alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Pulang Merumput, Remaja Asal Balung Tersambar Petir di Depan Ayahnya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Mulyadi segera berlari setelah melihat anaknya tersambar petir tak jauh dari lokasinya berjalan. Warga Dusun Krajan Kidul, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember tersebut mendekap buah hatinya. Dia berteriak meminta bantuan. Namun, anaknya itu tak tertolong dan meninggal setelah dibawa ke rumahnya yang tak jauh dari sawah lokasi korban tersambar geledek.

Petaka yang terjadi, Sabtu (11/6) sore itu, menimpa Bakir, remaja 16 tahun, ketika membantu sang bapak mencari rumput di areal persawahan dekat rumahnya.

Selepas mencari rumput, cuaca mendung disertai petir. Melihat cuaca mulai tak bersahabat, Mulyadi meminta anaknya pulang duluan sembari membawa rumput.

Mobile_AP_Rectangle 2

Korban berjalan mendahului bapaknya. Sementara Mulyadi menyusul di belakang berjarak satu petak sawah. Namun nahas, saat perjalanan pulang, petir menyambar remaja tersebut.

Mulyadi langsung melempar rumput yang dia panggul dan segera menolong anaknya. “Saat itu bapak korban berteriak minta tolong ke saudara dan tetangganya, karena memang lokasinya sudah dekat dengan rumah korban. Tetangga yang mendengar teriakan bapak korban langsung menolong dan membawanya ke rumah korban,” ujar Wawan, Kepala Dusun Krajan Kidul.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Mulyadi segera berlari setelah melihat anaknya tersambar petir tak jauh dari lokasinya berjalan. Warga Dusun Krajan Kidul, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember tersebut mendekap buah hatinya. Dia berteriak meminta bantuan. Namun, anaknya itu tak tertolong dan meninggal setelah dibawa ke rumahnya yang tak jauh dari sawah lokasi korban tersambar geledek.

Petaka yang terjadi, Sabtu (11/6) sore itu, menimpa Bakir, remaja 16 tahun, ketika membantu sang bapak mencari rumput di areal persawahan dekat rumahnya.

Selepas mencari rumput, cuaca mendung disertai petir. Melihat cuaca mulai tak bersahabat, Mulyadi meminta anaknya pulang duluan sembari membawa rumput.

Korban berjalan mendahului bapaknya. Sementara Mulyadi menyusul di belakang berjarak satu petak sawah. Namun nahas, saat perjalanan pulang, petir menyambar remaja tersebut.

Mulyadi langsung melempar rumput yang dia panggul dan segera menolong anaknya. “Saat itu bapak korban berteriak minta tolong ke saudara dan tetangganya, karena memang lokasinya sudah dekat dengan rumah korban. Tetangga yang mendengar teriakan bapak korban langsung menolong dan membawanya ke rumah korban,” ujar Wawan, Kepala Dusun Krajan Kidul.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Mulyadi segera berlari setelah melihat anaknya tersambar petir tak jauh dari lokasinya berjalan. Warga Dusun Krajan Kidul, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember tersebut mendekap buah hatinya. Dia berteriak meminta bantuan. Namun, anaknya itu tak tertolong dan meninggal setelah dibawa ke rumahnya yang tak jauh dari sawah lokasi korban tersambar geledek.

Petaka yang terjadi, Sabtu (11/6) sore itu, menimpa Bakir, remaja 16 tahun, ketika membantu sang bapak mencari rumput di areal persawahan dekat rumahnya.

Selepas mencari rumput, cuaca mendung disertai petir. Melihat cuaca mulai tak bersahabat, Mulyadi meminta anaknya pulang duluan sembari membawa rumput.

Korban berjalan mendahului bapaknya. Sementara Mulyadi menyusul di belakang berjarak satu petak sawah. Namun nahas, saat perjalanan pulang, petir menyambar remaja tersebut.

Mulyadi langsung melempar rumput yang dia panggul dan segera menolong anaknya. “Saat itu bapak korban berteriak minta tolong ke saudara dan tetangganya, karena memang lokasinya sudah dekat dengan rumah korban. Tetangga yang mendengar teriakan bapak korban langsung menolong dan membawanya ke rumah korban,” ujar Wawan, Kepala Dusun Krajan Kidul.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/