alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pulang Akibat Pandemi, Pengalaman Berlatih di Ibu Kota Jadi Motivasi

Abkharin Fauziyah menjadi salah satu pebulu tangkis putri andalan Jember. Kini, dia telah kembali ke Kota Suwar-Suwir setelah mencicipi sekolah di PB Jaya Raya, Jakarta. Walau pulang akibat pandemi, dia tidak mau berhenti dan tetap menjalani latihan di tanah kelahirannya.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, seluruh atlet bulu tangkis yang dikirim ke kejuaraan persahabatan di Banyuwangi telah berkumpul di GOR Bulu Tangkis Argopuro. Mengenakan jersey merah-merah, mereka mendengarkan satu dua kata nasihat dan motivasi dari pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Namun, tiba-tiba Ketua PBSI Jember Ervan Friambodo memanggil satu nama. “Lha, ini Abkharin baru juara di kompetisi PB Sony Dwi Kuncoro di Surabaya, ayo maju!” ajaknya.

Mendapatkan apresiasi tersebut, Karin, sapaan akrabnya, tak lantas jadi besar kepala. Dia tampak bercengkerama dengan rekan-rekannya. Meski kondisi GOR Argopuro yang jadul dan jauh sekali dengan GOR bulu tangkis di ibu kota, tapi tetap membuat Karin nyaman. Apalagi, sarana olahraga yang dekat dengan Pasar Tanjung ini juga menjadi saksi perjalanan karirnya dalam mengikuti berbagai kejuaraan hingga mengantarkannya seperti sekarang.

Bila tidak ada pandemi, sejatinya Karin harus menjalani latihan intensif di PB Jaya Raya, Jakarta. Sekolah bulu tangkis tersebut memang menjadi cita-citanya karena dia ingin berkembang lebih jauh di dunia tepok bulu. Namun, pada Maret 2020 lalu, akibat pandemi Covid-19, sesi latihan di PB Jaya Raya harus mandek. Karenanya, Karin harus kembali ke Jember. “Balik ke Jember itu Maret. Sekitar tiga bulan latihan di PB Jaya Raya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karin mengaku, saat belajar di Jakarta, bukan kondisi GOR dengan karpet hijau, lampu terang, bersih, dan rapi, yang membuatnya tertarik. Namun, kata dia, ada hal yang menjadikan pelajaran tersendiri dari sekolah bulu tangkis di ibu kota tersebut. “Di sana (PB Jaya Raya, Red) harus pintar cara bersosialisasi,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, seluruh atlet bulu tangkis yang dikirim ke kejuaraan persahabatan di Banyuwangi telah berkumpul di GOR Bulu Tangkis Argopuro. Mengenakan jersey merah-merah, mereka mendengarkan satu dua kata nasihat dan motivasi dari pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Namun, tiba-tiba Ketua PBSI Jember Ervan Friambodo memanggil satu nama. “Lha, ini Abkharin baru juara di kompetisi PB Sony Dwi Kuncoro di Surabaya, ayo maju!” ajaknya.

Mendapatkan apresiasi tersebut, Karin, sapaan akrabnya, tak lantas jadi besar kepala. Dia tampak bercengkerama dengan rekan-rekannya. Meski kondisi GOR Argopuro yang jadul dan jauh sekali dengan GOR bulu tangkis di ibu kota, tapi tetap membuat Karin nyaman. Apalagi, sarana olahraga yang dekat dengan Pasar Tanjung ini juga menjadi saksi perjalanan karirnya dalam mengikuti berbagai kejuaraan hingga mengantarkannya seperti sekarang.

Bila tidak ada pandemi, sejatinya Karin harus menjalani latihan intensif di PB Jaya Raya, Jakarta. Sekolah bulu tangkis tersebut memang menjadi cita-citanya karena dia ingin berkembang lebih jauh di dunia tepok bulu. Namun, pada Maret 2020 lalu, akibat pandemi Covid-19, sesi latihan di PB Jaya Raya harus mandek. Karenanya, Karin harus kembali ke Jember. “Balik ke Jember itu Maret. Sekitar tiga bulan latihan di PB Jaya Raya,” jelasnya.

Karin mengaku, saat belajar di Jakarta, bukan kondisi GOR dengan karpet hijau, lampu terang, bersih, dan rapi, yang membuatnya tertarik. Namun, kata dia, ada hal yang menjadikan pelajaran tersendiri dari sekolah bulu tangkis di ibu kota tersebut. “Di sana (PB Jaya Raya, Red) harus pintar cara bersosialisasi,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, seluruh atlet bulu tangkis yang dikirim ke kejuaraan persahabatan di Banyuwangi telah berkumpul di GOR Bulu Tangkis Argopuro. Mengenakan jersey merah-merah, mereka mendengarkan satu dua kata nasihat dan motivasi dari pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Namun, tiba-tiba Ketua PBSI Jember Ervan Friambodo memanggil satu nama. “Lha, ini Abkharin baru juara di kompetisi PB Sony Dwi Kuncoro di Surabaya, ayo maju!” ajaknya.

Mendapatkan apresiasi tersebut, Karin, sapaan akrabnya, tak lantas jadi besar kepala. Dia tampak bercengkerama dengan rekan-rekannya. Meski kondisi GOR Argopuro yang jadul dan jauh sekali dengan GOR bulu tangkis di ibu kota, tapi tetap membuat Karin nyaman. Apalagi, sarana olahraga yang dekat dengan Pasar Tanjung ini juga menjadi saksi perjalanan karirnya dalam mengikuti berbagai kejuaraan hingga mengantarkannya seperti sekarang.

Bila tidak ada pandemi, sejatinya Karin harus menjalani latihan intensif di PB Jaya Raya, Jakarta. Sekolah bulu tangkis tersebut memang menjadi cita-citanya karena dia ingin berkembang lebih jauh di dunia tepok bulu. Namun, pada Maret 2020 lalu, akibat pandemi Covid-19, sesi latihan di PB Jaya Raya harus mandek. Karenanya, Karin harus kembali ke Jember. “Balik ke Jember itu Maret. Sekitar tiga bulan latihan di PB Jaya Raya,” jelasnya.

Karin mengaku, saat belajar di Jakarta, bukan kondisi GOR dengan karpet hijau, lampu terang, bersih, dan rapi, yang membuatnya tertarik. Namun, kata dia, ada hal yang menjadikan pelajaran tersendiri dari sekolah bulu tangkis di ibu kota tersebut. “Di sana (PB Jaya Raya, Red) harus pintar cara bersosialisasi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/