alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Dipastikan Meninggal karena Sakit

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teka-teki meninggalnya Bu Iya, 55, warga Dusun Krajan, Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono, di dalam warung miliknya akhirnya terkuak. Setelah dilakukan otopsi di RSD dr Soebandi Jember, Selasa (9/3) malam lalu, korban dipastikan meninggal karena penyakit yang dia derita.

Sebelumnya, pihak keluarga sempat menolak jenazah korban diotopsi dan meminta untuk langsung memakamkan korban. Namun, setelah diberi penjelasan oleh petugas Polsek Sukowono dan Tim Inafis Polres Jember, akhirnya keluarga mengizinkan.

“Otopsi terhadap korban ini memang diminta oleh Polsek Sukowono untuk bisa menentukan korban meninggal secara wajar atau akibat kekerasan. Karena kematian korban ini juga menjadi kekhawatiran petugas. Saat ditemukan di dalam warungnya, terdapat luka lecet di bagian jari, serta mulutnya mengeluarkan darah,” ungkap petugas Reskrim Polsek Sukowono Bripka Nur Afandi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari hasil otopsi, petugas menyimpulkan bahwa korban meninggal karena kondisi sakit. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan yang fatal. Hal ini juga disampaikan oleh Ety, 65, kakak korban. Menurut keterangannya, korban memiliki riwayat darah tinggi dan jantung. Demikian juga disampaikan oleh Jumani, 70, bibinya.

Sementara itu, Kades Baletbaru Fauzi Cahyo Purnama mengakui memang sudah cukup lama korban tinggal sendirian di lapak yang dibangun di tanah kas desa ini sambil berjualan kopi dan camilan. “Sedangkan suaminya sudah meninggal 20 tahun lalu,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teka-teki meninggalnya Bu Iya, 55, warga Dusun Krajan, Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono, di dalam warung miliknya akhirnya terkuak. Setelah dilakukan otopsi di RSD dr Soebandi Jember, Selasa (9/3) malam lalu, korban dipastikan meninggal karena penyakit yang dia derita.

Sebelumnya, pihak keluarga sempat menolak jenazah korban diotopsi dan meminta untuk langsung memakamkan korban. Namun, setelah diberi penjelasan oleh petugas Polsek Sukowono dan Tim Inafis Polres Jember, akhirnya keluarga mengizinkan.

“Otopsi terhadap korban ini memang diminta oleh Polsek Sukowono untuk bisa menentukan korban meninggal secara wajar atau akibat kekerasan. Karena kematian korban ini juga menjadi kekhawatiran petugas. Saat ditemukan di dalam warungnya, terdapat luka lecet di bagian jari, serta mulutnya mengeluarkan darah,” ungkap petugas Reskrim Polsek Sukowono Bripka Nur Afandi.

Dari hasil otopsi, petugas menyimpulkan bahwa korban meninggal karena kondisi sakit. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan yang fatal. Hal ini juga disampaikan oleh Ety, 65, kakak korban. Menurut keterangannya, korban memiliki riwayat darah tinggi dan jantung. Demikian juga disampaikan oleh Jumani, 70, bibinya.

Sementara itu, Kades Baletbaru Fauzi Cahyo Purnama mengakui memang sudah cukup lama korban tinggal sendirian di lapak yang dibangun di tanah kas desa ini sambil berjualan kopi dan camilan. “Sedangkan suaminya sudah meninggal 20 tahun lalu,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teka-teki meninggalnya Bu Iya, 55, warga Dusun Krajan, Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono, di dalam warung miliknya akhirnya terkuak. Setelah dilakukan otopsi di RSD dr Soebandi Jember, Selasa (9/3) malam lalu, korban dipastikan meninggal karena penyakit yang dia derita.

Sebelumnya, pihak keluarga sempat menolak jenazah korban diotopsi dan meminta untuk langsung memakamkan korban. Namun, setelah diberi penjelasan oleh petugas Polsek Sukowono dan Tim Inafis Polres Jember, akhirnya keluarga mengizinkan.

“Otopsi terhadap korban ini memang diminta oleh Polsek Sukowono untuk bisa menentukan korban meninggal secara wajar atau akibat kekerasan. Karena kematian korban ini juga menjadi kekhawatiran petugas. Saat ditemukan di dalam warungnya, terdapat luka lecet di bagian jari, serta mulutnya mengeluarkan darah,” ungkap petugas Reskrim Polsek Sukowono Bripka Nur Afandi.

Dari hasil otopsi, petugas menyimpulkan bahwa korban meninggal karena kondisi sakit. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan yang fatal. Hal ini juga disampaikan oleh Ety, 65, kakak korban. Menurut keterangannya, korban memiliki riwayat darah tinggi dan jantung. Demikian juga disampaikan oleh Jumani, 70, bibinya.

Sementara itu, Kades Baletbaru Fauzi Cahyo Purnama mengakui memang sudah cukup lama korban tinggal sendirian di lapak yang dibangun di tanah kas desa ini sambil berjualan kopi dan camilan. “Sedangkan suaminya sudah meninggal 20 tahun lalu,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/