alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Komplotan Pencuri di Badean Jember Ada 20 Orang, Sebagian Tetangga Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tertangkapnya empat pencuri yang meresahkan warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, menguak fakta mencengangkan. Ternyata, komplotan pelaku ini cukup banyak, mencapai 20 orang. Mereka berasal dari beberapa desa berbeda. Sebagian merupakan pemuda asal desa setempat alias tetangga korban.

Kepala Desa Badean Purnanto mengatakan, setelah warga berhasil menangkap keempat pelaku, mereka kemudian dibawa ke balai desa. Para pelaku mengaku jika menjalankan aksi itu bersama-sama. Tugasnya pun berbeda-beda. Ada yang beraksi saat siang hari dan ada juga yang menggarong saat malam hari. “Kalau pencurian pisang dilakukan siang hari, sedangkan tabung elpiji dan ayam dilakukan malam hari,” katanya, Minggu (10/4) pagi.

Hanya saja, sejauh ini polisi masih menyelidiki kasus itu. Karena saat ditahan oleh warga, keempat pelaku masih bungkam soal barang curian. Mereka enggan menyebutkan apa saja yang telah diambil dari rumah-rumah penduduk, serta menjualnya ke mana. “Semalam warga sampai hampir Subuh berkumpul di balai desa. Sekitar pukul 03.30 WIB baru buyar,” ujar Purnanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Komplotan Pencuri yang Resahkan Warga Badean Jember Tertangkap

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, keempat pelaku yang terciduk ini bernama Nisa dan Wanto. Keduanya warga Desa Badean. Dua lainnya adalah Mino warga Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, serta Roni warga Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Sedangkan 16 pelaku sisanya yang diduga terlibat dalam kasus ini masih diburu. Sebagian dari mereka adalah warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.

Purnanto menambahkan, terungkapkan kasus pencurian ini, lantaran warga telah bersiaga sejak beberapa hari terakhir. Warga ada yang nyanggong di jalan pintu masuk desa, ada juga yang menyebar ke beberapa titik yang dianggap rawan. Selain itu, ada juga warga yang berjaga-jaga di rumah masing-masing. “Saat ada warga asing yang masuk, warga kasi aba-aba. Setelah melakukan pengintaian dan cukup bukti, akhirnya warga menyergap para pelaku. Warga sini memang kompak. Saat ada instruksi mereka langsung bergerak,” jelasnya.

Belakangan ini, warga Desa Badean, terutama Dusun Tamanglugu 1, memang resah akibat ulah komplotan ini. Sebab, para pelaku menggasak apa saja yang mereka temui. Mulai beras, tabung elpiji 3 Kg, ayam, kambing hingga motor. Bahkan, saat penangkapan terjadi warga menemukan ada puluhan tandan pisang. Tandan pisang ini mereka curi dari lahan dan kebun warga di desa setempat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tertangkapnya empat pencuri yang meresahkan warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, menguak fakta mencengangkan. Ternyata, komplotan pelaku ini cukup banyak, mencapai 20 orang. Mereka berasal dari beberapa desa berbeda. Sebagian merupakan pemuda asal desa setempat alias tetangga korban.

Kepala Desa Badean Purnanto mengatakan, setelah warga berhasil menangkap keempat pelaku, mereka kemudian dibawa ke balai desa. Para pelaku mengaku jika menjalankan aksi itu bersama-sama. Tugasnya pun berbeda-beda. Ada yang beraksi saat siang hari dan ada juga yang menggarong saat malam hari. “Kalau pencurian pisang dilakukan siang hari, sedangkan tabung elpiji dan ayam dilakukan malam hari,” katanya, Minggu (10/4) pagi.

Hanya saja, sejauh ini polisi masih menyelidiki kasus itu. Karena saat ditahan oleh warga, keempat pelaku masih bungkam soal barang curian. Mereka enggan menyebutkan apa saja yang telah diambil dari rumah-rumah penduduk, serta menjualnya ke mana. “Semalam warga sampai hampir Subuh berkumpul di balai desa. Sekitar pukul 03.30 WIB baru buyar,” ujar Purnanto.

BACA JUGA: Komplotan Pencuri yang Resahkan Warga Badean Jember Tertangkap

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, keempat pelaku yang terciduk ini bernama Nisa dan Wanto. Keduanya warga Desa Badean. Dua lainnya adalah Mino warga Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, serta Roni warga Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Sedangkan 16 pelaku sisanya yang diduga terlibat dalam kasus ini masih diburu. Sebagian dari mereka adalah warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.

Purnanto menambahkan, terungkapkan kasus pencurian ini, lantaran warga telah bersiaga sejak beberapa hari terakhir. Warga ada yang nyanggong di jalan pintu masuk desa, ada juga yang menyebar ke beberapa titik yang dianggap rawan. Selain itu, ada juga warga yang berjaga-jaga di rumah masing-masing. “Saat ada warga asing yang masuk, warga kasi aba-aba. Setelah melakukan pengintaian dan cukup bukti, akhirnya warga menyergap para pelaku. Warga sini memang kompak. Saat ada instruksi mereka langsung bergerak,” jelasnya.

Belakangan ini, warga Desa Badean, terutama Dusun Tamanglugu 1, memang resah akibat ulah komplotan ini. Sebab, para pelaku menggasak apa saja yang mereka temui. Mulai beras, tabung elpiji 3 Kg, ayam, kambing hingga motor. Bahkan, saat penangkapan terjadi warga menemukan ada puluhan tandan pisang. Tandan pisang ini mereka curi dari lahan dan kebun warga di desa setempat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tertangkapnya empat pencuri yang meresahkan warga Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, menguak fakta mencengangkan. Ternyata, komplotan pelaku ini cukup banyak, mencapai 20 orang. Mereka berasal dari beberapa desa berbeda. Sebagian merupakan pemuda asal desa setempat alias tetangga korban.

Kepala Desa Badean Purnanto mengatakan, setelah warga berhasil menangkap keempat pelaku, mereka kemudian dibawa ke balai desa. Para pelaku mengaku jika menjalankan aksi itu bersama-sama. Tugasnya pun berbeda-beda. Ada yang beraksi saat siang hari dan ada juga yang menggarong saat malam hari. “Kalau pencurian pisang dilakukan siang hari, sedangkan tabung elpiji dan ayam dilakukan malam hari,” katanya, Minggu (10/4) pagi.

Hanya saja, sejauh ini polisi masih menyelidiki kasus itu. Karena saat ditahan oleh warga, keempat pelaku masih bungkam soal barang curian. Mereka enggan menyebutkan apa saja yang telah diambil dari rumah-rumah penduduk, serta menjualnya ke mana. “Semalam warga sampai hampir Subuh berkumpul di balai desa. Sekitar pukul 03.30 WIB baru buyar,” ujar Purnanto.

BACA JUGA: Komplotan Pencuri yang Resahkan Warga Badean Jember Tertangkap

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, keempat pelaku yang terciduk ini bernama Nisa dan Wanto. Keduanya warga Desa Badean. Dua lainnya adalah Mino warga Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, serta Roni warga Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Sedangkan 16 pelaku sisanya yang diduga terlibat dalam kasus ini masih diburu. Sebagian dari mereka adalah warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.

Purnanto menambahkan, terungkapkan kasus pencurian ini, lantaran warga telah bersiaga sejak beberapa hari terakhir. Warga ada yang nyanggong di jalan pintu masuk desa, ada juga yang menyebar ke beberapa titik yang dianggap rawan. Selain itu, ada juga warga yang berjaga-jaga di rumah masing-masing. “Saat ada warga asing yang masuk, warga kasi aba-aba. Setelah melakukan pengintaian dan cukup bukti, akhirnya warga menyergap para pelaku. Warga sini memang kompak. Saat ada instruksi mereka langsung bergerak,” jelasnya.

Belakangan ini, warga Desa Badean, terutama Dusun Tamanglugu 1, memang resah akibat ulah komplotan ini. Sebab, para pelaku menggasak apa saja yang mereka temui. Mulai beras, tabung elpiji 3 Kg, ayam, kambing hingga motor. Bahkan, saat penangkapan terjadi warga menemukan ada puluhan tandan pisang. Tandan pisang ini mereka curi dari lahan dan kebun warga di desa setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/