alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Beli Baju Hasil Donasi, Senang Dijamu bak Raja Sehari

Momen Lebaran dinantikan banyak orang. Mereka bisa berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan. Membeli barang-barang kebutuhan serba baru. Namun, beberapa dari mereka rupanya ada yang tidak seberuntung orang kebanyakan. Yakni golongan anak-anak yatim piatu.

Mobile_AP_Rectangle 1

Slamet mengaku, anak-anak yatim yang diajaknya itu memang baru sekitar 10-an yang semuanya berasal dari Kecamatan Pakusari. “Semoga tahun depan istiqamah. Dan lebih banyak lagi yang kami ajak,” harapnya.

Jamuan ke anak-anak itu tidak berhenti sampai di situ. Selepas berbelanja, mereka kembali diajak ke Kantor NU Kecamatan Pakusari. Di sana, mereka kembali dijamu. Diberi sejumlah parsel dan uang saku.

Wajah polos anak-anak itu terlihat tanpa beban. Bahkan, sering tertawa bersama teman-temannya. Hal itu pula yang membuat sejumlah undangan dan tamu yang hadir saat itu tak kuasa menahan haru. Mereka ada yang sampai meneteskan air mata karena melihat anak-anak itu tumbuh tanpa kehadiran orang tua.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menjelang azan Magrib, mereka juga diajak berbuka puasa bersama. “Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara bagi kami untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” imbuh Ustad Sholihin, salah seorang Ketua Lembaga Amil Zakat di Pakusari tersebut.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Slamet mengaku, anak-anak yatim yang diajaknya itu memang baru sekitar 10-an yang semuanya berasal dari Kecamatan Pakusari. “Semoga tahun depan istiqamah. Dan lebih banyak lagi yang kami ajak,” harapnya.

Jamuan ke anak-anak itu tidak berhenti sampai di situ. Selepas berbelanja, mereka kembali diajak ke Kantor NU Kecamatan Pakusari. Di sana, mereka kembali dijamu. Diberi sejumlah parsel dan uang saku.

Wajah polos anak-anak itu terlihat tanpa beban. Bahkan, sering tertawa bersama teman-temannya. Hal itu pula yang membuat sejumlah undangan dan tamu yang hadir saat itu tak kuasa menahan haru. Mereka ada yang sampai meneteskan air mata karena melihat anak-anak itu tumbuh tanpa kehadiran orang tua.

Menjelang azan Magrib, mereka juga diajak berbuka puasa bersama. “Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara bagi kami untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” imbuh Ustad Sholihin, salah seorang Ketua Lembaga Amil Zakat di Pakusari tersebut.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Slamet mengaku, anak-anak yatim yang diajaknya itu memang baru sekitar 10-an yang semuanya berasal dari Kecamatan Pakusari. “Semoga tahun depan istiqamah. Dan lebih banyak lagi yang kami ajak,” harapnya.

Jamuan ke anak-anak itu tidak berhenti sampai di situ. Selepas berbelanja, mereka kembali diajak ke Kantor NU Kecamatan Pakusari. Di sana, mereka kembali dijamu. Diberi sejumlah parsel dan uang saku.

Wajah polos anak-anak itu terlihat tanpa beban. Bahkan, sering tertawa bersama teman-temannya. Hal itu pula yang membuat sejumlah undangan dan tamu yang hadir saat itu tak kuasa menahan haru. Mereka ada yang sampai meneteskan air mata karena melihat anak-anak itu tumbuh tanpa kehadiran orang tua.

Menjelang azan Magrib, mereka juga diajak berbuka puasa bersama. “Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara bagi kami untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” imbuh Ustad Sholihin, salah seorang Ketua Lembaga Amil Zakat di Pakusari tersebut.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/