alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sita Sabu 4,53 Gram dari Dua Kades

2,8 Kilogram Ganja Siap Edar dari Mahasiswa 4 Pengedar dan 4 Pemakai Di Borgol

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengedaran narkoba kian masif. Terbaru Jajaran Satuan Reserse dan Narkoba  (Satresnarkoba) polres menetapkan 1 kelompok pengedar, terdiri dari 4 pelaku. 2 orang berperan sebagai pengedar. 1 orang pelaku sebagai otak pengedaran narkoba, dan 1 sebagai kurir. Dua diantaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta di Malang.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menjelaskan bhawa penangkapan ini dilakukan saat salah satu pengedar bernama Beni Opradana yang bertempat tinggal di Keonsari. Beni ditangkap saat melakukan pengambilan paket ganja sebesar 1,4 kg.

Dari keterangan Beni, diketahui otak pengedar narkoba bernama Arik Wibowo. Arik pun ditangkap oleh polisi di kawasan jalan Trunojoyo. Dari Arik polisi mengamankan 3 gram ganja yang sudah dalam bentuk lintingan. Kemudian pelaku mengakui bahwa rekannyalah yang menyediakan untuk wilayah Jember dan sekitarnya. “Setelah dilakukan pendalaman, kami berhasil menangkap otak pengedar narkoba AW (Arik Wibowo) 30 tahun,” ungkap Kompol Kadek Ary Mardika, Sabtu (12/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak sampai disitu, polisi terus melakukan pendalaman hingga menjaring 2 mahasiswa di Kota Malang yang juga terjerat sindikat pengedaran. Keduanya berinisial  Irwandi Suhartogidan Invansius Mbato Neta. Keduanya ditangkap di sebuah kos kosan dini hari yaitu 03.00 WIB.  Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mendapatkan ganja kering 1,4 Kg yang siap diedarkan. Ganja tersebut di Malang dan Jember. Diketahui keduanya ber KTP Kalimantan.  “Mereka berperan sebagai peran memesan ganja dari aceh dengan harga Rp. 2,5 juta. Lalu, dipasarkan di Jember dan Malang dengan harga Rp. 14,5 juta,” sambung kompol Kadek Ary Mardika.

Sehingga total terdapat 2,8 Kg ganja kering yang berhasil diamankan oleh polisi. Polisi juga mengamankan 1 unit speda motor. Bisnis ini sudah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan belakang. Selanjutnya, ke empat pelaku itu terancam dengan Pasal 114 AYAT 2, Pasal 111 ayat 2, dan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

4 Kades Ditetapkan Sebagai Pemakai Sabu

4 Kades dengan berbaju butih garis- garis hitam turun dari mobil putih yang baru tiba di Polres Jember pada sekitar 16.30 WIB. Selanjutnya, mereka langsung menjalani pemeriksaan di Polres Jember. Ke empatnya dibawa dari Markas Polda Jatim di Surabaya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengedaran narkoba kian masif. Terbaru Jajaran Satuan Reserse dan Narkoba  (Satresnarkoba) polres menetapkan 1 kelompok pengedar, terdiri dari 4 pelaku. 2 orang berperan sebagai pengedar. 1 orang pelaku sebagai otak pengedaran narkoba, dan 1 sebagai kurir. Dua diantaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta di Malang.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menjelaskan bhawa penangkapan ini dilakukan saat salah satu pengedar bernama Beni Opradana yang bertempat tinggal di Keonsari. Beni ditangkap saat melakukan pengambilan paket ganja sebesar 1,4 kg.

Dari keterangan Beni, diketahui otak pengedar narkoba bernama Arik Wibowo. Arik pun ditangkap oleh polisi di kawasan jalan Trunojoyo. Dari Arik polisi mengamankan 3 gram ganja yang sudah dalam bentuk lintingan. Kemudian pelaku mengakui bahwa rekannyalah yang menyediakan untuk wilayah Jember dan sekitarnya. “Setelah dilakukan pendalaman, kami berhasil menangkap otak pengedar narkoba AW (Arik Wibowo) 30 tahun,” ungkap Kompol Kadek Ary Mardika, Sabtu (12/6).

