alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Berharap Ada Pengerukan Sungai

Pendangkalan Akibatkan Langganan Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir genangan karena luapan air sungai belakangan ini kian dikeluhkan petani. Sebab, banjir yang menggenangi areal persawahan petani itu membuat mereka harus kerja dua kali untuk mengontrol air atau nurap.

“Malam itu hujan deras. Dini hari, saya harus ke sawah, ngontrol air. Kalau masih dialihkan ya dialihkan. Kalau sudah tidak bisa, ya tergenang seperti ini,” beber Purnomo, petani, saat mengecek sawahnya di Lingkungan Curahkenceng, Desa Glundengan, Wuluhan.

Meski banjir genangan itu tidak terlalu berdampak pada tanaman padi petani, namun mereka menyayangkan kondisi itu harus terus-menerus terjadi. Banyak petani menilai, sebuah sungai di dusun tersebut menjadi salah satu biang banjir. “Tiap hujan, empat sampai lima jam, pasti banjir. Dan airnya dari salah satu sungai itu,” timpal Sugeng, sambil menunjuk lokasi sungai saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir genangan karena luapan air sungai belakangan ini kian dikeluhkan petani. Sebab, banjir yang menggenangi areal persawahan petani itu membuat mereka harus kerja dua kali untuk mengontrol air atau nurap.

“Malam itu hujan deras. Dini hari, saya harus ke sawah, ngontrol air. Kalau masih dialihkan ya dialihkan. Kalau sudah tidak bisa, ya tergenang seperti ini,” beber Purnomo, petani, saat mengecek sawahnya di Lingkungan Curahkenceng, Desa Glundengan, Wuluhan.

Meski banjir genangan itu tidak terlalu berdampak pada tanaman padi petani, namun mereka menyayangkan kondisi itu harus terus-menerus terjadi. Banyak petani menilai, sebuah sungai di dusun tersebut menjadi salah satu biang banjir. “Tiap hujan, empat sampai lima jam, pasti banjir. Dan airnya dari salah satu sungai itu,” timpal Sugeng, sambil menunjuk lokasi sungai saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir genangan karena luapan air sungai belakangan ini kian dikeluhkan petani. Sebab, banjir yang menggenangi areal persawahan petani itu membuat mereka harus kerja dua kali untuk mengontrol air atau nurap.

“Malam itu hujan deras. Dini hari, saya harus ke sawah, ngontrol air. Kalau masih dialihkan ya dialihkan. Kalau sudah tidak bisa, ya tergenang seperti ini,” beber Purnomo, petani, saat mengecek sawahnya di Lingkungan Curahkenceng, Desa Glundengan, Wuluhan.

Meski banjir genangan itu tidak terlalu berdampak pada tanaman padi petani, namun mereka menyayangkan kondisi itu harus terus-menerus terjadi. Banyak petani menilai, sebuah sungai di dusun tersebut menjadi salah satu biang banjir. “Tiap hujan, empat sampai lima jam, pasti banjir. Dan airnya dari salah satu sungai itu,” timpal Sugeng, sambil menunjuk lokasi sungai saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/