alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tersisa Satu Tersangka Lagi

Kejaksaan Tangkap Terduga Korupsi Pasar Manggisan Jilid II

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akhirnya menangkap Hadi Sakti, tersangka korupsi Pasar Manggisan Jilid II, kemarin (8/2). Setelah menjalani pemeriksaan, Kuasa Direktur PT Ditaputri Waranawa, pemenang tender revitalisasi Pasar Manggisan tersebut, digelandang ke Lapas Jember untuk menjalani penahanan. Kini, kejaksaan memiliki satu pekerjaan rumah lagi yang harus segera dituntaskan. Sebab, masih ada satu tersangka yang statusnya buron.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono menyatakan, Hadi Sakti alias HS sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka, beberapa waktu lalu. Namun, saat dipanggil sebagai saksi, dia tidak datang menghadap penyidik kejaksaan. Sehingga, sejak kemarin sekitar pukul 10.00, setelah tersangka datang ke kejaksaan, Hadi Sakti langsung menjalani pemeriksaan hingga pukul 17.00. Ketika keluar, dia sudah mengenakan rompi merah muda dengan tangan terborgol.

Setyo menjelaskan, peran Hadi Sakti adalah sebagai Kuasa Direktur PT Ditaputri Waranawa. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya yang diawali oleh keterangan Edhi Sandi, tersangka sebelumnya, pada 15 September 2020 lalu. “Alat bukti HS adalah dokumen, saksi-saksi yang berkaitan. Salah satunya adalah hasil putusan pengadilan Edhi Sandi,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, selain Hadi Sakti, sebenarnya ada tersangka lagi dari pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan tersebut, yaitu Agus Salim, Direktur PT Ditaputri Waranawa. Kejaksaan juga sudah memanggil Agus Salim sampai tiga kali, namun tidak pernah hadir. Karena dia tinggal di Jakarta Timur, maka Kejari Jember berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejari Jakarta Timur. Hasilnya, Agus Salim dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron. “Kami akan bersinergi dengan instansi terkait, termasuk melakukan pencekalan terhadap DPO Agus Salim,” jelasnya.

Sebenarnya, penetapan Hadi Sakti dan Agus Salim sebagai tersangka ini telah dilakukan kejaksaan pada awal Januari lalu. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, penetapan dua tersangka itu adalah keputusan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Rabu 6 Januari 2021.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akhirnya menangkap Hadi Sakti, tersangka korupsi Pasar Manggisan Jilid II, kemarin (8/2). Setelah menjalani pemeriksaan, Kuasa Direktur PT Ditaputri Waranawa, pemenang tender revitalisasi Pasar Manggisan tersebut, digelandang ke Lapas Jember untuk menjalani penahanan. Kini, kejaksaan memiliki satu pekerjaan rumah lagi yang harus segera dituntaskan. Sebab, masih ada satu tersangka yang statusnya buron.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono menyatakan, Hadi Sakti alias HS sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka, beberapa waktu lalu. Namun, saat dipanggil sebagai saksi, dia tidak datang menghadap penyidik kejaksaan. Sehingga, sejak kemarin sekitar pukul 10.00, setelah tersangka datang ke kejaksaan, Hadi Sakti langsung menjalani pemeriksaan hingga pukul 17.00. Ketika keluar, dia sudah mengenakan rompi merah muda dengan tangan terborgol.

Setyo menjelaskan, peran Hadi Sakti adalah sebagai Kuasa Direktur PT Ditaputri Waranawa. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya yang diawali oleh keterangan Edhi Sandi, tersangka sebelumnya, pada 15 September 2020 lalu. “Alat bukti HS adalah dokumen, saksi-saksi yang berkaitan. Salah satunya adalah hasil putusan pengadilan Edhi Sandi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, selain Hadi Sakti, sebenarnya ada tersangka lagi dari pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan tersebut, yaitu Agus Salim, Direktur PT Ditaputri Waranawa. Kejaksaan juga sudah memanggil Agus Salim sampai tiga kali, namun tidak pernah hadir. Karena dia tinggal di Jakarta Timur, maka Kejari Jember berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejari Jakarta Timur. Hasilnya, Agus Salim dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron. “Kami akan bersinergi dengan instansi terkait, termasuk melakukan pencekalan terhadap DPO Agus Salim,” jelasnya.

Sebenarnya, penetapan Hadi Sakti dan Agus Salim sebagai tersangka ini telah dilakukan kejaksaan pada awal Januari lalu. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, penetapan dua tersangka itu adalah keputusan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Rabu 6 Januari 2021.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akhirnya menangkap Hadi Sakti, tersangka korupsi Pasar Manggisan Jilid II, kemarin (8/2). Setelah menjalani pemeriksaan, Kuasa Direktur PT Ditaputri Waranawa, pemenang tender revitalisasi Pasar Manggisan tersebut, digelandang ke Lapas Jember untuk menjalani penahanan. Kini, kejaksaan memiliki satu pekerjaan rumah lagi yang harus segera dituntaskan. Sebab, masih ada satu tersangka yang statusnya buron.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono menyatakan, Hadi Sakti alias HS sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka, beberapa waktu lalu. Namun, saat dipanggil sebagai saksi, dia tidak datang menghadap penyidik kejaksaan. Sehingga, sejak kemarin sekitar pukul 10.00, setelah tersangka datang ke kejaksaan, Hadi Sakti langsung menjalani pemeriksaan hingga pukul 17.00. Ketika keluar, dia sudah mengenakan rompi merah muda dengan tangan terborgol.

Setyo menjelaskan, peran Hadi Sakti adalah sebagai Kuasa Direktur PT Ditaputri Waranawa. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya yang diawali oleh keterangan Edhi Sandi, tersangka sebelumnya, pada 15 September 2020 lalu. “Alat bukti HS adalah dokumen, saksi-saksi yang berkaitan. Salah satunya adalah hasil putusan pengadilan Edhi Sandi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, selain Hadi Sakti, sebenarnya ada tersangka lagi dari pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan tersebut, yaitu Agus Salim, Direktur PT Ditaputri Waranawa. Kejaksaan juga sudah memanggil Agus Salim sampai tiga kali, namun tidak pernah hadir. Karena dia tinggal di Jakarta Timur, maka Kejari Jember berkoordinasi dengan Kasi Intel Kejari Jakarta Timur. Hasilnya, Agus Salim dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron. “Kami akan bersinergi dengan instansi terkait, termasuk melakukan pencekalan terhadap DPO Agus Salim,” jelasnya.

Sebenarnya, penetapan Hadi Sakti dan Agus Salim sebagai tersangka ini telah dilakukan kejaksaan pada awal Januari lalu. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, penetapan dua tersangka itu adalah keputusan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Rabu 6 Januari 2021.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/