alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Perangkat Kendaraan Harus Kembali Standar

Motor Modifikasi yang Terjaring Balap Liar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski sudah berkali-kali dilakukan razia, tak sedikit pengendara balap liar yang kapok melakukan aksi membahayakan diri maupun masyarakat ini. Bahkan, mereka tak ragu kucing-kucingan dengan petugas. Seperti pengendara balap liar yang ditertibkan di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates.

Nah, jika sudah terjaring, seluruh sepeda motor menjadi barang bukti yang disita petugas. Untuk mengambilnya kembali, kondisi spare part motor harus dikembalikan sesuai standarnya. Selain itu, juga harus menunjukkan surat-surat kendaraan sesuai dengan kendaraan yang diamankan.

Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Hariyanto H Manurung menuturkan, pemilik kendaraan dalam kondisi tidak standar atau protolan harus bisa mengembalikan kondisi motornya sesuai dengan aslinya. “Karena rata-rata motor yang terjaring dalam kondisi protolan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena itu, tak heran jika kawasan penyimpanan barang bukti Satlantas Polres Jember seakan-akan beralih fungsi menjadi bengkel. Pemilik sepeda motor yang siap mengganti spare part kendaraannya mulai berdatangan ke lokasi tersebut. “Kemudian, pengendara yang masih berada di bawah umur juga harus didampingi orang tuanya,” kata Jimmy.

Sementara itu, Ruslan, salah satu orang tua dari pengendara motor yang terjaring razia, mengatakan, sebenarnya dia sudah melarang motornya untuk dipreteli. Selain motor yang disita, dia mengaku di rumahnya ada tiga model velg lengkap dengan bannya. “Tetapi karena pengaruh temannya yang sering membawa motor protolan, jadi sudah ikut-ikutan,” kata warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski sudah berkali-kali dilakukan razia, tak sedikit pengendara balap liar yang kapok melakukan aksi membahayakan diri maupun masyarakat ini. Bahkan, mereka tak ragu kucing-kucingan dengan petugas. Seperti pengendara balap liar yang ditertibkan di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates.

Nah, jika sudah terjaring, seluruh sepeda motor menjadi barang bukti yang disita petugas. Untuk mengambilnya kembali, kondisi spare part motor harus dikembalikan sesuai standarnya. Selain itu, juga harus menunjukkan surat-surat kendaraan sesuai dengan kendaraan yang diamankan.

Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Hariyanto H Manurung menuturkan, pemilik kendaraan dalam kondisi tidak standar atau protolan harus bisa mengembalikan kondisi motornya sesuai dengan aslinya. “Karena rata-rata motor yang terjaring dalam kondisi protolan,” imbuhnya.

Karena itu, tak heran jika kawasan penyimpanan barang bukti Satlantas Polres Jember seakan-akan beralih fungsi menjadi bengkel. Pemilik sepeda motor yang siap mengganti spare part kendaraannya mulai berdatangan ke lokasi tersebut. “Kemudian, pengendara yang masih berada di bawah umur juga harus didampingi orang tuanya,” kata Jimmy.

Sementara itu, Ruslan, salah satu orang tua dari pengendara motor yang terjaring razia, mengatakan, sebenarnya dia sudah melarang motornya untuk dipreteli. Selain motor yang disita, dia mengaku di rumahnya ada tiga model velg lengkap dengan bannya. “Tetapi karena pengaruh temannya yang sering membawa motor protolan, jadi sudah ikut-ikutan,” kata warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski sudah berkali-kali dilakukan razia, tak sedikit pengendara balap liar yang kapok melakukan aksi membahayakan diri maupun masyarakat ini. Bahkan, mereka tak ragu kucing-kucingan dengan petugas. Seperti pengendara balap liar yang ditertibkan di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates.

Nah, jika sudah terjaring, seluruh sepeda motor menjadi barang bukti yang disita petugas. Untuk mengambilnya kembali, kondisi spare part motor harus dikembalikan sesuai standarnya. Selain itu, juga harus menunjukkan surat-surat kendaraan sesuai dengan kendaraan yang diamankan.

Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Hariyanto H Manurung menuturkan, pemilik kendaraan dalam kondisi tidak standar atau protolan harus bisa mengembalikan kondisi motornya sesuai dengan aslinya. “Karena rata-rata motor yang terjaring dalam kondisi protolan,” imbuhnya.

Karena itu, tak heran jika kawasan penyimpanan barang bukti Satlantas Polres Jember seakan-akan beralih fungsi menjadi bengkel. Pemilik sepeda motor yang siap mengganti spare part kendaraannya mulai berdatangan ke lokasi tersebut. “Kemudian, pengendara yang masih berada di bawah umur juga harus didampingi orang tuanya,” kata Jimmy.

Sementara itu, Ruslan, salah satu orang tua dari pengendara motor yang terjaring razia, mengatakan, sebenarnya dia sudah melarang motornya untuk dipreteli. Selain motor yang disita, dia mengaku di rumahnya ada tiga model velg lengkap dengan bannya. “Tetapi karena pengaruh temannya yang sering membawa motor protolan, jadi sudah ikut-ikutan,” kata warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/