alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Juara di Lima Bidang Lomba, Kuncinya Syukur dan Berkah Guru

Aktif, berbakat, dan berprestasi. Itulah tiga kata yang menggambarkan siswa bernama lengkap Silsilu Durrotil Bahiyah. Selama menjadi siswa di MAN 2 Jember, dia telah menyabet 20 kemenangan dalam lima bidang lomba. Apa rahasia prestasi Silsilu?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama akrabnya Silsilu. Ia merupakan siswa yang berprestasi di lima bidang perlombaan. Dalam bidang bahasa Inggris, tilawah, esai, puisi, dan syarhil Quran. Mulanya, Silsilu tidak merasa bahwa ia memiliki bakat yang bisa diasah. Ia juga tak pernah ikut kompetisi khusus. Silsilu hanya punya pengalaman mengikuti lomba pidato bahasa Inggris ketika SD. “Sekali. Dulu pernah ikut pidato bahasa Inggris. Itu pun tidak menang,” ungkapnya, kemarin (10/3).

Lalu, ketika Silsilu melanjutkan studi di MTs Negeri 1 Jember, ia mulai dibidik untuk mengikuti lomba. Lomba pertama yang ia ikuti adalah speech contest. Dirinya berhasil menjadi juara harapan dua tingkat kabupaten. Namun, pencapaian tersebut menjadi yang pertama sekaligus terakhir semasa sekolah di MTs.

Perjalanan prestasinya semakin moncer ketika Silsilu menjadi siswa di MAN 2 Jember. Diawali dari lomba pidato bahasa Inggris yang diikutinya ketika kelas tujuh. Perlombaan tersebut digelar tingkat kabupaten. Saat itu, Silsilu keluar sebagai juara tiga. Bermula dari pencapaian inilah, Silsilu terpacu mengikuti banyak lomba lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, selama di MAN 2 Jember, setidaknya dia berhasil memenangkan 20 perlombaan tingkat kabupaten hingga nasional. Beberapa lomba yang telah dimenangkan di antaranya, juara dua lomba esai nasional di Universitas Islam Indonesia, juara tiga English Speech Contest Jawa Timur di Kediri, juara dua MTQ se-Tapal Kuda di Bondowoso, dan beberapa perlombaan lainnya.

Silsilu mengaku tidak pernah memasang target atau berekspektasi meraih banyak prestasi. Sebab, ia selalu merasa masih banyak teman-temannya yang memiliki kemampuan lebih dari diirinya. Apalagi saat di arena lomba, Silsilu kerap merasa minder. “Tidak sama sekali. Saya tidak pernah berekspektasi untuk menjadi juara. Saya hanya bersyukur, sudah dapat mewakili sekolah dalam ajang lomba,” ucap pelajar yang beralamat di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Menurut dia, kunci dari keberhasilan dan capaiannya saat ini adalah karena berkah guru yang terus mengalir. Karenanya, semua tahap untuk meraih apa yang ia ikhtiarkan mudah dilalui. Prinsip hidupnya yakni 60 persen tawakal, 40 persen ikhtiar. “Dukungan penuh dari guru-guru sudah cukup menjadikan saya lebih tangguh untuk menampilkan yang terbaik,” urai Silsilu ketika ditemui di sekolahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama akrabnya Silsilu. Ia merupakan siswa yang berprestasi di lima bidang perlombaan. Dalam bidang bahasa Inggris, tilawah, esai, puisi, dan syarhil Quran. Mulanya, Silsilu tidak merasa bahwa ia memiliki bakat yang bisa diasah. Ia juga tak pernah ikut kompetisi khusus. Silsilu hanya punya pengalaman mengikuti lomba pidato bahasa Inggris ketika SD. “Sekali. Dulu pernah ikut pidato bahasa Inggris. Itu pun tidak menang,” ungkapnya, kemarin (10/3).

Lalu, ketika Silsilu melanjutkan studi di MTs Negeri 1 Jember, ia mulai dibidik untuk mengikuti lomba. Lomba pertama yang ia ikuti adalah speech contest. Dirinya berhasil menjadi juara harapan dua tingkat kabupaten. Namun, pencapaian tersebut menjadi yang pertama sekaligus terakhir semasa sekolah di MTs.

Perjalanan prestasinya semakin moncer ketika Silsilu menjadi siswa di MAN 2 Jember. Diawali dari lomba pidato bahasa Inggris yang diikutinya ketika kelas tujuh. Perlombaan tersebut digelar tingkat kabupaten. Saat itu, Silsilu keluar sebagai juara tiga. Bermula dari pencapaian inilah, Silsilu terpacu mengikuti banyak lomba lainnya.

