alexametrics
24.2 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Kurangi Polusi, Minta Siagakan Damkar di Lokasi Pembongkaran Ruko Jompo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pembongkoran tujuh ruko yang berdiri di atas Sungai Jompo hampir selesai. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur mengerahkan tiga alat berat untuk merobohkan bangunan yang berada di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, ini.

Namun, Dinas PUSDA Jatim masih membutuhkan armada pemadam kebakaran (damkar) yang siaga di lokasi. Armada damkar itu untuk menyiram tempat agar tidak berdebu. Sehingga ketika alat berat menaikkan material bongkaran ke atas dump truck, debu tidak sampai beterbangan dan mengganggu pengguna jalan atau pemilik toko yang berada di sisi kanan atau kiri lokasi.

BACA JUGA: Rangka Bangunan Kokoh Jadi Kendala Pembongkaran Jompo

Mobile_AP_Rectangle 2

Hanya saja, informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, armada damkar itu hanya sekali berada di lokasi saat hari pertama pembongkaran berlangsung. Idealnya, harus standby setiap hari. “Penyiraman itu untuk mengurangi polusi udara,” ujar Prabowo, Kepala UPT Dinas PUSDA Jawa Timur, Selasa (12/7).

Menurut dia, pembongkaran tujuh ruko tersebut memang perlu ekstra hati-hati. Karena lokasinya berada di pusat kota dan jalur arteri. Selain rentan menjadi musabab polusi udara yang mengganggu pengendara, persis di kanan kiri ruko juga terdapat bangunan lain milik warga.

Jadi, secara teknis, pembongkaran tidak bisa main hantam begitu saja. Sebelum tiga alat berat diterjunkan, beberapa pekerja harus memotong rangka besi terlebih dahulu. Karena besi rangka yang dipasang itu ukurannya cukup besar. Selain itu, rangka besi masih menancap di bagian lantai ruko dan beton sehingga rawan menyebabkan petaka jika langsung dibongkar. “Besinya masih menancap di bekas galian,” tutur Prabowo.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pembongkoran tujuh ruko yang berdiri di atas Sungai Jompo hampir selesai. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur mengerahkan tiga alat berat untuk merobohkan bangunan yang berada di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, ini.

Namun, Dinas PUSDA Jatim masih membutuhkan armada pemadam kebakaran (damkar) yang siaga di lokasi. Armada damkar itu untuk menyiram tempat agar tidak berdebu. Sehingga ketika alat berat menaikkan material bongkaran ke atas dump truck, debu tidak sampai beterbangan dan mengganggu pengguna jalan atau pemilik toko yang berada di sisi kanan atau kiri lokasi.

BACA JUGA: Rangka Bangunan Kokoh Jadi Kendala Pembongkaran Jompo

Hanya saja, informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, armada damkar itu hanya sekali berada di lokasi saat hari pertama pembongkaran berlangsung. Idealnya, harus standby setiap hari. “Penyiraman itu untuk mengurangi polusi udara,” ujar Prabowo, Kepala UPT Dinas PUSDA Jawa Timur, Selasa (12/7).

Menurut dia, pembongkaran tujuh ruko tersebut memang perlu ekstra hati-hati. Karena lokasinya berada di pusat kota dan jalur arteri. Selain rentan menjadi musabab polusi udara yang mengganggu pengendara, persis di kanan kiri ruko juga terdapat bangunan lain milik warga.

Jadi, secara teknis, pembongkaran tidak bisa main hantam begitu saja. Sebelum tiga alat berat diterjunkan, beberapa pekerja harus memotong rangka besi terlebih dahulu. Karena besi rangka yang dipasang itu ukurannya cukup besar. Selain itu, rangka besi masih menancap di bagian lantai ruko dan beton sehingga rawan menyebabkan petaka jika langsung dibongkar. “Besinya masih menancap di bekas galian,” tutur Prabowo.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pembongkoran tujuh ruko yang berdiri di atas Sungai Jompo hampir selesai. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur mengerahkan tiga alat berat untuk merobohkan bangunan yang berada di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, ini.

Namun, Dinas PUSDA Jatim masih membutuhkan armada pemadam kebakaran (damkar) yang siaga di lokasi. Armada damkar itu untuk menyiram tempat agar tidak berdebu. Sehingga ketika alat berat menaikkan material bongkaran ke atas dump truck, debu tidak sampai beterbangan dan mengganggu pengguna jalan atau pemilik toko yang berada di sisi kanan atau kiri lokasi.

BACA JUGA: Rangka Bangunan Kokoh Jadi Kendala Pembongkaran Jompo

Hanya saja, informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, armada damkar itu hanya sekali berada di lokasi saat hari pertama pembongkaran berlangsung. Idealnya, harus standby setiap hari. “Penyiraman itu untuk mengurangi polusi udara,” ujar Prabowo, Kepala UPT Dinas PUSDA Jawa Timur, Selasa (12/7).

Menurut dia, pembongkaran tujuh ruko tersebut memang perlu ekstra hati-hati. Karena lokasinya berada di pusat kota dan jalur arteri. Selain rentan menjadi musabab polusi udara yang mengganggu pengendara, persis di kanan kiri ruko juga terdapat bangunan lain milik warga.

Jadi, secara teknis, pembongkaran tidak bisa main hantam begitu saja. Sebelum tiga alat berat diterjunkan, beberapa pekerja harus memotong rangka besi terlebih dahulu. Karena besi rangka yang dipasang itu ukurannya cukup besar. Selain itu, rangka besi masih menancap di bagian lantai ruko dan beton sehingga rawan menyebabkan petaka jika langsung dibongkar. “Besinya masih menancap di bekas galian,” tutur Prabowo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/