dan satu ruang guru itu kondisinya sudah parah. Dan semakin parah karena selama hampir dua tahun ini tidak ada KBM,” kataBahder Johan, Kepala SDN Gunung Malang 04.

Menurutnya, empat ruang kelas dan ruang guru itu merupakan bangunan lawas yang berasal dari program SD Inpres pada era Orde Baru. Pembangunannya berlangsung sekitar 1983 silam. Selama berdiri, kata dia, pernah dilakukan renovasi sekali pada antara tahun 2012 hingga 2013 lalu. Empat tahun berikutnya, sekitar 2017, sekolah mendapat tambahan satu ruang kelas baru (RBK).

Namun dalam perjalanannya, ruang kelas baru itu tidak dipakai untuk belajar siswa, tapi digunakan untuk ruang guru. Sebab, kondisi ruang guru yang ada saat itu sudah tidak layak lagi dan rawan ambruk. “Sebenarnya sekolah sudah pernah mengajukan rehab saat itu secara online, melalui operator sekolah,” ujar Johan.

Ternyata, bukan hanya empat ruang kelas itu saja yang kondisinya rusak, tapi kamar kecil siswa juga sama. Kondisinya sudah rusak parah. “Saya baru tahu kalau teras ambruk dari penjaga malam,” kata Johan.

Beruntung, ambruknya teras ruang kelas VI itu saat tidak ada siswa yang masuk. Sebab, selama pandemi Covid-19 ini, sekolah memang dalam keadaan kosong. Guru tetap masuk sekolah, tapi tidak semuanya, karena pihaknya menerapkan sistem piket. Sedangkan siswa belajar secara daring dari rumah. Ambruknya teras sekolah di Jember itu karena akhir Juli hingga awal Agustus ini hujan turun cukup deras dan hampir setiap hari.Halitu yang diduga membuat bangunan sekolah semakin lapuk hingga ambruk.

Apalagi, kondisi empat ruang kelas yang ada sekarang ini memang sudah tidak layak ditempati. Sebab, hampir setiap ruang kelas, bagian atapnya sudah melengkung. “Hal ini karena faktor usia bangunan yang sudah cukup lama,” kata Johan kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/8).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/