alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kejahatan Korupsi Pasar Balung Mulai Diadili

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang kasus dugaan korupsi Pasar Balung Kulon, Kecamatan Balung, kemarin (8/3). Sidang perdana tersebut menghadirkan terdakwa Dedy Sucipto dan Junaedy.

Kedua terdakwa diadili sesuai peran masing-masing. Dedy Sucipto didakwa karena berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek pembangunan atau renovasi pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sementara itu, Junaedy merupakan Direktur PT Anugerah Mitra Kinasih (AMK), yang menjadi penggarap pekerjaan renov pasar tersebut.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember Totok Walidi, diuraikan bahwa renovasi pasar didanai APBD Jember dengan besaran anggaran senilai Rp 7 miliar.

Mobile_AP_Rectangle 2

JPU menyebut, terdakwa Dedy Sucipto bersama-sama dengan saksi Junaedy (dalam penuntutan dalam berkas perkara terpisah) terlibat dalam pekerjaan fisik konstruksi Pasar Balung Kulon tahun anggaran 2019, pada tanggal 29 Oktober 2019 sampai dengan 31 Desember 2019.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan, secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” bunyi petikan surat dakwaan, dalam dakwaan primer yang dibacakan JPU Totok Walidi.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang kasus dugaan korupsi Pasar Balung Kulon, Kecamatan Balung, kemarin (8/3). Sidang perdana tersebut menghadirkan terdakwa Dedy Sucipto dan Junaedy.

Kedua terdakwa diadili sesuai peran masing-masing. Dedy Sucipto didakwa karena berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek pembangunan atau renovasi pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sementara itu, Junaedy merupakan Direktur PT Anugerah Mitra Kinasih (AMK), yang menjadi penggarap pekerjaan renov pasar tersebut.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember Totok Walidi, diuraikan bahwa renovasi pasar didanai APBD Jember dengan besaran anggaran senilai Rp 7 miliar.

JPU menyebut, terdakwa Dedy Sucipto bersama-sama dengan saksi Junaedy (dalam penuntutan dalam berkas perkara terpisah) terlibat dalam pekerjaan fisik konstruksi Pasar Balung Kulon tahun anggaran 2019, pada tanggal 29 Oktober 2019 sampai dengan 31 Desember 2019.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan, secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” bunyi petikan surat dakwaan, dalam dakwaan primer yang dibacakan JPU Totok Walidi.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang kasus dugaan korupsi Pasar Balung Kulon, Kecamatan Balung, kemarin (8/3). Sidang perdana tersebut menghadirkan terdakwa Dedy Sucipto dan Junaedy.

Kedua terdakwa diadili sesuai peran masing-masing. Dedy Sucipto didakwa karena berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek pembangunan atau renovasi pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sementara itu, Junaedy merupakan Direktur PT Anugerah Mitra Kinasih (AMK), yang menjadi penggarap pekerjaan renov pasar tersebut.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jember Totok Walidi, diuraikan bahwa renovasi pasar didanai APBD Jember dengan besaran anggaran senilai Rp 7 miliar.

JPU menyebut, terdakwa Dedy Sucipto bersama-sama dengan saksi Junaedy (dalam penuntutan dalam berkas perkara terpisah) terlibat dalam pekerjaan fisik konstruksi Pasar Balung Kulon tahun anggaran 2019, pada tanggal 29 Oktober 2019 sampai dengan 31 Desember 2019.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan, secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” bunyi petikan surat dakwaan, dalam dakwaan primer yang dibacakan JPU Totok Walidi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/