alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Polres Jember Ciduk Dua Debt Collector Mobil, Terancam 12 Tahun Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tim Kalong Satreskrim Polres Jember menangkap dua penagih hutang atau debt collector. Keduanya berinisial DS, 44, warga Dusun Maduran, Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember, dan ADW, 38, warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember. Mereka tertangkap setelah gagal merampas mobil nasabah yang dianggap telat membayar angsuran.

Menurut keterangan polisi, peristiwa ini bermula saat korban yang berasal dari Desa Bumirejo, Dampit, Malang, mengendarai mobilnya pada Senin malam kemarin sekitar pukul 22.30 WIB. Korban diikuti oleh kedua pelaku dan diberhentikan.

Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban ke kantor ACC Finance yang ada di Pertokoan Gajah Mada Square di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Jember. Keduanya menggunakan modus kendaraan yang dipakai korban telat membayar angsuran.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Fakta Baru Kasus Sabu 1 Kg di Jember, Terdakwa Dapat Kiriman dari Sidoarjo

Kasatreskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Wiratama mengatakan, saat detik-detik kejadian, timnya sedang melakukan patroli di kawasan kota. Secara tidak sengaja, melihat seorang perempuan sedang menangis, akhirnya pihaknya menyambangi perempuan tersebut yang sedang dikelilingi dua debt collector tadi. “Setelah kami selidiki, keduanya hendak merampas mobil milik korban,” katanya.

Pada saat kejadian, korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku. Mereka menawarkan kepada korban agar membayar uang sebesar Rp 17 juta untuk membayar keterlambatan angsuran mobil. Jika tidak, kendaraan milik korban akan disita oleh dua debt collector tersebut. “Setelah kami selidiki, ternyata korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku dan diancam akan disita mobilnya,” imbuhnya.

Bahkan, sebelum polisi datang, kedua pelaku tidak mengizinkan korban membawa kendaraan jika tidak membayar sejumlah uang yang diminta. Korban sampai merasa ketakutan. Namun, kedua pelaku diketahui tidak mempunyai legalitas tugas untuk menagih angsuran tersebut. Pihak kepolisian yang saat itu patroli akhirnya meringkusnya.

“Setelah kami cek surat perintah penarikan mobil, kedua pelaku tidak bisa menunjukkan, sehingga keduanya kami amankan di Mapolres Jember beserta barang bukti,” tuturnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/10).

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Jika mereka terbukti melakukan tindak pidana perampasan dan penipuan, pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal Pasal 368 ayat (1) dan Pasal 369 ayat (1) KUHP. “Ancamannya maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Polres Jember untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tim Kalong Satreskrim Polres Jember menangkap dua penagih hutang atau debt collector. Keduanya berinisial DS, 44, warga Dusun Maduran, Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember, dan ADW, 38, warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember. Mereka tertangkap setelah gagal merampas mobil nasabah yang dianggap telat membayar angsuran.

Menurut keterangan polisi, peristiwa ini bermula saat korban yang berasal dari Desa Bumirejo, Dampit, Malang, mengendarai mobilnya pada Senin malam kemarin sekitar pukul 22.30 WIB. Korban diikuti oleh kedua pelaku dan diberhentikan.

Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban ke kantor ACC Finance yang ada di Pertokoan Gajah Mada Square di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Jember. Keduanya menggunakan modus kendaraan yang dipakai korban telat membayar angsuran.

BACA JUGA: Fakta Baru Kasus Sabu 1 Kg di Jember, Terdakwa Dapat Kiriman dari Sidoarjo

Kasatreskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Wiratama mengatakan, saat detik-detik kejadian, timnya sedang melakukan patroli di kawasan kota. Secara tidak sengaja, melihat seorang perempuan sedang menangis, akhirnya pihaknya menyambangi perempuan tersebut yang sedang dikelilingi dua debt collector tadi. “Setelah kami selidiki, keduanya hendak merampas mobil milik korban,” katanya.

Pada saat kejadian, korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku. Mereka menawarkan kepada korban agar membayar uang sebesar Rp 17 juta untuk membayar keterlambatan angsuran mobil. Jika tidak, kendaraan milik korban akan disita oleh dua debt collector tersebut. “Setelah kami selidiki, ternyata korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku dan diancam akan disita mobilnya,” imbuhnya.

Bahkan, sebelum polisi datang, kedua pelaku tidak mengizinkan korban membawa kendaraan jika tidak membayar sejumlah uang yang diminta. Korban sampai merasa ketakutan. Namun, kedua pelaku diketahui tidak mempunyai legalitas tugas untuk menagih angsuran tersebut. Pihak kepolisian yang saat itu patroli akhirnya meringkusnya.

“Setelah kami cek surat perintah penarikan mobil, kedua pelaku tidak bisa menunjukkan, sehingga keduanya kami amankan di Mapolres Jember beserta barang bukti,” tuturnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/10).

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Jika mereka terbukti melakukan tindak pidana perampasan dan penipuan, pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal Pasal 368 ayat (1) dan Pasal 369 ayat (1) KUHP. “Ancamannya maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Polres Jember untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tim Kalong Satreskrim Polres Jember menangkap dua penagih hutang atau debt collector. Keduanya berinisial DS, 44, warga Dusun Maduran, Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember, dan ADW, 38, warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember. Mereka tertangkap setelah gagal merampas mobil nasabah yang dianggap telat membayar angsuran.

Menurut keterangan polisi, peristiwa ini bermula saat korban yang berasal dari Desa Bumirejo, Dampit, Malang, mengendarai mobilnya pada Senin malam kemarin sekitar pukul 22.30 WIB. Korban diikuti oleh kedua pelaku dan diberhentikan.

Setelah itu, kedua pelaku mengajak korban ke kantor ACC Finance yang ada di Pertokoan Gajah Mada Square di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Jember. Keduanya menggunakan modus kendaraan yang dipakai korban telat membayar angsuran.

BACA JUGA: Fakta Baru Kasus Sabu 1 Kg di Jember, Terdakwa Dapat Kiriman dari Sidoarjo

Kasatreskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Wiratama mengatakan, saat detik-detik kejadian, timnya sedang melakukan patroli di kawasan kota. Secara tidak sengaja, melihat seorang perempuan sedang menangis, akhirnya pihaknya menyambangi perempuan tersebut yang sedang dikelilingi dua debt collector tadi. “Setelah kami selidiki, keduanya hendak merampas mobil milik korban,” katanya.

Pada saat kejadian, korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku. Mereka menawarkan kepada korban agar membayar uang sebesar Rp 17 juta untuk membayar keterlambatan angsuran mobil. Jika tidak, kendaraan milik korban akan disita oleh dua debt collector tersebut. “Setelah kami selidiki, ternyata korban mendapat tekanan psikis dari kedua pelaku dan diancam akan disita mobilnya,” imbuhnya.

Bahkan, sebelum polisi datang, kedua pelaku tidak mengizinkan korban membawa kendaraan jika tidak membayar sejumlah uang yang diminta. Korban sampai merasa ketakutan. Namun, kedua pelaku diketahui tidak mempunyai legalitas tugas untuk menagih angsuran tersebut. Pihak kepolisian yang saat itu patroli akhirnya meringkusnya.

“Setelah kami cek surat perintah penarikan mobil, kedua pelaku tidak bisa menunjukkan, sehingga keduanya kami amankan di Mapolres Jember beserta barang bukti,” tuturnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/10).

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Jika mereka terbukti melakukan tindak pidana perampasan dan penipuan, pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal Pasal 368 ayat (1) dan Pasal 369 ayat (1) KUHP. “Ancamannya maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto      : Polres Jember untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/