23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Demi Tutup Arisan Online, Warga Jember Nekat Gadaikan Mobil Rental

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa kasus penipuan yang menyeret Nanda Zulsi Oktaviana, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (9/11). Terdakwa mengakui perbuatannya lantaran mengejar target arisan online yang diikutinya.

Perkara ini bermula Maret 2022 lalu. Saat itu, Nanda Zulsi pergi ke tempat rental mobil untuk menyewa kendaraan selama tujuh hari. Setelah menguasai mobil tersebut, Nanda ternyata menggadaikannya ke salah seorang temannya, Farida. Mobil digadai Rp 25 juta. Kemudian, Farida melimpahkan mobil tersebut ke temannya, Yohan Irawan.

Setelah mengetahui bahwa mobil tersebut bermasalah, Yohan pun menggadaikan lagi ke temannya yang bernama Anton Rp 25 juta. Namun, baru dibayar Rp 20 Juta. Setelah itu, Anton menitipkan mobil tersebut ke temannya, Heri. Pada saat itulah mobil itu diserahkan ke polisi, karena Heri sempat didatangi sejumlah orang ke rumahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada sidang pemeriksaan saksi, Yohan membenarkan atas kronologi kejadian tersebut. Dia menerima mobil itu dari temannya yang bernama Farida. Tanpa menanyakan lebih dalam, dia langsung menerima gadai mobil jenis Toyota Calya tersebut. “Iya benar, saya menerima dari teman saya karena lumayan (murah, Red),” katanya.

Sementara saksi Anton juga menyebut bahwa uang Rp 20 juta yang dibayarkan ke Yohan untuk menerima gadai itu belum kembali. Bahkan, dia baru mengetahui mobil itu dalam masalah saat diserahkan ke pihak kepolisian. “Saya tidak tahu kalau mobil tersebut bermasalah,” ucapnya kepada majelis hakim.

Saksi Heri mengakui kalau dirinya hanya dititipi mobil oleh Anton. Selama lebih dua hari mobil tersebut diparkir di rumahnya. Tak lama setelah itu, ada sejumlah orang yang hendak mengambil paksa mobil tersebut. “Akhirnya saya bawa ke Polres Jember saja,” paparnya.

Rentetan kasus gadai mobil yang mengular ini sebenarnya berakar dari terdakwa Nanda. Sebab, dia adalah orang pertama yang melakukan penipuan tersebut. Seusai menjalani pemeriksaan saksi, terdakwa mengaku melakukan perbuatan itu karena butuh uang untuk arisan online. “Saya mau minta ke suami saya malu, akhirnya saya gadaikan mobil tersebut,” sesalnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa kasus penipuan yang menyeret Nanda Zulsi Oktaviana, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (9/11). Terdakwa mengakui perbuatannya lantaran mengejar target arisan online yang diikutinya.

Perkara ini bermula Maret 2022 lalu. Saat itu, Nanda Zulsi pergi ke tempat rental mobil untuk menyewa kendaraan selama tujuh hari. Setelah menguasai mobil tersebut, Nanda ternyata menggadaikannya ke salah seorang temannya, Farida. Mobil digadai Rp 25 juta. Kemudian, Farida melimpahkan mobil tersebut ke temannya, Yohan Irawan.

Setelah mengetahui bahwa mobil tersebut bermasalah, Yohan pun menggadaikan lagi ke temannya yang bernama Anton Rp 25 juta. Namun, baru dibayar Rp 20 Juta. Setelah itu, Anton menitipkan mobil tersebut ke temannya, Heri. Pada saat itulah mobil itu diserahkan ke polisi, karena Heri sempat didatangi sejumlah orang ke rumahnya.

Pada sidang pemeriksaan saksi, Yohan membenarkan atas kronologi kejadian tersebut. Dia menerima mobil itu dari temannya yang bernama Farida. Tanpa menanyakan lebih dalam, dia langsung menerima gadai mobil jenis Toyota Calya tersebut. “Iya benar, saya menerima dari teman saya karena lumayan (murah, Red),” katanya.

