Cerita Kampung di Dalam Kampus : Bau Kambing Menusuk-nusuk

RADARJEMBER.ID – Keberadaan kampung di dalam kampus tentu saja membuat tingkat keamanan semakin berkurang. Sebab, keluar masuk warga asing tidak terkontrol. Tak hanya malam, tetapi juga siang hari.

IKLAN

Hal ini dirasakan oleh Azmi Asadi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember. CCTV yang ada di fakultas tersebut menunjukkan kerap ada orang yang menyamar sebagai mahasiswa. “Mereka ambil helm, HP, dan laptop mahasiswa,” katanya.

Alasan keamanan menjadi salah satu hal yang terpenting di dalam kampus. Sebab, teman satu kelas Azmi sempat dibegal di dalam Unej. Meskipun pelaku tersebut tidak diketahui dari mana berasal. “Idealnya kampus steril dan aman,” tuturnya.

Dia mencontohkan kampus lain, seperti Universitas Brawijaya. Setiap warga yang hendak masuk harus diperiksa dulu. Apakah mahasiswa atau bukan. Namun, kondisi itu berbeda dengan Unej.

Keberadaan kampung itu, lanjut mahasiswa semester VIII tersebut, juga menjadikan kebersihan kampus kurang terjaga. Beberapa warga memelihara ternak dan membakar sampah di dalam kampus.

“Kalau di FK memang tidak sampai mengganggu ke ruang kelas, karena tertutup,” imbuhnya. Namun, kondisi depan kampus FK terlihat kurang rapi dan kurang bersih karena ada yang menjadi tempat barang bekas alias rongsokan.

“Kadang hewan ternak mereka lepas ke jalan, mengganggu kendaraan yang lewat,” tambahnya. Hal itu menyebabkan ketertiban kampus juga terganggu dan membuat mahasiswa kurang nyaman.

Kondisi itu berbeda dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Bau kotoran ternak lumayan menyengat ketika melewati jalan di depan FKG. “Orang lewat saja tidak nyaman, apalagi mahasiswa yang kuliah,” tambah Saiful Anwar, mahasiswa teknologi pertanian.

Baginya, bila tidak mengganggu kenyamanan mahasiswa, keberadaan kampung itu tidak rmasalah. Namun yang terjadi sebaliknya. Kondisi kebersihan dan keamanan menjadi sedikit terganggu.

Reporter & Fotografer: Bagus Supriadi
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :