alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Terdakwa Kasus Narkotika Diduga Masih Nge-fly Saat Jalani Sidang

Hakim Tegaskan Sidang Harus Ditunda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden mengejutkan terjadi di tengah jalannya sidang kasus narkotika, kemarin (11/5). Terdakwa Edy Santoso, warga asal Kecamatan Jenggawah, diduga masih dalam pengaruh obat-obatan tersebut. Terdakwa diketahui beberapa kali hilang kesadaran saat persidangan berlangsung.

BACA JUGA : Akibat Data Amburadul, 8.000 Bansos Ngendon Tak Tersalurkan

Fenomena ini terjadi dalam sidang yang dilakukan secara daring oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Jember. Sidang dipimpin Hakim Ketua Didit Pambudi Widodo. Agendanya pemeriksaan saksi-saksi terkait dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU). Sidang dilaksanakan secara daring dan terdakwa ada di Lapas Kelas II A Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saksi yang dihadirkan oleh JPU merupakan anggota Polsek Jenggawah, yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Pada persidangan tersebut, terdapat dua saksi dari JPU yang membeberkan kasus penggunaan narkotika oleh terdakwa.

“Kami mengadakan penggeledahan di rumah terdakwa, dan menemukan sejumlah plastik kecil yang berisi obat-obatan terlarang tersebut,” kata salah seorang saksi yang dihadirkan JPU. Saksi juga menyampaikan pengakuan terdakwa terhadap penggunaan obat-obatan terlarang tersebut.

“Dia mengaku sejumlah barang terlarang tersebut dikonsumsi sendiri. sebagian juga ada yang dijual,” kata satu saksi lagi yang dihadirkan JPU. Menurutnya, terdakwa memperoleh barang tersebut dari bandar besar yang belum diketahui keberadaannya. Terdakwa kerap melakukan cash on delivery (COD) dengan bandar, bahkan tidak jarang diantar langsung ke rumah terdakwa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden mengejutkan terjadi di tengah jalannya sidang kasus narkotika, kemarin (11/5). Terdakwa Edy Santoso, warga asal Kecamatan Jenggawah, diduga masih dalam pengaruh obat-obatan tersebut. Terdakwa diketahui beberapa kali hilang kesadaran saat persidangan berlangsung.

BACA JUGA : Akibat Data Amburadul, 8.000 Bansos Ngendon Tak Tersalurkan

Fenomena ini terjadi dalam sidang yang dilakukan secara daring oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Jember. Sidang dipimpin Hakim Ketua Didit Pambudi Widodo. Agendanya pemeriksaan saksi-saksi terkait dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU). Sidang dilaksanakan secara daring dan terdakwa ada di Lapas Kelas II A Jember.

Saksi yang dihadirkan oleh JPU merupakan anggota Polsek Jenggawah, yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Pada persidangan tersebut, terdapat dua saksi dari JPU yang membeberkan kasus penggunaan narkotika oleh terdakwa.

“Kami mengadakan penggeledahan di rumah terdakwa, dan menemukan sejumlah plastik kecil yang berisi obat-obatan terlarang tersebut,” kata salah seorang saksi yang dihadirkan JPU. Saksi juga menyampaikan pengakuan terdakwa terhadap penggunaan obat-obatan terlarang tersebut.

“Dia mengaku sejumlah barang terlarang tersebut dikonsumsi sendiri. sebagian juga ada yang dijual,” kata satu saksi lagi yang dihadirkan JPU. Menurutnya, terdakwa memperoleh barang tersebut dari bandar besar yang belum diketahui keberadaannya. Terdakwa kerap melakukan cash on delivery (COD) dengan bandar, bahkan tidak jarang diantar langsung ke rumah terdakwa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden mengejutkan terjadi di tengah jalannya sidang kasus narkotika, kemarin (11/5). Terdakwa Edy Santoso, warga asal Kecamatan Jenggawah, diduga masih dalam pengaruh obat-obatan tersebut. Terdakwa diketahui beberapa kali hilang kesadaran saat persidangan berlangsung.

BACA JUGA : Akibat Data Amburadul, 8.000 Bansos Ngendon Tak Tersalurkan

Fenomena ini terjadi dalam sidang yang dilakukan secara daring oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Jember. Sidang dipimpin Hakim Ketua Didit Pambudi Widodo. Agendanya pemeriksaan saksi-saksi terkait dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU). Sidang dilaksanakan secara daring dan terdakwa ada di Lapas Kelas II A Jember.

Saksi yang dihadirkan oleh JPU merupakan anggota Polsek Jenggawah, yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Pada persidangan tersebut, terdapat dua saksi dari JPU yang membeberkan kasus penggunaan narkotika oleh terdakwa.

“Kami mengadakan penggeledahan di rumah terdakwa, dan menemukan sejumlah plastik kecil yang berisi obat-obatan terlarang tersebut,” kata salah seorang saksi yang dihadirkan JPU. Saksi juga menyampaikan pengakuan terdakwa terhadap penggunaan obat-obatan terlarang tersebut.

“Dia mengaku sejumlah barang terlarang tersebut dikonsumsi sendiri. sebagian juga ada yang dijual,” kata satu saksi lagi yang dihadirkan JPU. Menurutnya, terdakwa memperoleh barang tersebut dari bandar besar yang belum diketahui keberadaannya. Terdakwa kerap melakukan cash on delivery (COD) dengan bandar, bahkan tidak jarang diantar langsung ke rumah terdakwa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/