alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Abai Dampak Sosial dan Lingkungan

Aktivitas Tambak Diprotes Warga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas tambak yang beroperasi di sekitar wilayah pantai selatan, tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, mulai disorot oleh warga setempat. Mereka menilai, kegiatan pertambakan selama ini membawa banyak ketimpangan. Salah satunya soal tenaga kerja sampai limbah tambak.

Atas dasar itu, sejumlah warga mendatangi Kantor Desa Kepanjen, Gumukmas. Mereka wadul dan berdiskusi pada jajaran Muspika Gumukmas serta perwakilan dari pengelola tambak.

Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Kepanjen Mukhlas membeberkan, berdasar laporan warga dan investigasi, pihaknya mengakui bahwa tambak milik perorangan dan perusahaan itu kurang dikelola secara profesional. Buktinya, limbah tambak langsung dibuang ke laut tanpa diolah lagi melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Kami melihat sendiri langsung dibuang ke sungai, tidak ada IPAL,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, terkait perizinan pun dipertanyakan. Sebab, wilayah pesisir pantai seharusnya ditanam pohon untuk perlindungan saat laut pasang. Namun, justru yang ada sebaliknya. “Silakan lanjut, tapi terkait perizinan, juga perlu menjadi tanggung jawab,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas tambak yang beroperasi di sekitar wilayah pantai selatan, tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, mulai disorot oleh warga setempat. Mereka menilai, kegiatan pertambakan selama ini membawa banyak ketimpangan. Salah satunya soal tenaga kerja sampai limbah tambak.

Atas dasar itu, sejumlah warga mendatangi Kantor Desa Kepanjen, Gumukmas. Mereka wadul dan berdiskusi pada jajaran Muspika Gumukmas serta perwakilan dari pengelola tambak.

Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Kepanjen Mukhlas membeberkan, berdasar laporan warga dan investigasi, pihaknya mengakui bahwa tambak milik perorangan dan perusahaan itu kurang dikelola secara profesional. Buktinya, limbah tambak langsung dibuang ke laut tanpa diolah lagi melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Kami melihat sendiri langsung dibuang ke sungai, tidak ada IPAL,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, terkait perizinan pun dipertanyakan. Sebab, wilayah pesisir pantai seharusnya ditanam pohon untuk perlindungan saat laut pasang. Namun, justru yang ada sebaliknya. “Silakan lanjut, tapi terkait perizinan, juga perlu menjadi tanggung jawab,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas tambak yang beroperasi di sekitar wilayah pantai selatan, tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, mulai disorot oleh warga setempat. Mereka menilai, kegiatan pertambakan selama ini membawa banyak ketimpangan. Salah satunya soal tenaga kerja sampai limbah tambak.

Atas dasar itu, sejumlah warga mendatangi Kantor Desa Kepanjen, Gumukmas. Mereka wadul dan berdiskusi pada jajaran Muspika Gumukmas serta perwakilan dari pengelola tambak.

Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Kepanjen Mukhlas membeberkan, berdasar laporan warga dan investigasi, pihaknya mengakui bahwa tambak milik perorangan dan perusahaan itu kurang dikelola secara profesional. Buktinya, limbah tambak langsung dibuang ke laut tanpa diolah lagi melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Kami melihat sendiri langsung dibuang ke sungai, tidak ada IPAL,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, terkait perizinan pun dipertanyakan. Sebab, wilayah pesisir pantai seharusnya ditanam pohon untuk perlindungan saat laut pasang. Namun, justru yang ada sebaliknya. “Silakan lanjut, tapi terkait perizinan, juga perlu menjadi tanggung jawab,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/