alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Saksi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta di Jember yang Tewaskan Ibu-Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Mangga, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, mengakibatkan dua korban, ibu dan anak, meninggal. Salah seorang saksi yang melihat detik-detik tabrakan itu menceritakannya kepada Jawa Pos Radar Jember. Seperti apa kronologinya?

“Lho sepure lewat. Der! Sepure nabrak,” kata Arie Riyantono, warga Jalan Rambutan Gang III/2, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember. Kala petaka itu terjadi, pria 44 tahun tersebut tengah duduk di warung pamannya yang tak jauh dari perlintasan kereta.

“Saya tidak tahu kalau yang melintas itu Bu Sukri (korban, Red). Setelah saya dengar sirine, pintu belum ditutup. Dan korban terus melintas karena memang tidak ditutup,” ujar Arie, Jumat (12/8) pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Ibu dan Bocah 8 Tahun yang Tertabrak Kereta di Jember Akhirnya Meninggal

Keterangan Arie berbeda dengan informasi yang disampaikan polisi sebelumnya. Jika sebelumnya pintu perlintasan itu disebut dalam proses menutup, tapi menurut Arie tidak. Dia menyaksikan, palang pintu belum bergerak ke bawah, sehingga korban tetap melaju dengan motornya melintasi rel kereta.

“Saat pengendara motor itu tertabrak, pandangan saya tertutup bagian kereta api yang melaju ke arah selatan. Saat itu juga saya berlari menuju korban,” tuturnya.

Hantaman Kereta Api Pandanwangi dari arah Banyuwangi menuju Stasiun Jember itu cukup keras. Sehingga kedua korban terpental sejauh 10 meter lebih. Arie yang berlari menuju korban, segera menolong mereka yang sudah bersimbah darah.

“Yang saya tolong dulu anaknya karena terlempar jauh sekitar 10 meteran. Korban langsung saya angkat dan dipindah ke tempat lain. Sementara Bu Sukri, terlempar tidak jauh dengan motornya,” ungkap Arie.

Tidak lama kemudian, Arie berusaha mencari kendaraan untuk menolong dua korban ke IGD RSD dr Soebandi. “Tiba-tiba dari arah utara muncul ambulans desa yang baru pulang mengantar pasien. Saya langsung berhentikan untuk membawa dua korban ke rumah sakit,” paparnya.

Dia pun menepis jika kecelakaan itu lantaran korban menerabas palang pintu kereta yang mulai tertutup. Sebab, ia mengetahui dengan mata kepala sendiri bahwa palang pintu belum bergerak ke bawah. Kecelakaan ini mengakibatkan Entin Suhartini, 48, dan Saidah Herawati, 8, anaknya kritis. Keduanya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSD dr Soebandi, Jember.

“Jangan ada yang menyebut perlintasan itu ditutup. Saya saksi pertama kalau saat korban tertabrak kereta api pintu belum ditutup. Pintu baru ditutup setelah korban tertabrak kereta,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

 

CATATAN REDAKSI: Berita ini telah mendapatkan koreksi tempat kejadian perkara. Sebelumnya tertulis Jalan PB Soedirman, Kelurahan/Kecamatan Patrang. Informasi terbaru, di Jalan Mangga, Patrang, Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Mangga, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, mengakibatkan dua korban, ibu dan anak, meninggal. Salah seorang saksi yang melihat detik-detik tabrakan itu menceritakannya kepada Jawa Pos Radar Jember. Seperti apa kronologinya?

“Lho sepure lewat. Der! Sepure nabrak,” kata Arie Riyantono, warga Jalan Rambutan Gang III/2, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember. Kala petaka itu terjadi, pria 44 tahun tersebut tengah duduk di warung pamannya yang tak jauh dari perlintasan kereta.

“Saya tidak tahu kalau yang melintas itu Bu Sukri (korban, Red). Setelah saya dengar sirine, pintu belum ditutup. Dan korban terus melintas karena memang tidak ditutup,” ujar Arie, Jumat (12/8) pagi.

BACA JUGA: Ibu dan Bocah 8 Tahun yang Tertabrak Kereta di Jember Akhirnya Meninggal

Keterangan Arie berbeda dengan informasi yang disampaikan polisi sebelumnya. Jika sebelumnya pintu perlintasan itu disebut dalam proses menutup, tapi menurut Arie tidak. Dia menyaksikan, palang pintu belum bergerak ke bawah, sehingga korban tetap melaju dengan motornya melintasi rel kereta.

“Saat pengendara motor itu tertabrak, pandangan saya tertutup bagian kereta api yang melaju ke arah selatan. Saat itu juga saya berlari menuju korban,” tuturnya.

