alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pariwisata Jadi Andalan Nelayan

Di Tengah Cuaca Ekstrem yang Diprediksi hingga Juni

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya ombak pantai selatan, belakangan ini, membuat para nelayan masih waswas melaut. Tak ingin pemasukan jeblok, nelayan yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menggarap tempat parkir di lokasi wisata yang berada di kampung mereka. Ini sebagai alternatif pekerjaan, sekaligus tambahan pendapatan di tengah kondisi cuaca yang belum membaik.

Sejak awal Januari lalu, aktivitas melaut nelayan memang turun. Hal itu lantaran masih tingginya gelombang dan ombak laut selatan lantaran cuaca ekstrem. “Meski ada yang melaut, tapi bisa dihitung jari. Kebanyakan libur,” kata Yoyok, nelayan di Desa Sumberejo.

Kendati masih ada nelayan yang melaut, kata dia, mereka hanya mencari lobster yang lokasinya di sekitar bibir pantai. “Ikan masih banyak, dan itu di tengah laut. Terlalu berisiko jika cuacanya seperti ini,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai gantinya, para nelayan mengisi waktu luang mereka dengan memperbaiki perahu dan jala. Sebagian ada yang memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat parkir kendaraan wisatawan. Seperti yang terlihat di daerah Pantai Payangan, Teluk Love, atau di Watu Ulo. “Ngopeni tempat parkiran ini, menjadi alternatif pemasukan yang paling kelihatan bagi nelayan,” tambah Suparto, ketua paguyuban nelayan di Desa Sumberejo.

Menurut dia, geliat wisata pantai selama ini sudah dirasa cukup baik. Pengunjung yang berdatangan sudah cukup banyak. Terlebih di akhir pekan. Ia menilai, dalam kalender nelayan, cuaca ekstrem memang menjadi siklus tahunan yang dimulai sejak awal tahun hingga pertengahan. “Kemungkinan Juni hingga Juli atau setelah Lebaran nelayan bisa melaut lagi dengan normal. Sementara ini, kami masih mengandalkan jaga parkiran dulu,” pungkas Suparto.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya ombak pantai selatan, belakangan ini, membuat para nelayan masih waswas melaut. Tak ingin pemasukan jeblok, nelayan yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menggarap tempat parkir di lokasi wisata yang berada di kampung mereka. Ini sebagai alternatif pekerjaan, sekaligus tambahan pendapatan di tengah kondisi cuaca yang belum membaik.

Sejak awal Januari lalu, aktivitas melaut nelayan memang turun. Hal itu lantaran masih tingginya gelombang dan ombak laut selatan lantaran cuaca ekstrem. “Meski ada yang melaut, tapi bisa dihitung jari. Kebanyakan libur,” kata Yoyok, nelayan di Desa Sumberejo.

Kendati masih ada nelayan yang melaut, kata dia, mereka hanya mencari lobster yang lokasinya di sekitar bibir pantai. “Ikan masih banyak, dan itu di tengah laut. Terlalu berisiko jika cuacanya seperti ini,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Sebagai gantinya, para nelayan mengisi waktu luang mereka dengan memperbaiki perahu dan jala. Sebagian ada yang memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat parkir kendaraan wisatawan. Seperti yang terlihat di daerah Pantai Payangan, Teluk Love, atau di Watu Ulo. “Ngopeni tempat parkiran ini, menjadi alternatif pemasukan yang paling kelihatan bagi nelayan,” tambah Suparto, ketua paguyuban nelayan di Desa Sumberejo.

Menurut dia, geliat wisata pantai selama ini sudah dirasa cukup baik. Pengunjung yang berdatangan sudah cukup banyak. Terlebih di akhir pekan. Ia menilai, dalam kalender nelayan, cuaca ekstrem memang menjadi siklus tahunan yang dimulai sejak awal tahun hingga pertengahan. “Kemungkinan Juni hingga Juli atau setelah Lebaran nelayan bisa melaut lagi dengan normal. Sementara ini, kami masih mengandalkan jaga parkiran dulu,” pungkas Suparto.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya ombak pantai selatan, belakangan ini, membuat para nelayan masih waswas melaut. Tak ingin pemasukan jeblok, nelayan yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menggarap tempat parkir di lokasi wisata yang berada di kampung mereka. Ini sebagai alternatif pekerjaan, sekaligus tambahan pendapatan di tengah kondisi cuaca yang belum membaik.

Sejak awal Januari lalu, aktivitas melaut nelayan memang turun. Hal itu lantaran masih tingginya gelombang dan ombak laut selatan lantaran cuaca ekstrem. “Meski ada yang melaut, tapi bisa dihitung jari. Kebanyakan libur,” kata Yoyok, nelayan di Desa Sumberejo.

Kendati masih ada nelayan yang melaut, kata dia, mereka hanya mencari lobster yang lokasinya di sekitar bibir pantai. “Ikan masih banyak, dan itu di tengah laut. Terlalu berisiko jika cuacanya seperti ini,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Sebagai gantinya, para nelayan mengisi waktu luang mereka dengan memperbaiki perahu dan jala. Sebagian ada yang memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat parkir kendaraan wisatawan. Seperti yang terlihat di daerah Pantai Payangan, Teluk Love, atau di Watu Ulo. “Ngopeni tempat parkiran ini, menjadi alternatif pemasukan yang paling kelihatan bagi nelayan,” tambah Suparto, ketua paguyuban nelayan di Desa Sumberejo.

Menurut dia, geliat wisata pantai selama ini sudah dirasa cukup baik. Pengunjung yang berdatangan sudah cukup banyak. Terlebih di akhir pekan. Ia menilai, dalam kalender nelayan, cuaca ekstrem memang menjadi siklus tahunan yang dimulai sejak awal tahun hingga pertengahan. “Kemungkinan Juni hingga Juli atau setelah Lebaran nelayan bisa melaut lagi dengan normal. Sementara ini, kami masih mengandalkan jaga parkiran dulu,” pungkas Suparto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/