alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Polres Jember Tangkap Warga Puger Penjual 1.300 Baby Lobster Ilegal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jajaran Polres Jember menggagalkan penjualan 1.300 baby lobster, Rabu (11/5) pagi. Dari operasi ini, polisi menangkap seorang pelaku berinisial DF warga Kecamatan Puger. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial H yang merupakan penyuplai baby lobster melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas.

“Tadi pagi tim dari Unit Satreskrim Polres Jember berhasil mengungkap penjualan baby lobster di wilayah Puger yang akan dikirim ke Banyuwangi. Satu pelaku berinisial DF yang merupakan pengepul berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, didampingi Kasatrekrim AKP Dika Hardiyan Wiratama kepada sejumlah wartawan.

Menurut Kapolres, modus dari pelaku adalah membeli baby lobster tersebut dari H yang saat ini masih diburu oleh Satreskrim Polres Jember. Sedangkan DF sang pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan baby lobster tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi pelaku mendapatkan baby lobster dari H yang saat ini dalam perburuan kami. Setelah pelaku mendapatkan cukup baby lobster, pelaku akan menghubungi pembeli diatasnya untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas,” jelas Kapolres.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Kapolres menjelaskan, penjualan baby lobster yang dilakukan secara ilegal ini merupakan tindak pidana karena dilakukan tanpa izin. Dan pelaku juga tidak memiliki SIUP yang diatur dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI Nmor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Dan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI Nomor 19 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Ancaman hukuman untuk pelaku maksimal adalah delapan tahun,” beber Kapolres.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jajaran Polres Jember menggagalkan penjualan 1.300 baby lobster, Rabu (11/5) pagi. Dari operasi ini, polisi menangkap seorang pelaku berinisial DF warga Kecamatan Puger. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial H yang merupakan penyuplai baby lobster melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas.

“Tadi pagi tim dari Unit Satreskrim Polres Jember berhasil mengungkap penjualan baby lobster di wilayah Puger yang akan dikirim ke Banyuwangi. Satu pelaku berinisial DF yang merupakan pengepul berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, didampingi Kasatrekrim AKP Dika Hardiyan Wiratama kepada sejumlah wartawan.

Menurut Kapolres, modus dari pelaku adalah membeli baby lobster tersebut dari H yang saat ini masih diburu oleh Satreskrim Polres Jember. Sedangkan DF sang pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan baby lobster tersebut.

“Jadi pelaku mendapatkan baby lobster dari H yang saat ini dalam perburuan kami. Setelah pelaku mendapatkan cukup baby lobster, pelaku akan menghubungi pembeli diatasnya untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas,” jelas Kapolres.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Kapolres menjelaskan, penjualan baby lobster yang dilakukan secara ilegal ini merupakan tindak pidana karena dilakukan tanpa izin. Dan pelaku juga tidak memiliki SIUP yang diatur dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI Nmor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Dan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI Nomor 19 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Ancaman hukuman untuk pelaku maksimal adalah delapan tahun,” beber Kapolres.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jajaran Polres Jember menggagalkan penjualan 1.300 baby lobster, Rabu (11/5) pagi. Dari operasi ini, polisi menangkap seorang pelaku berinisial DF warga Kecamatan Puger. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial H yang merupakan penyuplai baby lobster melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas.

“Tadi pagi tim dari Unit Satreskrim Polres Jember berhasil mengungkap penjualan baby lobster di wilayah Puger yang akan dikirim ke Banyuwangi. Satu pelaku berinisial DF yang merupakan pengepul berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, didampingi Kasatrekrim AKP Dika Hardiyan Wiratama kepada sejumlah wartawan.

Menurut Kapolres, modus dari pelaku adalah membeli baby lobster tersebut dari H yang saat ini masih diburu oleh Satreskrim Polres Jember. Sedangkan DF sang pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan baby lobster tersebut.

“Jadi pelaku mendapatkan baby lobster dari H yang saat ini dalam perburuan kami. Setelah pelaku mendapatkan cukup baby lobster, pelaku akan menghubungi pembeli diatasnya untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas,” jelas Kapolres.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Kapolres menjelaskan, penjualan baby lobster yang dilakukan secara ilegal ini merupakan tindak pidana karena dilakukan tanpa izin. Dan pelaku juga tidak memiliki SIUP yang diatur dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI Nmor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Dan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI Nomor 19 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Ancaman hukuman untuk pelaku maksimal adalah delapan tahun,” beber Kapolres.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/