Hantaman Kereta Api Pandanwangi dari arah Banyuwangi menuju Stasiun Jember itu cukup keras. Sehingga kedua korban terpental sejauh 10 meter lebih. Arie yang berlari menuju korban, segera menolong mereka yang sudah bersimbah darah.

“Yang saya tolong dulu anaknya karena terlempar jauh sekitar 10 meteran. Korban langsung saya angkat dan dipindah ke tempat lain. Sementara Bu Sukri, terlempar tidak jauh dengan motornya,” ungkap Arie.

Tidak lama kemudian, Arie berusaha mencari kendaraan untuk menolong dua korban ke IGD RSD dr Soebandi. “Tiba-tiba dari arah utara muncul ambulans desa yang baru pulang mengantar pasien. Saya langsung berhentikan untuk membawa dua korban ke rumah sakit,” paparnya.

Dia pun menepis jika kecelakaan itu lantaran korban menerabas palang pintu kereta yang mulai tertutup. Sebab, ia mengetahui dengan mata kepala sendiri bahwa palang pintu belum bergerak ke bawah. Kecelakaan ini mengakibatkan Entin Suhartini, 48, dan Saidah Herawati, 8, anaknya kritis. Keduanya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSD dr Soebandi, Jember.

“Jangan ada yang menyebut perlintasan itu ditutup. Saya saksi pertama kalau saat korban tertabrak kereta api pintu belum ditutup. Pintu baru ditutup setelah korban tertabrak kereta,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

 

CATATAN REDAKSI: Berita ini telah mendapatkan koreksi tempat kejadian perkara. Sebelumnya tertulis Jalan PB Soedirman, Kelurahan/Kecamatan Patrang. Informasi terbaru, di Jalan Mangga, Patrang, Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Mangga, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, mengakibatkan dua korban, ibu dan anak, meninggal. Salah seorang saksi yang melihat detik-detik tabrakan itu menceritakannya kepada Jawa Pos Radar Jember. Seperti apa kronologinya?

“Lho sepure lewat. Der! Sepure nabrak,” kata Arie Riyantono, warga Jalan Rambutan Gang III/2, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember. Kala petaka itu terjadi, pria 44 tahun tersebut tengah duduk di warung pamannya yang tak jauh dari perlintasan kereta.

“Saya tidak tahu kalau yang melintas itu Bu Sukri (korban, Red). Setelah saya dengar sirine, pintu belum ditutup. Dan korban terus melintas karena memang tidak ditutup,” ujar Arie, Jumat (12/8) pagi.

BACA JUGA: Ibu dan Bocah 8 Tahun yang Tertabrak Kereta di Jember Akhirnya Meninggal

Keterangan Arie berbeda dengan informasi yang disampaikan polisi sebelumnya. Jika sebelumnya pintu perlintasan itu disebut dalam proses menutup, tapi menurut Arie tidak. Dia menyaksikan, palang pintu belum bergerak ke bawah, sehingga korban tetap melaju dengan motornya melintasi rel kereta.

“Saat pengendara motor itu tertabrak, pandangan saya tertutup bagian kereta api yang melaju ke arah selatan. Saat itu juga saya berlari menuju korban,” tuturnya.

Hantaman Kereta Api Pandanwangi dari arah Banyuwangi menuju Stasiun Jember itu cukup keras. Sehingga kedua korban terpental sejauh 10 meter lebih. Arie yang berlari menuju korban, segera menolong mereka yang sudah bersimbah darah.

“Yang saya tolong dulu anaknya karena terlempar jauh sekitar 10 meteran. Korban langsung saya angkat dan dipindah ke tempat lain. Sementara Bu Sukri, terlempar tidak jauh dengan motornya,” ungkap Arie.

Tidak lama kemudian, Arie berusaha mencari kendaraan untuk menolong dua korban ke IGD RSD dr Soebandi. “Tiba-tiba dari arah utara muncul ambulans desa yang baru pulang mengantar pasien. Saya langsung berhentikan untuk membawa dua korban ke rumah sakit,” paparnya.

Dia pun menepis jika kecelakaan itu lantaran korban menerabas palang pintu kereta yang mulai tertutup. Sebab, ia mengetahui dengan mata kepala sendiri bahwa palang pintu belum bergerak ke bawah. Kecelakaan ini mengakibatkan Entin Suhartini, 48, dan Saidah Herawati, 8, anaknya kritis. Keduanya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSD dr Soebandi, Jember.

“Jangan ada yang menyebut perlintasan itu ditutup. Saya saksi pertama kalau saat korban tertabrak kereta api pintu belum ditutup. Pintu baru ditutup setelah korban tertabrak kereta,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

 

CATATAN REDAKSI: Berita ini telah mendapatkan koreksi tempat kejadian perkara. Sebelumnya tertulis Jalan PB Soedirman, Kelurahan/Kecamatan Patrang. Informasi terbaru, di Jalan Mangga, Patrang, Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/