29.7 C
Jember
Thursday, 30 March 2023

Mantan Kapolri Badrodin (Palsu) Jalani Sidang di Jember, Apa Kasusnya?

Badrodin Haiti Palsu Jalani Sidang Perdana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MASIH ingat dengan kasus penipuan yang mengatasnamakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti, sekitar Mei 2021 lalu? Kini, kasusnya sudah memasuki persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (10/8).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu menghadirkan terdakwa FR alias Fithroni Ramadhani atau Gus Dhani. FR diketahui sebagai otak atas peran AR alias Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo agar tampil seolah-olah sebagai mantan Kapolri Badrodin Haiti. Targetnya menipu dan menjerat korban. Upaya itu membuahkan hasil. Korban hingga merugi miliaran rupiah. “Iya, sidang perdana hanya pembacaan dakwaan saja,” kata Adik Sri Sumiarsih, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan penuntut umum disebutkan bahwa FR menyuruh AR menyamar sebagai Badrodin Haiti agar bisa meyakinkan korban M Sholeh, yang tak lain adalah seorang kepala desa. Penyamarannya itu menjanjikan korban bisa menduduki jabatan komisaris di PT Imasco Puger. Lalu, putra korban dimasukkan ke akademi kepolisian, hingga dijanjikan proyek tol Probolinggo-Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, FR menerima sejumlah uang yang ditransfer dari saksi korban. Uang itu ditransfer dan ada yang diberikan langsung secara tunai dengan beberapa kali tahapan dan nominal yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 500 juta. Totalnya mencapai Rp 3,97 miliar. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan dengan hasil penyidikan polisi yang menyebut korban merugi hingga Rp 4,7 miliar. Hasil penipuan itu, terdakwa AR diberi Rp 30 juta sebagai upah atas perannya menyamar sebagai Badrodin Haiti. Sementara, sisanya digunakan oleh terdakwa FR sendiri.

Atas peran terdakwa FR itu, penuntut umum mendakwa dengan pasal penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Dan pasal penggelapan sebagaimana diatur Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adik menambahkan, dakwaan yang diberikan terhadap FR dan AR sebenarnya sama. Namun, AR penuntutannya dalam berkas perkara tersendiri. “Sama dakwaannya. Berkasnya sendiri-sendiri. Hakimnya lain. Keduanya saling jadi saksi satu sama lain,” jelasnya.

Saat ini, terdakwa FR maupun AR menjalani masa tahanan. FR bakal menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar pada pekan depan. “Sidang ditunda pada Kamis, 19 Agustus 2021, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” pungkas Adik.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewah

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MASIH ingat dengan kasus penipuan yang mengatasnamakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti, sekitar Mei 2021 lalu? Kini, kasusnya sudah memasuki persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (10/8).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu menghadirkan terdakwa FR alias Fithroni Ramadhani atau Gus Dhani. FR diketahui sebagai otak atas peran AR alias Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo agar tampil seolah-olah sebagai mantan Kapolri Badrodin Haiti. Targetnya menipu dan menjerat korban. Upaya itu membuahkan hasil. Korban hingga merugi miliaran rupiah. “Iya, sidang perdana hanya pembacaan dakwaan saja,” kata Adik Sri Sumiarsih, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan penuntut umum disebutkan bahwa FR menyuruh AR menyamar sebagai Badrodin Haiti agar bisa meyakinkan korban M Sholeh, yang tak lain adalah seorang kepala desa. Penyamarannya itu menjanjikan korban bisa menduduki jabatan komisaris di PT Imasco Puger. Lalu, putra korban dimasukkan ke akademi kepolisian, hingga dijanjikan proyek tol Probolinggo-Lumajang.

Selain itu, FR menerima sejumlah uang yang ditransfer dari saksi korban. Uang itu ditransfer dan ada yang diberikan langsung secara tunai dengan beberapa kali tahapan dan nominal yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 500 juta. Totalnya mencapai Rp 3,97 miliar. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan dengan hasil penyidikan polisi yang menyebut korban merugi hingga Rp 4,7 miliar. Hasil penipuan itu, terdakwa AR diberi Rp 30 juta sebagai upah atas perannya menyamar sebagai Badrodin Haiti. Sementara, sisanya digunakan oleh terdakwa FR sendiri.

Atas peran terdakwa FR itu, penuntut umum mendakwa dengan pasal penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Dan pasal penggelapan sebagaimana diatur Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adik menambahkan, dakwaan yang diberikan terhadap FR dan AR sebenarnya sama. Namun, AR penuntutannya dalam berkas perkara tersendiri. “Sama dakwaannya. Berkasnya sendiri-sendiri. Hakimnya lain. Keduanya saling jadi saksi satu sama lain,” jelasnya.

Saat ini, terdakwa FR maupun AR menjalani masa tahanan. FR bakal menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar pada pekan depan. “Sidang ditunda pada Kamis, 19 Agustus 2021, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” pungkas Adik.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewah

Editor : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MASIH ingat dengan kasus penipuan yang mengatasnamakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti, sekitar Mei 2021 lalu? Kini, kasusnya sudah memasuki persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (10/8).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu menghadirkan terdakwa FR alias Fithroni Ramadhani atau Gus Dhani. FR diketahui sebagai otak atas peran AR alias Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo agar tampil seolah-olah sebagai mantan Kapolri Badrodin Haiti. Targetnya menipu dan menjerat korban. Upaya itu membuahkan hasil. Korban hingga merugi miliaran rupiah. “Iya, sidang perdana hanya pembacaan dakwaan saja,” kata Adik Sri Sumiarsih, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan penuntut umum disebutkan bahwa FR menyuruh AR menyamar sebagai Badrodin Haiti agar bisa meyakinkan korban M Sholeh, yang tak lain adalah seorang kepala desa. Penyamarannya itu menjanjikan korban bisa menduduki jabatan komisaris di PT Imasco Puger. Lalu, putra korban dimasukkan ke akademi kepolisian, hingga dijanjikan proyek tol Probolinggo-Lumajang.

Selain itu, FR menerima sejumlah uang yang ditransfer dari saksi korban. Uang itu ditransfer dan ada yang diberikan langsung secara tunai dengan beberapa kali tahapan dan nominal yang bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 500 juta. Totalnya mencapai Rp 3,97 miliar. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan dengan hasil penyidikan polisi yang menyebut korban merugi hingga Rp 4,7 miliar. Hasil penipuan itu, terdakwa AR diberi Rp 30 juta sebagai upah atas perannya menyamar sebagai Badrodin Haiti. Sementara, sisanya digunakan oleh terdakwa FR sendiri.

Atas peran terdakwa FR itu, penuntut umum mendakwa dengan pasal penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Dan pasal penggelapan sebagaimana diatur Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adik menambahkan, dakwaan yang diberikan terhadap FR dan AR sebenarnya sama. Namun, AR penuntutannya dalam berkas perkara tersendiri. “Sama dakwaannya. Berkasnya sendiri-sendiri. Hakimnya lain. Keduanya saling jadi saksi satu sama lain,” jelasnya.

Saat ini, terdakwa FR maupun AR menjalani masa tahanan. FR bakal menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar pada pekan depan. “Sidang ditunda pada Kamis, 19 Agustus 2021, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” pungkas Adik.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewah

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca