alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Jasad Pemancing Pantai Payangan Jember Ditemukan, Kondisinya Mengenaskan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah beberapa hari pencarian, jasad seorang pemancing yang hilang tersapu ombak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (6/7) sore lalu, akhirnya ditemukan, Jumat (8/7) malam. Saat ditemukan, kondisi jenazah korban cukup mengenaskan. Sebagian besar kulitnya mengelupas, serta bola mata kanan hilang.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf menjelaskan, jenazah korban ditemukan di sekitaran Bukit Wedus Pantai Payangan, tak jauh dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. Jasad korban kali pertama diketahui oleh nelayan lokal ketika sedang mencari ikan. “Jumat malam, sekitar pukul 21.00, saksi melihat benda terapung. Setelah didekati ternyata sesosok mayat,” katanya, Sabtu (9/7) pagi.

Selanjutnya, saksi melaporkan peristiwa ini ke Tim SAR Lokal Rimba Laut. Bersama Basarnas, Satpol Air, serta Brandal Alas Rescue, mereka bersama-sama mendatangi lokasi yang disebut oleh saksi. Setelah ditemukan, tim SAR gabungan kemudian membawa jenazah korban ke Puskesmas Ambulu untuk dilakukan visum. “Sekitar pukul 01.40 dini hari, jenazah tiba di Puskesmas Ambulu. Pihak keluarga korban juga turut mendampingi,” ungkap Ma’ruf.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Ini Kronologi Hilangnya Pemancing di Pantai Payangan Jember

Mantan Kapolsek Jenggawah ini menambahkan, setelah keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Syamsul Arifin, pemancing asal Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, (berdasarkan KTP tercatat sebagai warga Dusun Kandangrejo, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Red), pihak keluarga lantas membuat surat pernyataan menolak autopsi. Mereka menerima jika peristiwa ini adalah musibah.

“Satu jam kemudian atau sekitar pukul 02.45, keluarga korban membawa jenazah ke rumah duka menggunakan ambulance milik Puskesmas Ambulu,” jelasnya.

Awalnya, alamat rumah korban sempat simpang siur. Ada yang menyebut Sukorejo, Bangsalsari, serta Desa Sukoreno, Umbulsari. Ternyata, korban memang tinggal di Desa Sukorejo, setelah berpisah dengan istrinya yang tinggal di Desa Sukoreno. Sehingga alamat yang tertera dalam KTP-nya adalah warga Desa Sukoreno. “Jenazah dibawa ke Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Bangsalsari,” pungkas perwira polisi yang pernah menjabat Kapolsek Jombang tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah beberapa hari pencarian, jasad seorang pemancing yang hilang tersapu ombak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (6/7) sore lalu, akhirnya ditemukan, Jumat (8/7) malam. Saat ditemukan, kondisi jenazah korban cukup mengenaskan. Sebagian besar kulitnya mengelupas, serta bola mata kanan hilang.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf menjelaskan, jenazah korban ditemukan di sekitaran Bukit Wedus Pantai Payangan, tak jauh dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. Jasad korban kali pertama diketahui oleh nelayan lokal ketika sedang mencari ikan. “Jumat malam, sekitar pukul 21.00, saksi melihat benda terapung. Setelah didekati ternyata sesosok mayat,” katanya, Sabtu (9/7) pagi.

Selanjutnya, saksi melaporkan peristiwa ini ke Tim SAR Lokal Rimba Laut. Bersama Basarnas, Satpol Air, serta Brandal Alas Rescue, mereka bersama-sama mendatangi lokasi yang disebut oleh saksi. Setelah ditemukan, tim SAR gabungan kemudian membawa jenazah korban ke Puskesmas Ambulu untuk dilakukan visum. “Sekitar pukul 01.40 dini hari, jenazah tiba di Puskesmas Ambulu. Pihak keluarga korban juga turut mendampingi,” ungkap Ma’ruf.

BACA JUGA: Ini Kronologi Hilangnya Pemancing di Pantai Payangan Jember

Mantan Kapolsek Jenggawah ini menambahkan, setelah keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Syamsul Arifin, pemancing asal Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, (berdasarkan KTP tercatat sebagai warga Dusun Kandangrejo, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Red), pihak keluarga lantas membuat surat pernyataan menolak autopsi. Mereka menerima jika peristiwa ini adalah musibah.

“Satu jam kemudian atau sekitar pukul 02.45, keluarga korban membawa jenazah ke rumah duka menggunakan ambulance milik Puskesmas Ambulu,” jelasnya.

Awalnya, alamat rumah korban sempat simpang siur. Ada yang menyebut Sukorejo, Bangsalsari, serta Desa Sukoreno, Umbulsari. Ternyata, korban memang tinggal di Desa Sukorejo, setelah berpisah dengan istrinya yang tinggal di Desa Sukoreno. Sehingga alamat yang tertera dalam KTP-nya adalah warga Desa Sukoreno. “Jenazah dibawa ke Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Bangsalsari,” pungkas perwira polisi yang pernah menjabat Kapolsek Jombang tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah beberapa hari pencarian, jasad seorang pemancing yang hilang tersapu ombak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (6/7) sore lalu, akhirnya ditemukan, Jumat (8/7) malam. Saat ditemukan, kondisi jenazah korban cukup mengenaskan. Sebagian besar kulitnya mengelupas, serta bola mata kanan hilang.

Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf menjelaskan, jenazah korban ditemukan di sekitaran Bukit Wedus Pantai Payangan, tak jauh dari lokasi awal korban dinyatakan hilang. Jasad korban kali pertama diketahui oleh nelayan lokal ketika sedang mencari ikan. “Jumat malam, sekitar pukul 21.00, saksi melihat benda terapung. Setelah didekati ternyata sesosok mayat,” katanya, Sabtu (9/7) pagi.

Selanjutnya, saksi melaporkan peristiwa ini ke Tim SAR Lokal Rimba Laut. Bersama Basarnas, Satpol Air, serta Brandal Alas Rescue, mereka bersama-sama mendatangi lokasi yang disebut oleh saksi. Setelah ditemukan, tim SAR gabungan kemudian membawa jenazah korban ke Puskesmas Ambulu untuk dilakukan visum. “Sekitar pukul 01.40 dini hari, jenazah tiba di Puskesmas Ambulu. Pihak keluarga korban juga turut mendampingi,” ungkap Ma’ruf.

BACA JUGA: Ini Kronologi Hilangnya Pemancing di Pantai Payangan Jember

Mantan Kapolsek Jenggawah ini menambahkan, setelah keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Syamsul Arifin, pemancing asal Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, (berdasarkan KTP tercatat sebagai warga Dusun Kandangrejo, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Red), pihak keluarga lantas membuat surat pernyataan menolak autopsi. Mereka menerima jika peristiwa ini adalah musibah.

“Satu jam kemudian atau sekitar pukul 02.45, keluarga korban membawa jenazah ke rumah duka menggunakan ambulance milik Puskesmas Ambulu,” jelasnya.

Awalnya, alamat rumah korban sempat simpang siur. Ada yang menyebut Sukorejo, Bangsalsari, serta Desa Sukoreno, Umbulsari. Ternyata, korban memang tinggal di Desa Sukorejo, setelah berpisah dengan istrinya yang tinggal di Desa Sukoreno. Sehingga alamat yang tertera dalam KTP-nya adalah warga Desa Sukoreno. “Jenazah dibawa ke Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Bangsalsari,” pungkas perwira polisi yang pernah menjabat Kapolsek Jombang tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/