alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Bukan Episentrum, tapi Masih Berisiko

Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis data terkait dengan perkiraan adanya potensi tsunami di sisi selatan pesisir Jawa Timur. Namun, berdasarkan data tersebut, Kabupaten Jember tidak masuk dalam daftar potensi gempa tersebut.

Bahkan, sebelumnya simulasi BMKG juga memetakan daerah genangan tsunami. Antara lain Pantai Teluk Sumbreng, Trenggalek, setinggi 22 meter; Pantai Teluk, Pacitan, maksimal 22 meter; dan Pantai Muncar, Banyuwangi, maksimal 18 meter.

Meski bukan menjadi daerah episentrum atau pusat gempa, masyarakat Jember tetap perlu waspada akan datangnya potensi luapan yang ditimbulkan pada titik lain. Artinya, Jember masih bisa terdampak meski tak separah daerah lain. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember M Djamil saat ditemui di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (10/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Djamil, potensi adanya gempa di Jember dikuatkan oleh pihak BMKG yang juga melaksanakan upaya mitigasi di Jember selama dua minggu sejak Selasa (8/6) lalu. Tujuannya untuk melakukan pemetaan. Nantinya, pemetaan tersebut melingkupi 14 desa di enam kecamatan di pesisir pantai Kabupaten Jember.

Berdasarkan penelusuran sementara, Djamil menerangkan bahwa pemetaan itu minimal untuk merumuskan kesepakatan tentang titik lokasi evakuasi yang disepakati. Jalur evakuasi yang terbuka, dan metode evaluasi seperti apa yang pas untuk dilakukan sesuai situasi dan kondisi tempat yang beragam. Menurut dia, memang keberadaan jalan di lokasi berbeda-beda.

Jalur evakuasi memang kecil dan tak terlalu besar. Sebab, banyak jalan-jalan kecil. Meski begitu, dia menambahkan, jika bencana benar terjadi, minimal ada panduan evakuasi yang disiapkan sebelumnya. Sebab, berdasarkan perkiraan sementara, potensi ketinggian air yang bisa terjadi di Jember setinggi 19-20 meter dengan durasi waktu sampai di garis pantai antara 20-24 menit.

“Konsekuensinya, titik paling aman, warga pesisir harus menjauh minimal tiga kilometer,” ungkapnya. Salah satunya, permukiman di pesisir Puger yang jaraknya hanya ratusan meter dari bibir pantai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis data terkait dengan perkiraan adanya potensi tsunami di sisi selatan pesisir Jawa Timur. Namun, berdasarkan data tersebut, Kabupaten Jember tidak masuk dalam daftar potensi gempa tersebut.

Bahkan, sebelumnya simulasi BMKG juga memetakan daerah genangan tsunami. Antara lain Pantai Teluk Sumbreng, Trenggalek, setinggi 22 meter; Pantai Teluk, Pacitan, maksimal 22 meter; dan Pantai Muncar, Banyuwangi, maksimal 18 meter.

Meski bukan menjadi daerah episentrum atau pusat gempa, masyarakat Jember tetap perlu waspada akan datangnya potensi luapan yang ditimbulkan pada titik lain. Artinya, Jember masih bisa terdampak meski tak separah daerah lain. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember M Djamil saat ditemui di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (10/6).

Menurut Djamil, potensi adanya gempa di Jember dikuatkan oleh pihak BMKG yang juga melaksanakan upaya mitigasi di Jember selama dua minggu sejak Selasa (8/6) lalu. Tujuannya untuk melakukan pemetaan. Nantinya, pemetaan tersebut melingkupi 14 desa di enam kecamatan di pesisir pantai Kabupaten Jember.

Berdasarkan penelusuran sementara, Djamil menerangkan bahwa pemetaan itu minimal untuk merumuskan kesepakatan tentang titik lokasi evakuasi yang disepakati. Jalur evakuasi yang terbuka, dan metode evaluasi seperti apa yang pas untuk dilakukan sesuai situasi dan kondisi tempat yang beragam. Menurut dia, memang keberadaan jalan di lokasi berbeda-beda.

Jalur evakuasi memang kecil dan tak terlalu besar. Sebab, banyak jalan-jalan kecil. Meski begitu, dia menambahkan, jika bencana benar terjadi, minimal ada panduan evakuasi yang disiapkan sebelumnya. Sebab, berdasarkan perkiraan sementara, potensi ketinggian air yang bisa terjadi di Jember setinggi 19-20 meter dengan durasi waktu sampai di garis pantai antara 20-24 menit.

“Konsekuensinya, titik paling aman, warga pesisir harus menjauh minimal tiga kilometer,” ungkapnya. Salah satunya, permukiman di pesisir Puger yang jaraknya hanya ratusan meter dari bibir pantai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis data terkait dengan perkiraan adanya potensi tsunami di sisi selatan pesisir Jawa Timur. Namun, berdasarkan data tersebut, Kabupaten Jember tidak masuk dalam daftar potensi gempa tersebut.

Bahkan, sebelumnya simulasi BMKG juga memetakan daerah genangan tsunami. Antara lain Pantai Teluk Sumbreng, Trenggalek, setinggi 22 meter; Pantai Teluk, Pacitan, maksimal 22 meter; dan Pantai Muncar, Banyuwangi, maksimal 18 meter.

Meski bukan menjadi daerah episentrum atau pusat gempa, masyarakat Jember tetap perlu waspada akan datangnya potensi luapan yang ditimbulkan pada titik lain. Artinya, Jember masih bisa terdampak meski tak separah daerah lain. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember M Djamil saat ditemui di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (10/6).

Menurut Djamil, potensi adanya gempa di Jember dikuatkan oleh pihak BMKG yang juga melaksanakan upaya mitigasi di Jember selama dua minggu sejak Selasa (8/6) lalu. Tujuannya untuk melakukan pemetaan. Nantinya, pemetaan tersebut melingkupi 14 desa di enam kecamatan di pesisir pantai Kabupaten Jember.

Berdasarkan penelusuran sementara, Djamil menerangkan bahwa pemetaan itu minimal untuk merumuskan kesepakatan tentang titik lokasi evakuasi yang disepakati. Jalur evakuasi yang terbuka, dan metode evaluasi seperti apa yang pas untuk dilakukan sesuai situasi dan kondisi tempat yang beragam. Menurut dia, memang keberadaan jalan di lokasi berbeda-beda.

Jalur evakuasi memang kecil dan tak terlalu besar. Sebab, banyak jalan-jalan kecil. Meski begitu, dia menambahkan, jika bencana benar terjadi, minimal ada panduan evakuasi yang disiapkan sebelumnya. Sebab, berdasarkan perkiraan sementara, potensi ketinggian air yang bisa terjadi di Jember setinggi 19-20 meter dengan durasi waktu sampai di garis pantai antara 20-24 menit.

“Konsekuensinya, titik paling aman, warga pesisir harus menjauh minimal tiga kilometer,” ungkapnya. Salah satunya, permukiman di pesisir Puger yang jaraknya hanya ratusan meter dari bibir pantai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/