alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Awalnya Penuh Rintangan, Kini Usahanya Tersebar di Tujuh Daerah

Keberhasilan itu bukan hanya faktor keberuntungan. Namun, juga ada kerja keras. Inilah yang dialami Rosya Khoirunnisa. Perempuan yang menjadi orang tua tunggal ini telah melewati masa-masa sulit, sebelum dia bangkit dan sukses seperti sekarang. Bagaimana kisahnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu-lalang kendaraan memadati salah satu jalan di Lingkungan Tegal Besar Kulon, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Tak jauh dari sana, memang ada lampu merah. Namun, padatnya kendaraan yang melaju pelan tersebut bukan hanya karena berada di traffic light, tapi juga disebabkan adanya beberapa orang yang sedang mengantre di salah satu outlet minuman cepat saji, tepat di bibir jalan.

Rupanya, outlet ini adalah milik Rosya Khoirunnisa. Kedai itu, merupakan satu dari 32 outlet minuman miliknya yang kini tersebar di tujuh daerah. Yakni di Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Gresik, Probolinggo, dan Sidoarjo. “Alhamdulillah, banyak pelanggan yang membeli minuman. Mumpung lewat, jadi saya mampir,” ungkap Rosya, saat melihat outlet di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, tersebut.

Perempuan yang tinggal di Desa/Kecamatan Rambipuji ini sedikit canggung saat ditanya tentang usahanya tersebut. Mengingat, jumlah outlet yang dimilikinya kini cukup banyak. Terlebih, ada kisa pilu di balik kesuksesannya sekarang ini. Cerita buram inilah yang mengiringi perjalanannya. “Ini semua tidak serta-merta saya dapat. Ada banyak rintangan yang alhamdulillah bisa dilewati,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, wanita 28 tahun itu mengaku pernah berbisnis pada bidang minuman sejenis. Usaha itu dia rintis dari nol sejak sebelum menikah. Mulanya, dia membuka kedai minuman di emperan sebuah toko. Sendirian. Hingga kemudian, dirinya memutuskan untuk menikah. “Dan bisnis saya berkembang pesat. Ada 35 outlet waktu itu,” ucapnya.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Rupanya, hubungan rumah tangganya bermasalah. Bahtera rumah tangganya kandas. Bahkan, dia ditinggalkan sang suami saat mengandung buah hati mereka. “Usia kandungan saya waktu itu empat bulan,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga kehilangan semua bisnis yang dirintisnya sejak awal tersebut. Apa yang dia perjuangkan juga telah diambil seluruhnya. Sebagai perempuan, tentu kehidupannya berasa hancur kala itu. Semua yang dia punya telah sirna. Rosya kembali pada titik nol.

Meski begitu, dia menyadari satu hal. Ada yang menantikan semangat seorang ibu saat dia lahir ke dunia nanti. Tekad inilah yang dipegangnya kuat-kuat. Anak dalam kandungannya ini yang menjadi pelecut semangatnya. Berbekal pengalaman dan pemahaman tentang kondisi pasar, Rosya kembali bangkit. “Tak ada pikiran untuk balas dendam, yang saya utamakan adalah jabang bayi saya,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu-lalang kendaraan memadati salah satu jalan di Lingkungan Tegal Besar Kulon, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Tak jauh dari sana, memang ada lampu merah. Namun, padatnya kendaraan yang melaju pelan tersebut bukan hanya karena berada di traffic light, tapi juga disebabkan adanya beberapa orang yang sedang mengantre di salah satu outlet minuman cepat saji, tepat di bibir jalan.

Rupanya, outlet ini adalah milik Rosya Khoirunnisa. Kedai itu, merupakan satu dari 32 outlet minuman miliknya yang kini tersebar di tujuh daerah. Yakni di Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Gresik, Probolinggo, dan Sidoarjo. “Alhamdulillah, banyak pelanggan yang membeli minuman. Mumpung lewat, jadi saya mampir,” ungkap Rosya, saat melihat outlet di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, tersebut.

Perempuan yang tinggal di Desa/Kecamatan Rambipuji ini sedikit canggung saat ditanya tentang usahanya tersebut. Mengingat, jumlah outlet yang dimilikinya kini cukup banyak. Terlebih, ada kisa pilu di balik kesuksesannya sekarang ini. Cerita buram inilah yang mengiringi perjalanannya. “Ini semua tidak serta-merta saya dapat. Ada banyak rintangan yang alhamdulillah bisa dilewati,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sebelumnya, wanita 28 tahun itu mengaku pernah berbisnis pada bidang minuman sejenis. Usaha itu dia rintis dari nol sejak sebelum menikah. Mulanya, dia membuka kedai minuman di emperan sebuah toko. Sendirian. Hingga kemudian, dirinya memutuskan untuk menikah. “Dan bisnis saya berkembang pesat. Ada 35 outlet waktu itu,” ucapnya.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Rupanya, hubungan rumah tangganya bermasalah. Bahtera rumah tangganya kandas. Bahkan, dia ditinggalkan sang suami saat mengandung buah hati mereka. “Usia kandungan saya waktu itu empat bulan,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga kehilangan semua bisnis yang dirintisnya sejak awal tersebut. Apa yang dia perjuangkan juga telah diambil seluruhnya. Sebagai perempuan, tentu kehidupannya berasa hancur kala itu. Semua yang dia punya telah sirna. Rosya kembali pada titik nol.

Meski begitu, dia menyadari satu hal. Ada yang menantikan semangat seorang ibu saat dia lahir ke dunia nanti. Tekad inilah yang dipegangnya kuat-kuat. Anak dalam kandungannya ini yang menjadi pelecut semangatnya. Berbekal pengalaman dan pemahaman tentang kondisi pasar, Rosya kembali bangkit. “Tak ada pikiran untuk balas dendam, yang saya utamakan adalah jabang bayi saya,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu-lalang kendaraan memadati salah satu jalan di Lingkungan Tegal Besar Kulon, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Tak jauh dari sana, memang ada lampu merah. Namun, padatnya kendaraan yang melaju pelan tersebut bukan hanya karena berada di traffic light, tapi juga disebabkan adanya beberapa orang yang sedang mengantre di salah satu outlet minuman cepat saji, tepat di bibir jalan.

Rupanya, outlet ini adalah milik Rosya Khoirunnisa. Kedai itu, merupakan satu dari 32 outlet minuman miliknya yang kini tersebar di tujuh daerah. Yakni di Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Gresik, Probolinggo, dan Sidoarjo. “Alhamdulillah, banyak pelanggan yang membeli minuman. Mumpung lewat, jadi saya mampir,” ungkap Rosya, saat melihat outlet di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, tersebut.

Perempuan yang tinggal di Desa/Kecamatan Rambipuji ini sedikit canggung saat ditanya tentang usahanya tersebut. Mengingat, jumlah outlet yang dimilikinya kini cukup banyak. Terlebih, ada kisa pilu di balik kesuksesannya sekarang ini. Cerita buram inilah yang mengiringi perjalanannya. “Ini semua tidak serta-merta saya dapat. Ada banyak rintangan yang alhamdulillah bisa dilewati,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sebelumnya, wanita 28 tahun itu mengaku pernah berbisnis pada bidang minuman sejenis. Usaha itu dia rintis dari nol sejak sebelum menikah. Mulanya, dia membuka kedai minuman di emperan sebuah toko. Sendirian. Hingga kemudian, dirinya memutuskan untuk menikah. “Dan bisnis saya berkembang pesat. Ada 35 outlet waktu itu,” ucapnya.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Rupanya, hubungan rumah tangganya bermasalah. Bahtera rumah tangganya kandas. Bahkan, dia ditinggalkan sang suami saat mengandung buah hati mereka. “Usia kandungan saya waktu itu empat bulan,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga kehilangan semua bisnis yang dirintisnya sejak awal tersebut. Apa yang dia perjuangkan juga telah diambil seluruhnya. Sebagai perempuan, tentu kehidupannya berasa hancur kala itu. Semua yang dia punya telah sirna. Rosya kembali pada titik nol.

Meski begitu, dia menyadari satu hal. Ada yang menantikan semangat seorang ibu saat dia lahir ke dunia nanti. Tekad inilah yang dipegangnya kuat-kuat. Anak dalam kandungannya ini yang menjadi pelecut semangatnya. Berbekal pengalaman dan pemahaman tentang kondisi pasar, Rosya kembali bangkit. “Tak ada pikiran untuk balas dendam, yang saya utamakan adalah jabang bayi saya,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/