alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kasus Kades Narkoba Dilimpahkan Polres

Polda Tangkap Empat Petinggi Desa

Diduga Pemakai Bukan Bandar

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jawa Timur menjemput paksa oknum kepala desa (kades) di Jember, Kamis (10/6) dini hari, kasus penyalahgunaan narkoba yang menyasar pejabat politik tingkat desa itu mulai terkuak. Kabar terbaru, jumlah pelaku yang tertangkap bukan satu, melainkan empat orang. Semuanya menjabat kades di tiga kecamatan berbeda.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, pemeriksaan terhadap empat kades itu masih berjalan. Polisi juga terus menyelidiki kemungkinan adanya dugaan keterlibatan kades sebagai salah satu jaringan bandar narkoba di Jawa Timur. Namun sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan, para kades itu sebagai pemakai atau pemadat, bukan pengedar. “Dan barang bukti yang kami amankan tidak sampai lebih dari 5 gram narkoba,” jelas Gatot, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Gatot membenarkan, mengenai tersangka yang diamankan dan diperiksa itu berjumlah empat kades. Keempatnya adalah Kades Wonojati, Kecamatan Jenggawah; Kades Tempurejo, Kecamatan Tempurejo; Kades Glundengan, dan Kades Tamansari di Kecamatan Wuluhan. Kendati mereka diketahui sebagai pemakai, namun pihaknya mengaku bakal tetap mengembangkan kasus tersebut. “Sejauh ini pelaku memang diketahui sebagai pemakai. Untuk kemungkinan keterlibatan mereka sebagai jaringan bandar narkoba, masih kami kembangkan,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, Ditreskoba Polda Jatim merencanakan akan melimpahkan berkas perkara kasus keempat kades tersebut ke Polres Jember. Menurutnya, penanganan kasus tersebut dirasa cukup ditangani oleh polres. Terlebih, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku sebagai pemakai, dan barang bukti narkoba yang diamankan cukup sedikit. “Segera akan kami limpahkan berkasnya. Kemungkinan besok (hari ini, Red) atau lusa, beberapa hari ke depan,” sambungnya.

Terkait rencana pelimpahan berkas kasus keempat kades tersebut, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman membenarkannya. Menurut dia, kasus keempat pelaku memang akan ditangani oleh Polres Jember. “Nanti Tim Penyidik Polda Jatim akan ke Jember. Selebihnya diberitahukan lebih lanjut,” tukas kapolres.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Adi Wijaya mengaku, pihaknya telah mengetahui kabar penangkapan empat kades tersebut. Namun, sejauh ini, DPMD masih menunggu rilis resmi dari kepolisian mengenai status empat petinggi desa itu. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan masih menunggu informasi lebih lanjut. Yang jelas, kami perlu hitam di atas putih (tentang kepastian status empat kades, Red),” jelasnya.

Adi juga mengaku telah mendengar kabar bahwa kasus itu bakal dilimpahkan ke Polres Jember. Namun, untuk sikap DPMD seperti apa nantinya, pihaknya masih belum bisa mengambil keputusan lantaran statusnya belum jelas. Apakah saksi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau sudah ada kejelasan, nanti akan kami tindak lanjuti,” paparnya.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jawa Timur menjemput paksa oknum kepala desa (kades) di Jember, Kamis (10/6) dini hari, kasus penyalahgunaan narkoba yang menyasar pejabat politik tingkat desa itu mulai terkuak. Kabar terbaru, jumlah pelaku yang tertangkap bukan satu, melainkan empat orang. Semuanya menjabat kades di tiga kecamatan berbeda.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, pemeriksaan terhadap empat kades itu masih berjalan. Polisi juga terus menyelidiki kemungkinan adanya dugaan keterlibatan kades sebagai salah satu jaringan bandar narkoba di Jawa Timur. Namun sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan, para kades itu sebagai pemakai atau pemadat, bukan pengedar. “Dan barang bukti yang kami amankan tidak sampai lebih dari 5 gram narkoba,” jelas Gatot, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Gatot membenarkan, mengenai tersangka yang diamankan dan diperiksa itu berjumlah empat kades. Keempatnya adalah Kades Wonojati, Kecamatan Jenggawah; Kades Tempurejo, Kecamatan Tempurejo; Kades Glundengan, dan Kades Tamansari di Kecamatan Wuluhan. Kendati mereka diketahui sebagai pemakai, namun pihaknya mengaku bakal tetap mengembangkan kasus tersebut. “Sejauh ini pelaku memang diketahui sebagai pemakai. Untuk kemungkinan keterlibatan mereka sebagai jaringan bandar narkoba, masih kami kembangkan,” tambahnya.

