alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sempat Dituding Bakar Sampah Medis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah tempat penampungan sampah milik Puskesmas Wuluhan mendadak jadi bahan pembicaraan di media sosial. Itu lantaran diduga melakukan pembakaran sampah medis, beberapa hari lalu. Dalam postingan tersebut, warga setempat mengeluhkan pembakaran tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas mereka. Terlebih, lokasi puskesmas yang tepat bersebelahan dengan pasar tradisional di Wuluhan.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember ke lokasi, Kamis siang (11/3), menunjukkan, terdapat bekas aktivitas pembakaran di tempat penampungan sampah itu. Pedagang di pasar tersebut juga membenarkan. “Memang kadang dibuat bakar-bakar, tapi tidak tahu bakar apa,” aku salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya.

Juru parkir di pasar tersebut juga mengakui, aktivitas pembakaran memang sering dilakukan. Tapi tidak diketahui apa yang dibakar. Sebab, antara pasar dengan puskesmas dipisahkan dinding setinggi kurang lebih tiga meter.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasi ke pihak puskesmas, namun puskesmas tutup karena libur Isra Mikraj. Hanya ada petugas penjaga. “Memang benar dibakar sampahnya, tapi itu sampah hasil bersih-bersih kemarin, bukan sampah medis,” beber Samik, penjaga puskesmas Wuluhan.

Dirinya memaparkan, sebenarnya pihak puskesmas tidak bisa serampangan membuang sampah medis, apalagi sampai membakarnya. Sebab, selain diakui berdampak pada kondisi lingkungan, juga berdampak pada kesehatan. “Sampah medis biasanya kita tumpuk di belakang sebelah penampungan. Nanti ada petugas khusus yang mengambil, dibawa ke kota,” jelasnya.

Dia juga menyayangkan tudingan seperti itu sudah kerap dilayangkan warga ke pihak puskesmas. “Mungkin karena puskesmas berdempetan dengan lingkungan warga, pasar. Jadi, kalau ada aktivitas apa-apa, selalu disalahkan. Padahal soal sampah medis itu, kita juga tahu kalau itu berbahaya. Makanya sampahnya tidak dibakar, tapi diambil petugas khusus,” imbuh Samik saat ditemui, kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah tempat penampungan sampah milik Puskesmas Wuluhan mendadak jadi bahan pembicaraan di media sosial. Itu lantaran diduga melakukan pembakaran sampah medis, beberapa hari lalu. Dalam postingan tersebut, warga setempat mengeluhkan pembakaran tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas mereka. Terlebih, lokasi puskesmas yang tepat bersebelahan dengan pasar tradisional di Wuluhan.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember ke lokasi, Kamis siang (11/3), menunjukkan, terdapat bekas aktivitas pembakaran di tempat penampungan sampah itu. Pedagang di pasar tersebut juga membenarkan. “Memang kadang dibuat bakar-bakar, tapi tidak tahu bakar apa,” aku salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya.

Juru parkir di pasar tersebut juga mengakui, aktivitas pembakaran memang sering dilakukan. Tapi tidak diketahui apa yang dibakar. Sebab, antara pasar dengan puskesmas dipisahkan dinding setinggi kurang lebih tiga meter.

Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasi ke pihak puskesmas, namun puskesmas tutup karena libur Isra Mikraj. Hanya ada petugas penjaga. “Memang benar dibakar sampahnya, tapi itu sampah hasil bersih-bersih kemarin, bukan sampah medis,” beber Samik, penjaga puskesmas Wuluhan.

Dirinya memaparkan, sebenarnya pihak puskesmas tidak bisa serampangan membuang sampah medis, apalagi sampai membakarnya. Sebab, selain diakui berdampak pada kondisi lingkungan, juga berdampak pada kesehatan. “Sampah medis biasanya kita tumpuk di belakang sebelah penampungan. Nanti ada petugas khusus yang mengambil, dibawa ke kota,” jelasnya.

Dia juga menyayangkan tudingan seperti itu sudah kerap dilayangkan warga ke pihak puskesmas. “Mungkin karena puskesmas berdempetan dengan lingkungan warga, pasar. Jadi, kalau ada aktivitas apa-apa, selalu disalahkan. Padahal soal sampah medis itu, kita juga tahu kalau itu berbahaya. Makanya sampahnya tidak dibakar, tapi diambil petugas khusus,” imbuh Samik saat ditemui, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah tempat penampungan sampah milik Puskesmas Wuluhan mendadak jadi bahan pembicaraan di media sosial. Itu lantaran diduga melakukan pembakaran sampah medis, beberapa hari lalu. Dalam postingan tersebut, warga setempat mengeluhkan pembakaran tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas mereka. Terlebih, lokasi puskesmas yang tepat bersebelahan dengan pasar tradisional di Wuluhan.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember ke lokasi, Kamis siang (11/3), menunjukkan, terdapat bekas aktivitas pembakaran di tempat penampungan sampah itu. Pedagang di pasar tersebut juga membenarkan. “Memang kadang dibuat bakar-bakar, tapi tidak tahu bakar apa,” aku salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya.

Juru parkir di pasar tersebut juga mengakui, aktivitas pembakaran memang sering dilakukan. Tapi tidak diketahui apa yang dibakar. Sebab, antara pasar dengan puskesmas dipisahkan dinding setinggi kurang lebih tiga meter.

Jawa Pos Radar Jember mencoba mengonfirmasi ke pihak puskesmas, namun puskesmas tutup karena libur Isra Mikraj. Hanya ada petugas penjaga. “Memang benar dibakar sampahnya, tapi itu sampah hasil bersih-bersih kemarin, bukan sampah medis,” beber Samik, penjaga puskesmas Wuluhan.

Dirinya memaparkan, sebenarnya pihak puskesmas tidak bisa serampangan membuang sampah medis, apalagi sampai membakarnya. Sebab, selain diakui berdampak pada kondisi lingkungan, juga berdampak pada kesehatan. “Sampah medis biasanya kita tumpuk di belakang sebelah penampungan. Nanti ada petugas khusus yang mengambil, dibawa ke kota,” jelasnya.

Dia juga menyayangkan tudingan seperti itu sudah kerap dilayangkan warga ke pihak puskesmas. “Mungkin karena puskesmas berdempetan dengan lingkungan warga, pasar. Jadi, kalau ada aktivitas apa-apa, selalu disalahkan. Padahal soal sampah medis itu, kita juga tahu kalau itu berbahaya. Makanya sampahnya tidak dibakar, tapi diambil petugas khusus,” imbuh Samik saat ditemui, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/