Sementara saksi Anton juga menyebut bahwa uang Rp 20 juta yang dibayarkan ke Yohan untuk menerima gadai itu belum kembali. Bahkan, dia baru mengetahui mobil itu dalam masalah saat diserahkan ke pihak kepolisian. “Saya tidak tahu kalau mobil tersebut bermasalah,” ucapnya kepada majelis hakim.

Saksi Heri mengakui kalau dirinya hanya dititipi mobil oleh Anton. Selama lebih dua hari mobil tersebut diparkir di rumahnya. Tak lama setelah itu, ada sejumlah orang yang hendak mengambil paksa mobil tersebut. “Akhirnya saya bawa ke Polres Jember saja,” paparnya.

Rentetan kasus gadai mobil yang mengular ini sebenarnya berakar dari terdakwa Nanda. Sebab, dia adalah orang pertama yang melakukan penipuan tersebut. Seusai menjalani pemeriksaan saksi, terdakwa mengaku melakukan perbuatan itu karena butuh uang untuk arisan online. “Saya mau minta ke suami saya malu, akhirnya saya gadaikan mobil tersebut,” sesalnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sidang pemeriksaan saksi dan terdakwa kasus penipuan yang menyeret Nanda Zulsi Oktaviana, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (9/11). Terdakwa mengakui perbuatannya lantaran mengejar target arisan online yang diikutinya.

Perkara ini bermula Maret 2022 lalu. Saat itu, Nanda Zulsi pergi ke tempat rental mobil untuk menyewa kendaraan selama tujuh hari. Setelah menguasai mobil tersebut, Nanda ternyata menggadaikannya ke salah seorang temannya, Farida. Mobil digadai Rp 25 juta. Kemudian, Farida melimpahkan mobil tersebut ke temannya, Yohan Irawan.

Setelah mengetahui bahwa mobil tersebut bermasalah, Yohan pun menggadaikan lagi ke temannya yang bernama Anton Rp 25 juta. Namun, baru dibayar Rp 20 Juta. Setelah itu, Anton menitipkan mobil tersebut ke temannya, Heri. Pada saat itulah mobil itu diserahkan ke polisi, karena Heri sempat didatangi sejumlah orang ke rumahnya.

Pada sidang pemeriksaan saksi, Yohan membenarkan atas kronologi kejadian tersebut. Dia menerima mobil itu dari temannya yang bernama Farida. Tanpa menanyakan lebih dalam, dia langsung menerima gadai mobil jenis Toyota Calya tersebut. “Iya benar, saya menerima dari teman saya karena lumayan (murah, Red),” katanya.

Sementara saksi Anton juga menyebut bahwa uang Rp 20 juta yang dibayarkan ke Yohan untuk menerima gadai itu belum kembali. Bahkan, dia baru mengetahui mobil itu dalam masalah saat diserahkan ke pihak kepolisian. “Saya tidak tahu kalau mobil tersebut bermasalah,” ucapnya kepada majelis hakim.

Saksi Heri mengakui kalau dirinya hanya dititipi mobil oleh Anton. Selama lebih dua hari mobil tersebut diparkir di rumahnya. Tak lama setelah itu, ada sejumlah orang yang hendak mengambil paksa mobil tersebut. “Akhirnya saya bawa ke Polres Jember saja,” paparnya.

Rentetan kasus gadai mobil yang mengular ini sebenarnya berakar dari terdakwa Nanda. Sebab, dia adalah orang pertama yang melakukan penipuan tersebut. Seusai menjalani pemeriksaan saksi, terdakwa mengaku melakukan perbuatan itu karena butuh uang untuk arisan online. “Saya mau minta ke suami saya malu, akhirnya saya gadaikan mobil tersebut,” sesalnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Ahmad Ma’mun

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca