alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Selamatkan Wajah Jember 2008 Lalu, saat Jadi Tuan Rumah Tarung Bebas

Belajar silat tidak hanya bertujuan menjadi atlet, tapi juga meneruskan budaya dan seni bela diri leluhur. Meski begitu, ada pesilat Jember nonatlet yang mampu unjuk gigi di kejuaraan silat bebas hingga membawa harum nama daerah. Dia adalah Nas Rudin As Shodiq yang bernama asli Suprapto.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan peci hitam, baju dan celana hitam, serta sarung, Suprapto mulai melangkahkan kakinya di depan bupati, kapolres, dandim, dan pesilat lain. Di Pendapa Bupati Jember itu, Suprapto mulai bersiap memeragakan kesenian silat Cimande.

Gerakan seni silat tangan kosong hingga memakai tongkat, begitu menyatu dengan suara gendang dan gong. Tiga gerakan telah disajikan. Tepuk tangan dari penonton juga bergemuruh. Siapa sangka, di kalangan pesilat, nama Suprapto cukup harum. Lantaran dia sebagai juara di silat bebas. “Itu Shodiq yang juara silat bebas,” ucap Hasyim Arif, Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember.

Shodiq adalah nama yang akrab di telinga para pesilat. “Nama aslinya itu Suprapto. Tapi dikenal Nas Rudin As Shodiq,” terangnya. Apalagi, dalam acara kesepakatan pesilat di pendapa tersebut juga diumumkan akan ada kompetisi silat nantinya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu mengingatkan Suprapto atas keberhasilannya menjuarai ajang tarung bebas di Jember lebih satu dekade lalu. Walau tujuannya belajar bukan untuk menjadi atlet, namun pria yang karib disapa Shodiq tersebut tetap bisa membuktikan bahwa belajar silat juga tetap bermanfaat. Bukan justru disalahgunakan untuk pertarungan jalanan.

Tercatat pada 2008 lalu, dirinya menjuarai ajang silat bebas. “Tahun 2008 itu juara final lawan Probolinggo. Tahun sebelumnya kalah di final. Sedangkan 2011 hanya sampai di semifinal saja,” kata.

Pria 36 tahun asal Sumberejo, Ambulu, itu menjelaskan, perbedaan antara silat bebas dengan silat olahraga adalah pada sasaran serangan. “Kalau silat olahraga itu tidak boleh menyerang leher ke atas. Tapi, kalau silat bebas, boleh,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan peci hitam, baju dan celana hitam, serta sarung, Suprapto mulai melangkahkan kakinya di depan bupati, kapolres, dandim, dan pesilat lain. Di Pendapa Bupati Jember itu, Suprapto mulai bersiap memeragakan kesenian silat Cimande.

Gerakan seni silat tangan kosong hingga memakai tongkat, begitu menyatu dengan suara gendang dan gong. Tiga gerakan telah disajikan. Tepuk tangan dari penonton juga bergemuruh. Siapa sangka, di kalangan pesilat, nama Suprapto cukup harum. Lantaran dia sebagai juara di silat bebas. “Itu Shodiq yang juara silat bebas,” ucap Hasyim Arif, Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember.

Shodiq adalah nama yang akrab di telinga para pesilat. “Nama aslinya itu Suprapto. Tapi dikenal Nas Rudin As Shodiq,” terangnya. Apalagi, dalam acara kesepakatan pesilat di pendapa tersebut juga diumumkan akan ada kompetisi silat nantinya.

Hal itu mengingatkan Suprapto atas keberhasilannya menjuarai ajang tarung bebas di Jember lebih satu dekade lalu. Walau tujuannya belajar bukan untuk menjadi atlet, namun pria yang karib disapa Shodiq tersebut tetap bisa membuktikan bahwa belajar silat juga tetap bermanfaat. Bukan justru disalahgunakan untuk pertarungan jalanan.

Tercatat pada 2008 lalu, dirinya menjuarai ajang silat bebas. “Tahun 2008 itu juara final lawan Probolinggo. Tahun sebelumnya kalah di final. Sedangkan 2011 hanya sampai di semifinal saja,” kata.

Pria 36 tahun asal Sumberejo, Ambulu, itu menjelaskan, perbedaan antara silat bebas dengan silat olahraga adalah pada sasaran serangan. “Kalau silat olahraga itu tidak boleh menyerang leher ke atas. Tapi, kalau silat bebas, boleh,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan peci hitam, baju dan celana hitam, serta sarung, Suprapto mulai melangkahkan kakinya di depan bupati, kapolres, dandim, dan pesilat lain. Di Pendapa Bupati Jember itu, Suprapto mulai bersiap memeragakan kesenian silat Cimande.

Gerakan seni silat tangan kosong hingga memakai tongkat, begitu menyatu dengan suara gendang dan gong. Tiga gerakan telah disajikan. Tepuk tangan dari penonton juga bergemuruh. Siapa sangka, di kalangan pesilat, nama Suprapto cukup harum. Lantaran dia sebagai juara di silat bebas. “Itu Shodiq yang juara silat bebas,” ucap Hasyim Arif, Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember.

Shodiq adalah nama yang akrab di telinga para pesilat. “Nama aslinya itu Suprapto. Tapi dikenal Nas Rudin As Shodiq,” terangnya. Apalagi, dalam acara kesepakatan pesilat di pendapa tersebut juga diumumkan akan ada kompetisi silat nantinya.

Hal itu mengingatkan Suprapto atas keberhasilannya menjuarai ajang tarung bebas di Jember lebih satu dekade lalu. Walau tujuannya belajar bukan untuk menjadi atlet, namun pria yang karib disapa Shodiq tersebut tetap bisa membuktikan bahwa belajar silat juga tetap bermanfaat. Bukan justru disalahgunakan untuk pertarungan jalanan.

Tercatat pada 2008 lalu, dirinya menjuarai ajang silat bebas. “Tahun 2008 itu juara final lawan Probolinggo. Tahun sebelumnya kalah di final. Sedangkan 2011 hanya sampai di semifinal saja,” kata.

Pria 36 tahun asal Sumberejo, Ambulu, itu menjelaskan, perbedaan antara silat bebas dengan silat olahraga adalah pada sasaran serangan. “Kalau silat olahraga itu tidak boleh menyerang leher ke atas. Tapi, kalau silat bebas, boleh,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/