alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Lima Menit, 30 Pelanggar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Hal tersebut dibuktikan dari pantauan Jawa Pos Radar Jember di tiga titik, yakni Jalan Letjen Panjaitan, Jalan PB Sudirman, dan Jalan Gadjah Mada. Dalam durasi lima menit di masing-masing lokasi pemantauan, sudah ada puluhan pelanggar.

Rata-rata para pengendara melanggar markah jalan dan tak mengindahkan rambu lalu lintas. Seperti diketahui, terpampang larangan balik arah pada tiga titik itu. Artinya, para pengendara dilarang memutar arah karena berisiko terjadinya kecelakaan. Selain itu, ada markah garis sambung yang berarti para pengendara tak boleh melintasi batas itu lantaran sangat berbahaya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Meski begitu, masih banyak yang melanggar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasar pantauan, ada 30 pengendara yang melanggar di Jalan Letjen Panjaitan, kemarin. Padahal, angka itu didapat dalam pemantauan selama lima menit saja. Yakni, pada 13.37 hingga 13.42. “Di sini memang banyak pelanggar, apalagi kalau tak ada polisi di posnya,” ulas M. Kholil.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Hal tersebut dibuktikan dari pantauan Jawa Pos Radar Jember di tiga titik, yakni Jalan Letjen Panjaitan, Jalan PB Sudirman, dan Jalan Gadjah Mada. Dalam durasi lima menit di masing-masing lokasi pemantauan, sudah ada puluhan pelanggar.

Rata-rata para pengendara melanggar markah jalan dan tak mengindahkan rambu lalu lintas. Seperti diketahui, terpampang larangan balik arah pada tiga titik itu. Artinya, para pengendara dilarang memutar arah karena berisiko terjadinya kecelakaan. Selain itu, ada markah garis sambung yang berarti para pengendara tak boleh melintasi batas itu lantaran sangat berbahaya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Meski begitu, masih banyak yang melanggar.

Berdasar pantauan, ada 30 pengendara yang melanggar di Jalan Letjen Panjaitan, kemarin. Padahal, angka itu didapat dalam pemantauan selama lima menit saja. Yakni, pada 13.37 hingga 13.42. “Di sini memang banyak pelanggar, apalagi kalau tak ada polisi di posnya,” ulas M. Kholil.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Hal tersebut dibuktikan dari pantauan Jawa Pos Radar Jember di tiga titik, yakni Jalan Letjen Panjaitan, Jalan PB Sudirman, dan Jalan Gadjah Mada. Dalam durasi lima menit di masing-masing lokasi pemantauan, sudah ada puluhan pelanggar.

Rata-rata para pengendara melanggar markah jalan dan tak mengindahkan rambu lalu lintas. Seperti diketahui, terpampang larangan balik arah pada tiga titik itu. Artinya, para pengendara dilarang memutar arah karena berisiko terjadinya kecelakaan. Selain itu, ada markah garis sambung yang berarti para pengendara tak boleh melintasi batas itu lantaran sangat berbahaya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Meski begitu, masih banyak yang melanggar.

Berdasar pantauan, ada 30 pengendara yang melanggar di Jalan Letjen Panjaitan, kemarin. Padahal, angka itu didapat dalam pemantauan selama lima menit saja. Yakni, pada 13.37 hingga 13.42. “Di sini memang banyak pelanggar, apalagi kalau tak ada polisi di posnya,” ulas M. Kholil.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/