alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Laki-laki ini Menyesal Setelah Bacok Kawan Karibnya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyesalan memang datang belakangan. Begitupula yang terjadi pada Tohit, usai membacok Sukari, yang tak lain kawan karibnya sendiri, di Dusun Krajan Desa Cakru Kecamatan Kencong. Korban adalah juru kunci makam di Desa Cakru, Kencong.

Berdasarkan penuturan pelaku di Mapolsek Kencong Selasa siang (9/3), Tohit membeberkan bahwa ia menyesal telah membuat nyawa sang juru kunci makam di Desa Cakru itu melayang.

“Awalnya saya ke sawah itu memang niat bekerja ke sawah, nyari rumput,” ujar Tohit. Namun saat hendak berangkat ke sawah, ia justru melihat Sukari tengah duduk santai di teras rumahnya. “Saat itu saya memanggil Sukari, sampai tiga kali. Lalu dia menoleh ke saya sambil membusungkan badan, jadi saya pegel (Marah.Red), langsung mbacok,” sambung Tohit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah menghabisi nyawa korban, Tohit menyesal. Namun, penyesalan itu bukan lantaran ia telah menganiaya korban hingga tewas. “Menyesal yah menyesal pak, saya sudah minta maaf, saya meninggalkan anak, karena anak saya masih kecil-kecil,” aku Tohit.

Pria yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai pembuat bata dan pencari rumput itu memang memiliki anak, akunya masih kecil. Namun nasi sudah menjadi bubur, penyesalan Tohit meskipun harus meninggalkan keluarga dan anaknya, ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Atas perbuatannya itu, kini pelaku terancam kurungan penjara minimal 12 tahun sampai seumur hidup,” pungkas Kapolsek Kencong AKP Adri Santoso.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyesalan memang datang belakangan. Begitupula yang terjadi pada Tohit, usai membacok Sukari, yang tak lain kawan karibnya sendiri, di Dusun Krajan Desa Cakru Kecamatan Kencong. Korban adalah juru kunci makam di Desa Cakru, Kencong.

Berdasarkan penuturan pelaku di Mapolsek Kencong Selasa siang (9/3), Tohit membeberkan bahwa ia menyesal telah membuat nyawa sang juru kunci makam di Desa Cakru itu melayang.

“Awalnya saya ke sawah itu memang niat bekerja ke sawah, nyari rumput,” ujar Tohit. Namun saat hendak berangkat ke sawah, ia justru melihat Sukari tengah duduk santai di teras rumahnya. “Saat itu saya memanggil Sukari, sampai tiga kali. Lalu dia menoleh ke saya sambil membusungkan badan, jadi saya pegel (Marah.Red), langsung mbacok,” sambung Tohit.

Setelah menghabisi nyawa korban, Tohit menyesal. Namun, penyesalan itu bukan lantaran ia telah menganiaya korban hingga tewas. “Menyesal yah menyesal pak, saya sudah minta maaf, saya meninggalkan anak, karena anak saya masih kecil-kecil,” aku Tohit.

Pria yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai pembuat bata dan pencari rumput itu memang memiliki anak, akunya masih kecil. Namun nasi sudah menjadi bubur, penyesalan Tohit meskipun harus meninggalkan keluarga dan anaknya, ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Atas perbuatannya itu, kini pelaku terancam kurungan penjara minimal 12 tahun sampai seumur hidup,” pungkas Kapolsek Kencong AKP Adri Santoso.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyesalan memang datang belakangan. Begitupula yang terjadi pada Tohit, usai membacok Sukari, yang tak lain kawan karibnya sendiri, di Dusun Krajan Desa Cakru Kecamatan Kencong. Korban adalah juru kunci makam di Desa Cakru, Kencong.

Berdasarkan penuturan pelaku di Mapolsek Kencong Selasa siang (9/3), Tohit membeberkan bahwa ia menyesal telah membuat nyawa sang juru kunci makam di Desa Cakru itu melayang.

“Awalnya saya ke sawah itu memang niat bekerja ke sawah, nyari rumput,” ujar Tohit. Namun saat hendak berangkat ke sawah, ia justru melihat Sukari tengah duduk santai di teras rumahnya. “Saat itu saya memanggil Sukari, sampai tiga kali. Lalu dia menoleh ke saya sambil membusungkan badan, jadi saya pegel (Marah.Red), langsung mbacok,” sambung Tohit.

Setelah menghabisi nyawa korban, Tohit menyesal. Namun, penyesalan itu bukan lantaran ia telah menganiaya korban hingga tewas. “Menyesal yah menyesal pak, saya sudah minta maaf, saya meninggalkan anak, karena anak saya masih kecil-kecil,” aku Tohit.

Pria yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai pembuat bata dan pencari rumput itu memang memiliki anak, akunya masih kecil. Namun nasi sudah menjadi bubur, penyesalan Tohit meskipun harus meninggalkan keluarga dan anaknya, ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Atas perbuatannya itu, kini pelaku terancam kurungan penjara minimal 12 tahun sampai seumur hidup,” pungkas Kapolsek Kencong AKP Adri Santoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/