alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Longsor di Sumberbaru, Rumah warga Terancam Ambruk

Mobile_AP_Rectangle 1

Pada saat tanah mulai longsor, warga setempat banyak mengambil video hingga viral di media sosial. Saat detik-detik tanah longsor terjadi, warga menyebut nama Tuhan. “Ya Allah mudah-mudahan longsor tidak merembet ke tempat lain,” teriak warga yang panik. Pada saat longsor, Misno mengaku sedang bersama istri dan anaknya di dalam rumah. Longsoran itu terjadi malam hari, sehingga warga di sekitar banyak yang panik.

Kades Gelang Yusro mengatakan, kejadian itu langsung dilaporkan ke muspika setempat dan BPBD Kabupaten Jember. Longsor yang terjadi ketinggiannya diketahui sekitar 20 meter. “Kami juga memerintahkan kasun untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja yang diperlukan warga sekitar untuk kemudian dilaporkan ke camat dan bupati,” kata Yusro.

Dia juga mengimbau kepada warga yang terdampak longsor agar sementara waktu tidak menempati rumahnya. Terlebih, saat terjadi hujan deras dan lama. Warga diminta mengamankan diri ke tempat aman. Warga maupun pemerintah desa berharap Bupati Jember Hendy Siswanto segera mengecek sekaligus melakukan upaya antisipasi agar longsor tidak sampai memakan korban. “Untuk bisa ke lokasi longsor tidak bisa dijangkau dengan mobil, harus pakai motor. Mudah-mudahan segera ada perhatian dari Pemkab Jember,” harap Yusro.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, AKP Fathur Rachman, Kapolsek Sumberbaru, mengatakan, longsor di depan rumah warga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi. “Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena longsoran itu hanya sampai di depan rumah warga saja. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi longsor susulan, maka dipasang bambu pengaman,” kata mantan Kapolsek Semboro ini. (jum/c2/nur).

- Advertisement -

Pada saat tanah mulai longsor, warga setempat banyak mengambil video hingga viral di media sosial. Saat detik-detik tanah longsor terjadi, warga menyebut nama Tuhan. “Ya Allah mudah-mudahan longsor tidak merembet ke tempat lain,” teriak warga yang panik. Pada saat longsor, Misno mengaku sedang bersama istri dan anaknya di dalam rumah. Longsoran itu terjadi malam hari, sehingga warga di sekitar banyak yang panik.

Kades Gelang Yusro mengatakan, kejadian itu langsung dilaporkan ke muspika setempat dan BPBD Kabupaten Jember. Longsor yang terjadi ketinggiannya diketahui sekitar 20 meter. “Kami juga memerintahkan kasun untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja yang diperlukan warga sekitar untuk kemudian dilaporkan ke camat dan bupati,” kata Yusro.

Dia juga mengimbau kepada warga yang terdampak longsor agar sementara waktu tidak menempati rumahnya. Terlebih, saat terjadi hujan deras dan lama. Warga diminta mengamankan diri ke tempat aman. Warga maupun pemerintah desa berharap Bupati Jember Hendy Siswanto segera mengecek sekaligus melakukan upaya antisipasi agar longsor tidak sampai memakan korban. “Untuk bisa ke lokasi longsor tidak bisa dijangkau dengan mobil, harus pakai motor. Mudah-mudahan segera ada perhatian dari Pemkab Jember,” harap Yusro.

Sementara itu, AKP Fathur Rachman, Kapolsek Sumberbaru, mengatakan, longsor di depan rumah warga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi. “Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena longsoran itu hanya sampai di depan rumah warga saja. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi longsor susulan, maka dipasang bambu pengaman,” kata mantan Kapolsek Semboro ini. (jum/c2/nur).

Pada saat tanah mulai longsor, warga setempat banyak mengambil video hingga viral di media sosial. Saat detik-detik tanah longsor terjadi, warga menyebut nama Tuhan. “Ya Allah mudah-mudahan longsor tidak merembet ke tempat lain,” teriak warga yang panik. Pada saat longsor, Misno mengaku sedang bersama istri dan anaknya di dalam rumah. Longsoran itu terjadi malam hari, sehingga warga di sekitar banyak yang panik.

Kades Gelang Yusro mengatakan, kejadian itu langsung dilaporkan ke muspika setempat dan BPBD Kabupaten Jember. Longsor yang terjadi ketinggiannya diketahui sekitar 20 meter. “Kami juga memerintahkan kasun untuk menginventarisasi kebutuhan apa saja yang diperlukan warga sekitar untuk kemudian dilaporkan ke camat dan bupati,” kata Yusro.

Dia juga mengimbau kepada warga yang terdampak longsor agar sementara waktu tidak menempati rumahnya. Terlebih, saat terjadi hujan deras dan lama. Warga diminta mengamankan diri ke tempat aman. Warga maupun pemerintah desa berharap Bupati Jember Hendy Siswanto segera mengecek sekaligus melakukan upaya antisipasi agar longsor tidak sampai memakan korban. “Untuk bisa ke lokasi longsor tidak bisa dijangkau dengan mobil, harus pakai motor. Mudah-mudahan segera ada perhatian dari Pemkab Jember,” harap Yusro.

Sementara itu, AKP Fathur Rachman, Kapolsek Sumberbaru, mengatakan, longsor di depan rumah warga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi. “Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena longsoran itu hanya sampai di depan rumah warga saja. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi longsor susulan, maka dipasang bambu pengaman,” kata mantan Kapolsek Semboro ini. (jum/c2/nur).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/