Bahkan, selama di MAN 2 Jember, setidaknya dia berhasil memenangkan 20 perlombaan tingkat kabupaten hingga nasional. Beberapa lomba yang telah dimenangkan di antaranya, juara dua lomba esai nasional di Universitas Islam Indonesia, juara tiga English Speech Contest Jawa Timur di Kediri, juara dua MTQ se-Tapal Kuda di Bondowoso, dan beberapa perlombaan lainnya.

Silsilu mengaku tidak pernah memasang target atau berekspektasi meraih banyak prestasi. Sebab, ia selalu merasa masih banyak teman-temannya yang memiliki kemampuan lebih dari diirinya. Apalagi saat di arena lomba, Silsilu kerap merasa minder. “Tidak sama sekali. Saya tidak pernah berekspektasi untuk menjadi juara. Saya hanya bersyukur, sudah dapat mewakili sekolah dalam ajang lomba,” ucap pelajar yang beralamat di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Menurut dia, kunci dari keberhasilan dan capaiannya saat ini adalah karena berkah guru yang terus mengalir. Karenanya, semua tahap untuk meraih apa yang ia ikhtiarkan mudah dilalui. Prinsip hidupnya yakni 60 persen tawakal, 40 persen ikhtiar. “Dukungan penuh dari guru-guru sudah cukup menjadikan saya lebih tangguh untuk menampilkan yang terbaik,” urai Silsilu ketika ditemui di sekolahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama akrabnya Silsilu. Ia merupakan siswa yang berprestasi di lima bidang perlombaan. Dalam bidang bahasa Inggris, tilawah, esai, puisi, dan syarhil Quran. Mulanya, Silsilu tidak merasa bahwa ia memiliki bakat yang bisa diasah. Ia juga tak pernah ikut kompetisi khusus. Silsilu hanya punya pengalaman mengikuti lomba pidato bahasa Inggris ketika SD. “Sekali. Dulu pernah ikut pidato bahasa Inggris. Itu pun tidak menang,” ungkapnya, kemarin (10/3).

Lalu, ketika Silsilu melanjutkan studi di MTs Negeri 1 Jember, ia mulai dibidik untuk mengikuti lomba. Lomba pertama yang ia ikuti adalah speech contest. Dirinya berhasil menjadi juara harapan dua tingkat kabupaten. Namun, pencapaian tersebut menjadi yang pertama sekaligus terakhir semasa sekolah di MTs.

Perjalanan prestasinya semakin moncer ketika Silsilu menjadi siswa di MAN 2 Jember. Diawali dari lomba pidato bahasa Inggris yang diikutinya ketika kelas tujuh. Perlombaan tersebut digelar tingkat kabupaten. Saat itu, Silsilu keluar sebagai juara tiga. Bermula dari pencapaian inilah, Silsilu terpacu mengikuti banyak lomba lainnya.

Bahkan, selama di MAN 2 Jember, setidaknya dia berhasil memenangkan 20 perlombaan tingkat kabupaten hingga nasional. Beberapa lomba yang telah dimenangkan di antaranya, juara dua lomba esai nasional di Universitas Islam Indonesia, juara tiga English Speech Contest Jawa Timur di Kediri, juara dua MTQ se-Tapal Kuda di Bondowoso, dan beberapa perlombaan lainnya.

Silsilu mengaku tidak pernah memasang target atau berekspektasi meraih banyak prestasi. Sebab, ia selalu merasa masih banyak teman-temannya yang memiliki kemampuan lebih dari diirinya. Apalagi saat di arena lomba, Silsilu kerap merasa minder. “Tidak sama sekali. Saya tidak pernah berekspektasi untuk menjadi juara. Saya hanya bersyukur, sudah dapat mewakili sekolah dalam ajang lomba,” ucap pelajar yang beralamat di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Menurut dia, kunci dari keberhasilan dan capaiannya saat ini adalah karena berkah guru yang terus mengalir. Karenanya, semua tahap untuk meraih apa yang ia ikhtiarkan mudah dilalui. Prinsip hidupnya yakni 60 persen tawakal, 40 persen ikhtiar. “Dukungan penuh dari guru-guru sudah cukup menjadikan saya lebih tangguh untuk menampilkan yang terbaik,” urai Silsilu ketika ditemui di sekolahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/