Selanjutnya, Ditreskoba Polda Jatim merencanakan akan melimpahkan berkas perkara kasus keempat kades tersebut ke Polres Jember. Menurutnya, penanganan kasus tersebut dirasa cukup ditangani oleh polres. Terlebih, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku sebagai pemakai, dan barang bukti narkoba yang diamankan cukup sedikit. “Segera akan kami limpahkan berkasnya. Kemungkinan besok (hari ini, Red) atau lusa, beberapa hari ke depan,” sambungnya.

Terkait rencana pelimpahan berkas kasus keempat kades tersebut, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman membenarkannya. Menurut dia, kasus keempat pelaku memang akan ditangani oleh Polres Jember. “Nanti Tim Penyidik Polda Jatim akan ke Jember. Selebihnya diberitahukan lebih lanjut,” tukas kapolres.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Adi Wijaya mengaku, pihaknya telah mengetahui kabar penangkapan empat kades tersebut. Namun, sejauh ini, DPMD masih menunggu rilis resmi dari kepolisian mengenai status empat petinggi desa itu. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan masih menunggu informasi lebih lanjut. Yang jelas, kami perlu hitam di atas putih (tentang kepastian status empat kades, Red),” jelasnya.

Adi juga mengaku telah mendengar kabar bahwa kasus itu bakal dilimpahkan ke Polres Jember. Namun, untuk sikap DPMD seperti apa nantinya, pihaknya masih belum bisa mengambil keputusan lantaran statusnya belum jelas. Apakah saksi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau sudah ada kejelasan, nanti akan kami tindak lanjuti,” paparnya.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jawa Timur menjemput paksa oknum kepala desa (kades) di Jember, Kamis (10/6) dini hari, kasus penyalahgunaan narkoba yang menyasar pejabat politik tingkat desa itu mulai terkuak. Kabar terbaru, jumlah pelaku yang tertangkap bukan satu, melainkan empat orang. Semuanya menjabat kades di tiga kecamatan berbeda.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, pemeriksaan terhadap empat kades itu masih berjalan. Polisi juga terus menyelidiki kemungkinan adanya dugaan keterlibatan kades sebagai salah satu jaringan bandar narkoba di Jawa Timur. Namun sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan, para kades itu sebagai pemakai atau pemadat, bukan pengedar. “Dan barang bukti yang kami amankan tidak sampai lebih dari 5 gram narkoba,” jelas Gatot, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Gatot membenarkan, mengenai tersangka yang diamankan dan diperiksa itu berjumlah empat kades. Keempatnya adalah Kades Wonojati, Kecamatan Jenggawah; Kades Tempurejo, Kecamatan Tempurejo; Kades Glundengan, dan Kades Tamansari di Kecamatan Wuluhan. Kendati mereka diketahui sebagai pemakai, namun pihaknya mengaku bakal tetap mengembangkan kasus tersebut. “Sejauh ini pelaku memang diketahui sebagai pemakai. Untuk kemungkinan keterlibatan mereka sebagai jaringan bandar narkoba, masih kami kembangkan,” tambahnya.

Selanjutnya, Ditreskoba Polda Jatim merencanakan akan melimpahkan berkas perkara kasus keempat kades tersebut ke Polres Jember. Menurutnya, penanganan kasus tersebut dirasa cukup ditangani oleh polres. Terlebih, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku sebagai pemakai, dan barang bukti narkoba yang diamankan cukup sedikit. “Segera akan kami limpahkan berkasnya. Kemungkinan besok (hari ini, Red) atau lusa, beberapa hari ke depan,” sambungnya.

Terkait rencana pelimpahan berkas kasus keempat kades tersebut, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman membenarkannya. Menurut dia, kasus keempat pelaku memang akan ditangani oleh Polres Jember. “Nanti Tim Penyidik Polda Jatim akan ke Jember. Selebihnya diberitahukan lebih lanjut,” tukas kapolres.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Adi Wijaya mengaku, pihaknya telah mengetahui kabar penangkapan empat kades tersebut. Namun, sejauh ini, DPMD masih menunggu rilis resmi dari kepolisian mengenai status empat petinggi desa itu. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan masih menunggu informasi lebih lanjut. Yang jelas, kami perlu hitam di atas putih (tentang kepastian status empat kades, Red),” jelasnya.

Adi juga mengaku telah mendengar kabar bahwa kasus itu bakal dilimpahkan ke Polres Jember. Namun, untuk sikap DPMD seperti apa nantinya, pihaknya masih belum bisa mengambil keputusan lantaran statusnya belum jelas. Apakah saksi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Kalau sudah ada kejelasan, nanti akan kami tindak lanjuti,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/