Tak sampai disitu, polisi terus melakukan pendalaman hingga menjaring 2 mahasiswa di Kota Malang yang juga terjerat sindikat pengedaran. Keduanya berinisial  Irwandi Suhartogidan Invansius Mbato Neta. Keduanya ditangkap di sebuah kos kosan dini hari yaitu 03.00 WIB.  Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mendapatkan ganja kering 1,4 Kg yang siap diedarkan. Ganja tersebut di Malang dan Jember. Diketahui keduanya ber KTP Kalimantan.  “Mereka berperan sebagai peran memesan ganja dari aceh dengan harga Rp. 2,5 juta. Lalu, dipasarkan di Jember dan Malang dengan harga Rp. 14,5 juta,” sambung kompol Kadek Ary Mardika.

Sehingga total terdapat 2,8 Kg ganja kering yang berhasil diamankan oleh polisi. Polisi juga mengamankan 1 unit speda motor. Bisnis ini sudah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan belakang. Selanjutnya, ke empat pelaku itu terancam dengan Pasal 114 AYAT 2, Pasal 111 ayat 2, dan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

4 Kades Ditetapkan Sebagai Pemakai Sabu

4 Kades dengan berbaju butih garis- garis hitam turun dari mobil putih yang baru tiba di Polres Jember pada sekitar 16.30 WIB. Selanjutnya, mereka langsung menjalani pemeriksaan di Polres Jember. Ke empatnya dibawa dari Markas Polda Jatim di Surabaya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengedaran narkoba kian masif. Terbaru Jajaran Satuan Reserse dan Narkoba  (Satresnarkoba) polres menetapkan 1 kelompok pengedar, terdiri dari 4 pelaku. 2 orang berperan sebagai pengedar. 1 orang pelaku sebagai otak pengedaran narkoba, dan 1 sebagai kurir. Dua diantaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta di Malang.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menjelaskan bhawa penangkapan ini dilakukan saat salah satu pengedar bernama Beni Opradana yang bertempat tinggal di Keonsari. Beni ditangkap saat melakukan pengambilan paket ganja sebesar 1,4 kg.

Dari keterangan Beni, diketahui otak pengedar narkoba bernama Arik Wibowo. Arik pun ditangkap oleh polisi di kawasan jalan Trunojoyo. Dari Arik polisi mengamankan 3 gram ganja yang sudah dalam bentuk lintingan. Kemudian pelaku mengakui bahwa rekannyalah yang menyediakan untuk wilayah Jember dan sekitarnya. “Setelah dilakukan pendalaman, kami berhasil menangkap otak pengedar narkoba AW (Arik Wibowo) 30 tahun,” ungkap Kompol Kadek Ary Mardika, Sabtu (12/6).

Tak sampai disitu, polisi terus melakukan pendalaman hingga menjaring 2 mahasiswa di Kota Malang yang juga terjerat sindikat pengedaran. Keduanya berinisial  Irwandi Suhartogidan Invansius Mbato Neta. Keduanya ditangkap di sebuah kos kosan dini hari yaitu 03.00 WIB.  Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mendapatkan ganja kering 1,4 Kg yang siap diedarkan. Ganja tersebut di Malang dan Jember. Diketahui keduanya ber KTP Kalimantan.  “Mereka berperan sebagai peran memesan ganja dari aceh dengan harga Rp. 2,5 juta. Lalu, dipasarkan di Jember dan Malang dengan harga Rp. 14,5 juta,” sambung kompol Kadek Ary Mardika.

Sehingga total terdapat 2,8 Kg ganja kering yang berhasil diamankan oleh polisi. Polisi juga mengamankan 1 unit speda motor. Bisnis ini sudah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan belakang. Selanjutnya, ke empat pelaku itu terancam dengan Pasal 114 AYAT 2, Pasal 111 ayat 2, dan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

4 Kades Ditetapkan Sebagai Pemakai Sabu

4 Kades dengan berbaju butih garis- garis hitam turun dari mobil putih yang baru tiba di Polres Jember pada sekitar 16.30 WIB. Selanjutnya, mereka langsung menjalani pemeriksaan di Polres Jember. Ke empatnya dibawa dari Markas Polda Jatim di Surabaya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/