alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Bentangkan Spanduk KPKNL Digeruduk Massa

Tuntutan Tak Digubris, Ancam Lapor Kementerian BUMN

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID- Sekitar 20 orang mendatangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Patrang, kemarin (11/10). Sambil membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan, mereka memprotes terkait dugaan lelang sepihak atas aset salah satu perusahaan BUMN, yakni pabrik kertas di Leces, Probolinggo.

Diketahui, aksi massa ini berasal dari Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) dan Organisasi Masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI). Dalam aksinya, mereka menuntut KPKNL perwakilan Jember agar melakukan peninjauan ulang terkait lelang janggal tersebut. “Kami ingin lelang ditunda atau ditinjau ulang. Kami menduga lelang ini penuh rekayasa,” kata Didik Muadi, Korlap Aksi.

Menurut dia, dugaan itu muncul dari berbagai aduan dan keluhan dari sejumlah asosiasi logam dan besi tua terkait adanya rekayasa lelang. Indikasi itu dikuatkan saat proses lelang yang dikabarkan hanya melibatkan satu pelelang saja dari sekitar 12 pelelang yang ada. Hal itu dinilainya juga melanggar ketentuan lelang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang juga Ketua DPD GKNI itu membeberkan, proses lelang dilakukan pada 6 Oktober 2021 lalu. Saat itu, pihaknya hadir di lokasi lelang, namun secara bersamaan justru pihak kurator dan panitia lelang tidak hadir. Ketidakhadiran para pihak yang berkompeten itu dinilai menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya. “Lelang tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya. Adanya informasi lelang tunggal ini, jelas tidak fair,” tambah Ahmad, perwakilan dari asosiasi pelaksanaan proyek lelang pabrik kertas PT Kertas Leces.

Karenanya, mereka mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksanakan saat itu bisa ditunda ataupun dilaksanakan ulang. “Biar tidak ada dusta di antara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,” imbuh dia.

Mereka juga memaparkan tentang project yang akan dilelang oleh kurator PT Kertas Leces itu antara lain, satu paket aset mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, bangunan bersatu mesin dan alat milik PT Kertas Leces senilai Rp 225 miliar.

Sementara itu, ditemui secara bersamaan seusai aksi, Kepala KPKNL Jember Lukman Saleh menyampaikan, proses lelang yang dilakukan oleh Pabrik Kertas Leces itu dinilainya sudah sesuai prosedur. “Sudah selesai kemarin dan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Prosesnya dilakukan secara online. Sudah laku dan terjual aset-aset berupa mesin eks pabrik Leces Probolinggo itu,” jelasnya.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID- Sekitar 20 orang mendatangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Patrang, kemarin (11/10). Sambil membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan, mereka memprotes terkait dugaan lelang sepihak atas aset salah satu perusahaan BUMN, yakni pabrik kertas di Leces, Probolinggo.

Diketahui, aksi massa ini berasal dari Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) dan Organisasi Masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI). Dalam aksinya, mereka menuntut KPKNL perwakilan Jember agar melakukan peninjauan ulang terkait lelang janggal tersebut. “Kami ingin lelang ditunda atau ditinjau ulang. Kami menduga lelang ini penuh rekayasa,” kata Didik Muadi, Korlap Aksi.

Menurut dia, dugaan itu muncul dari berbagai aduan dan keluhan dari sejumlah asosiasi logam dan besi tua terkait adanya rekayasa lelang. Indikasi itu dikuatkan saat proses lelang yang dikabarkan hanya melibatkan satu pelelang saja dari sekitar 12 pelelang yang ada. Hal itu dinilainya juga melanggar ketentuan lelang.

Pria yang juga Ketua DPD GKNI itu membeberkan, proses lelang dilakukan pada 6 Oktober 2021 lalu. Saat itu, pihaknya hadir di lokasi lelang, namun secara bersamaan justru pihak kurator dan panitia lelang tidak hadir. Ketidakhadiran para pihak yang berkompeten itu dinilai menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya. “Lelang tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya. Adanya informasi lelang tunggal ini, jelas tidak fair,” tambah Ahmad, perwakilan dari asosiasi pelaksanaan proyek lelang pabrik kertas PT Kertas Leces.

Karenanya, mereka mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksanakan saat itu bisa ditunda ataupun dilaksanakan ulang. “Biar tidak ada dusta di antara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,” imbuh dia.

Mereka juga memaparkan tentang project yang akan dilelang oleh kurator PT Kertas Leces itu antara lain, satu paket aset mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, bangunan bersatu mesin dan alat milik PT Kertas Leces senilai Rp 225 miliar.

Sementara itu, ditemui secara bersamaan seusai aksi, Kepala KPKNL Jember Lukman Saleh menyampaikan, proses lelang yang dilakukan oleh Pabrik Kertas Leces itu dinilainya sudah sesuai prosedur. “Sudah selesai kemarin dan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Prosesnya dilakukan secara online. Sudah laku dan terjual aset-aset berupa mesin eks pabrik Leces Probolinggo itu,” jelasnya.

PATRANG, RADARJEMBER.ID- Sekitar 20 orang mendatangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Patrang, kemarin (11/10). Sambil membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan, mereka memprotes terkait dugaan lelang sepihak atas aset salah satu perusahaan BUMN, yakni pabrik kertas di Leces, Probolinggo.

Diketahui, aksi massa ini berasal dari Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) dan Organisasi Masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI). Dalam aksinya, mereka menuntut KPKNL perwakilan Jember agar melakukan peninjauan ulang terkait lelang janggal tersebut. “Kami ingin lelang ditunda atau ditinjau ulang. Kami menduga lelang ini penuh rekayasa,” kata Didik Muadi, Korlap Aksi.

Menurut dia, dugaan itu muncul dari berbagai aduan dan keluhan dari sejumlah asosiasi logam dan besi tua terkait adanya rekayasa lelang. Indikasi itu dikuatkan saat proses lelang yang dikabarkan hanya melibatkan satu pelelang saja dari sekitar 12 pelelang yang ada. Hal itu dinilainya juga melanggar ketentuan lelang.

Pria yang juga Ketua DPD GKNI itu membeberkan, proses lelang dilakukan pada 6 Oktober 2021 lalu. Saat itu, pihaknya hadir di lokasi lelang, namun secara bersamaan justru pihak kurator dan panitia lelang tidak hadir. Ketidakhadiran para pihak yang berkompeten itu dinilai menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya. “Lelang tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya. Adanya informasi lelang tunggal ini, jelas tidak fair,” tambah Ahmad, perwakilan dari asosiasi pelaksanaan proyek lelang pabrik kertas PT Kertas Leces.

Karenanya, mereka mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksanakan saat itu bisa ditunda ataupun dilaksanakan ulang. “Biar tidak ada dusta di antara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,” imbuh dia.

Mereka juga memaparkan tentang project yang akan dilelang oleh kurator PT Kertas Leces itu antara lain, satu paket aset mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, bangunan bersatu mesin dan alat milik PT Kertas Leces senilai Rp 225 miliar.

Sementara itu, ditemui secara bersamaan seusai aksi, Kepala KPKNL Jember Lukman Saleh menyampaikan, proses lelang yang dilakukan oleh Pabrik Kertas Leces itu dinilainya sudah sesuai prosedur. “Sudah selesai kemarin dan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Prosesnya dilakukan secara online. Sudah laku dan terjual aset-aset berupa mesin eks pabrik Leces Probolinggo itu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/