alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Beli Baju Hasil Donasi, Senang Dijamu bak Raja Sehari

Momen Lebaran dinantikan banyak orang. Mereka bisa berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan. Membeli barang-barang kebutuhan serba baru. Namun, beberapa dari mereka rupanya ada yang tidak seberuntung orang kebanyakan. Yakni golongan anak-anak yatim piatu.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumat siang selepas Duhur (10/5), wajah datar begitu tergambar di muka anak-anak itu. Mereka seolah sudah tidak sabar menantikan kabar baik yang akan segera menghampirinya.

Menjelang sore, salah seorang dari mereka terlihat mulai mengondisikan bocah-bocah tersebut. Seperti akan mengajak ke suatu tempat. Benar saja. Mereka rupanya dibawa ke Jember kota. Menuju ke salah satu pusat perbelanjaan ternama. “Ayo anak-anak, bersiap-siap,” ajaknya.

Sesampainya di pusat perbelanjaan, seorang pemandu tampak memberikan arahan. Tak berselang lama, mereka pun masuk ke pusat perbelanjaan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekitar 10 anak saat itu melangkah cepat. Wajah ceria penuh tawa seperti mengubah suasana batin setiap orang yang terlibat dalam rombongan itu. Di tempat perbelanjaan, mereka diberi kesempatan berbelanja. Gratis. Mereka dijamu. Bebas memilih pakaian yang disukai untuk keperluannya. “Mereka itu anak-anak yatim. Kami sengaja ajak mereka berbelanja,” terang Ustad Slamet Riyadi, penanggung jawab kegiatan.

Di dalam lokasi perbelanjaan, namanya anak-anak, riuh tawa pun pecah. Mereka tak hanya memilah pakaian yang akan dibelinya. Namun, sesekali juga bercanda bersama bocah-bocah lainnya. Usia mereka diperkirakan masih belasan tahun.

Kata Ustad Slamet, anak-anak sengaja diajak dan dijamu ke tempat perbelanjaan agar mereka bisa merasakan keberkahan bulan suci Ramadan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya Idul Fitri. “Ibaratnya, mereka layaknya raja sehari ini,” tambahnya.

Pria yang juga tokoh Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pakusari itu mengatakan, kegiatan mengajak anak-anak berbelanja seperti ini memang baru dilakukan. Ia juga bersinergi dengan sejumlah lembaga lain untuk menggalang donasi untuk anak-anak yang sudah tak memiliki ayah tersebut.

Baginya, anak-anak yatim harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Terlebih, beberapa dari mereka ada yang yatim piatu. Dan hanya tinggal bersama paman-bibi atau kakek-neneknya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumat siang selepas Duhur (10/5), wajah datar begitu tergambar di muka anak-anak itu. Mereka seolah sudah tidak sabar menantikan kabar baik yang akan segera menghampirinya.

Menjelang sore, salah seorang dari mereka terlihat mulai mengondisikan bocah-bocah tersebut. Seperti akan mengajak ke suatu tempat. Benar saja. Mereka rupanya dibawa ke Jember kota. Menuju ke salah satu pusat perbelanjaan ternama. “Ayo anak-anak, bersiap-siap,” ajaknya.

Sesampainya di pusat perbelanjaan, seorang pemandu tampak memberikan arahan. Tak berselang lama, mereka pun masuk ke pusat perbelanjaan tersebut.

Sekitar 10 anak saat itu melangkah cepat. Wajah ceria penuh tawa seperti mengubah suasana batin setiap orang yang terlibat dalam rombongan itu. Di tempat perbelanjaan, mereka diberi kesempatan berbelanja. Gratis. Mereka dijamu. Bebas memilih pakaian yang disukai untuk keperluannya. “Mereka itu anak-anak yatim. Kami sengaja ajak mereka berbelanja,” terang Ustad Slamet Riyadi, penanggung jawab kegiatan.

Di dalam lokasi perbelanjaan, namanya anak-anak, riuh tawa pun pecah. Mereka tak hanya memilah pakaian yang akan dibelinya. Namun, sesekali juga bercanda bersama bocah-bocah lainnya. Usia mereka diperkirakan masih belasan tahun.

Kata Ustad Slamet, anak-anak sengaja diajak dan dijamu ke tempat perbelanjaan agar mereka bisa merasakan keberkahan bulan suci Ramadan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya Idul Fitri. “Ibaratnya, mereka layaknya raja sehari ini,” tambahnya.

Pria yang juga tokoh Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pakusari itu mengatakan, kegiatan mengajak anak-anak berbelanja seperti ini memang baru dilakukan. Ia juga bersinergi dengan sejumlah lembaga lain untuk menggalang donasi untuk anak-anak yang sudah tak memiliki ayah tersebut.

Baginya, anak-anak yatim harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Terlebih, beberapa dari mereka ada yang yatim piatu. Dan hanya tinggal bersama paman-bibi atau kakek-neneknya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jumat siang selepas Duhur (10/5), wajah datar begitu tergambar di muka anak-anak itu. Mereka seolah sudah tidak sabar menantikan kabar baik yang akan segera menghampirinya.

Menjelang sore, salah seorang dari mereka terlihat mulai mengondisikan bocah-bocah tersebut. Seperti akan mengajak ke suatu tempat. Benar saja. Mereka rupanya dibawa ke Jember kota. Menuju ke salah satu pusat perbelanjaan ternama. “Ayo anak-anak, bersiap-siap,” ajaknya.

Sesampainya di pusat perbelanjaan, seorang pemandu tampak memberikan arahan. Tak berselang lama, mereka pun masuk ke pusat perbelanjaan tersebut.

Sekitar 10 anak saat itu melangkah cepat. Wajah ceria penuh tawa seperti mengubah suasana batin setiap orang yang terlibat dalam rombongan itu. Di tempat perbelanjaan, mereka diberi kesempatan berbelanja. Gratis. Mereka dijamu. Bebas memilih pakaian yang disukai untuk keperluannya. “Mereka itu anak-anak yatim. Kami sengaja ajak mereka berbelanja,” terang Ustad Slamet Riyadi, penanggung jawab kegiatan.

Di dalam lokasi perbelanjaan, namanya anak-anak, riuh tawa pun pecah. Mereka tak hanya memilah pakaian yang akan dibelinya. Namun, sesekali juga bercanda bersama bocah-bocah lainnya. Usia mereka diperkirakan masih belasan tahun.

Kata Ustad Slamet, anak-anak sengaja diajak dan dijamu ke tempat perbelanjaan agar mereka bisa merasakan keberkahan bulan suci Ramadan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya Idul Fitri. “Ibaratnya, mereka layaknya raja sehari ini,” tambahnya.

Pria yang juga tokoh Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pakusari itu mengatakan, kegiatan mengajak anak-anak berbelanja seperti ini memang baru dilakukan. Ia juga bersinergi dengan sejumlah lembaga lain untuk menggalang donasi untuk anak-anak yang sudah tak memiliki ayah tersebut.

Baginya, anak-anak yatim harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Terlebih, beberapa dari mereka ada yang yatim piatu. Dan hanya tinggal bersama paman-bibi atau kakek-neneknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/