alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Kerangka Tandon SD yang Ambruk Diganti Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari setelah penyangga tandon ambruk, CV Jaya Karya merangkai kembali besi penyangga tandon di SDN Kramat Sukoharjo 03, Jecamatan yang ambruk.

Namun, Panitia Khusus DPRD Jember bersikukuh tidak mau dengan tindakan rekanan saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Jumat, (12/3).

CV Jaya Karya adalah rekanan Satgas COVID-19 Jember untuk pengadaaan paket wastafel dan tandon ke beberapa lembaga baik lembaga negeri maupum swasta. Perusahaan ini sebatas mengelas kembali kerangka besi yang sebelumnya ambruk dan mengganti barang baru pada bagian tabung penampung air.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kemarin setelah ambruk langsung kami perbaiki. Tapi karena permintaan Pimpro (Pimpinan Proyek, sekarang berganti istilah Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK) dan DPRD minta baru, kami ganti baru,” kata Agus pemilik CV Jaya Karya.

Menurut dia, hal itu dilakukan meski sejatinya pekerjaannya belum terbayar oleh Satgas COVID-19 Pemkab Jember. Tandon dan wastafel di SDN Kramat Sukoharjo 03 itu merupakan bagian satu paket dengan empat lokasi sekolah lainnya di Tanggul dengan anggaran sekitar Rp 285 juta.

Sementara Harifin. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satgas COVID-19 Jember mengakui memang CV Jaya Karya belum dibayar kendati telah mengerjakan proyeknya. Ironisnya, kondisi semacam itu juga terjadi pada puluhan rekanan lain yang menggarap sekitar 76 paket wastafel dan tandon.

Harifin beralasan, pembayaran terkendala waktu. “Pekerjaan dan SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) sudah selesai, tapi waktu pencairan terlambat maksimal 28 Desember 2020 lalu,” ujarnya.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan, tercatat alokasi anggaran COVID-19 sebanyak Rp 479,4 miliar dan sekitar Rp 220 miliar dicairkan lebih dulu melalui transfer ke bendahara pengeluaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari setelah penyangga tandon ambruk, CV Jaya Karya merangkai kembali besi penyangga tandon di SDN Kramat Sukoharjo 03, Jecamatan yang ambruk.

Namun, Panitia Khusus DPRD Jember bersikukuh tidak mau dengan tindakan rekanan saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Jumat, (12/3).

CV Jaya Karya adalah rekanan Satgas COVID-19 Jember untuk pengadaaan paket wastafel dan tandon ke beberapa lembaga baik lembaga negeri maupum swasta. Perusahaan ini sebatas mengelas kembali kerangka besi yang sebelumnya ambruk dan mengganti barang baru pada bagian tabung penampung air.

“Kemarin setelah ambruk langsung kami perbaiki. Tapi karena permintaan Pimpro (Pimpinan Proyek, sekarang berganti istilah Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK) dan DPRD minta baru, kami ganti baru,” kata Agus pemilik CV Jaya Karya.

Menurut dia, hal itu dilakukan meski sejatinya pekerjaannya belum terbayar oleh Satgas COVID-19 Pemkab Jember. Tandon dan wastafel di SDN Kramat Sukoharjo 03 itu merupakan bagian satu paket dengan empat lokasi sekolah lainnya di Tanggul dengan anggaran sekitar Rp 285 juta.

Sementara Harifin. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satgas COVID-19 Jember mengakui memang CV Jaya Karya belum dibayar kendati telah mengerjakan proyeknya. Ironisnya, kondisi semacam itu juga terjadi pada puluhan rekanan lain yang menggarap sekitar 76 paket wastafel dan tandon.

Harifin beralasan, pembayaran terkendala waktu. “Pekerjaan dan SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) sudah selesai, tapi waktu pencairan terlambat maksimal 28 Desember 2020 lalu,” ujarnya.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan, tercatat alokasi anggaran COVID-19 sebanyak Rp 479,4 miliar dan sekitar Rp 220 miliar dicairkan lebih dulu melalui transfer ke bendahara pengeluaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sehari setelah penyangga tandon ambruk, CV Jaya Karya merangkai kembali besi penyangga tandon di SDN Kramat Sukoharjo 03, Jecamatan yang ambruk.

Namun, Panitia Khusus DPRD Jember bersikukuh tidak mau dengan tindakan rekanan saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Jumat, (12/3).

CV Jaya Karya adalah rekanan Satgas COVID-19 Jember untuk pengadaaan paket wastafel dan tandon ke beberapa lembaga baik lembaga negeri maupum swasta. Perusahaan ini sebatas mengelas kembali kerangka besi yang sebelumnya ambruk dan mengganti barang baru pada bagian tabung penampung air.

“Kemarin setelah ambruk langsung kami perbaiki. Tapi karena permintaan Pimpro (Pimpinan Proyek, sekarang berganti istilah Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK) dan DPRD minta baru, kami ganti baru,” kata Agus pemilik CV Jaya Karya.

Menurut dia, hal itu dilakukan meski sejatinya pekerjaannya belum terbayar oleh Satgas COVID-19 Pemkab Jember. Tandon dan wastafel di SDN Kramat Sukoharjo 03 itu merupakan bagian satu paket dengan empat lokasi sekolah lainnya di Tanggul dengan anggaran sekitar Rp 285 juta.

Sementara Harifin. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satgas COVID-19 Jember mengakui memang CV Jaya Karya belum dibayar kendati telah mengerjakan proyeknya. Ironisnya, kondisi semacam itu juga terjadi pada puluhan rekanan lain yang menggarap sekitar 76 paket wastafel dan tandon.

Harifin beralasan, pembayaran terkendala waktu. “Pekerjaan dan SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) sudah selesai, tapi waktu pencairan terlambat maksimal 28 Desember 2020 lalu,” ujarnya.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan, tercatat alokasi anggaran COVID-19 sebanyak Rp 479,4 miliar dan sekitar Rp 220 miliar dicairkan lebih dulu melalui transfer ke bendahara pengeluaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/