22.5 C
Jember
Saturday, 3 June 2023

Tips Sehat Ala Warga Isoman

Jangan Panik dan Saling menguatkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bendera merah yang tertancap di pagar rumah Susi Kristiandari sore itu berkibar dengan kencang saat tersapu angin. Sementara itu, stiker penanda bahwa dirinya sedang menjalani isolasi mandiri  terpampang jelas di dinding depan rumahnya. Dari luar pagar, gelak tawa Susi bersama anak-anaknya terdengar kencang. Bahkan, tak tergambar bahwa mereka sedang sakit dan menjalani isolasi mandiri.

Meski begitu, wanita yang berusia 47 tahun tersebut menerangkan bahwa pihaknya tak semudah itu dalam membangun situasi. Apalagi, banyak stigma negatif terkait dengan Covid-19 di lingkungan masyarakat. “Awalnya, saya dulu yang kena,” lanjutnya. Jelas, hal itu menjadi beban yang sangat berat. Kali pertama mengetahui dirinya terpapar, Susi sangat terpukul. Belum lagi, dia terbayang-bayang hal-hal buruk terkait dengan pandemi Covid-19

Setelah menjalani isolasi mandiri selama tiga hari, warga di Perumahan Mastrip, Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, itu ketiga anaknya juga ikut terpapar Covid-19. Selang beberapa hari kemudian, ganti suaminya yang terpapar. “Saat ini, saya sudah isoman selama 20 hari, sedangkan suami saya sudah 12 hari,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini, dia tengah menjalani masa pemulihan bersama dengan ketiga anak dan suaminya. Meski begitu, dia bersyukur atas beberapa hal. Yang pertama, kekocakan ketiga anaknya yang menjadi semangat tersendiri. Dengan begitu, dia tidak merasa kesepian. Mengingat, hal itu malah bisa menjernihkan diri sehingga meningkatkan imunitas.

Kedua, dia beruntung memiliki tetangga yang perhatian. “Bahkan, mereka kerap menyapa dan mengingatkan kami untuk berjemur,” terangnya. Selain itu, sejumlah warga juga tak ragu-ragu untuk datang dan memberikan makanan. Dua hal itu yang hingga kini menjadi motivasi Susi beserta keluarganya supaya lekas sehat.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa ada hal yang tak kalah penting. Yakni, mampu memotivasi diri sendiri. Seperti kita tahu, ada banyak orang yang menghindar, menyalahkan, bahkan menggunjing di belakang. Namun, masih ada banyak juga yang menyokong, memberi semangat, dan mendoakan agar lekas sembuh. Namun, dia memaparkan bahwa semua itu bergantung diri sendiri. Yaitu, dengan mampu memotivasi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang kuat. Terlebih, dalam menyaring mana yang baik dan tidak.

“Karena itu, kita harus kuat. Harus semangat! Pokoknya harus semangat,” tegasnya memberikan pesan untuk orang lain. Meski tertutup masker, senyumnya merekah memberikan semangat untuk warga lain yang sedang berjuang melawan Covid-19. Harapannya, semoga keluarganya lekas sembuh. Begitu juga untuk seluruh warga Jember yang tengah menjalani isoman.cov

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bendera merah yang tertancap di pagar rumah Susi Kristiandari sore itu berkibar dengan kencang saat tersapu angin. Sementara itu, stiker penanda bahwa dirinya sedang menjalani isolasi mandiri  terpampang jelas di dinding depan rumahnya. Dari luar pagar, gelak tawa Susi bersama anak-anaknya terdengar kencang. Bahkan, tak tergambar bahwa mereka sedang sakit dan menjalani isolasi mandiri.

Meski begitu, wanita yang berusia 47 tahun tersebut menerangkan bahwa pihaknya tak semudah itu dalam membangun situasi. Apalagi, banyak stigma negatif terkait dengan Covid-19 di lingkungan masyarakat. “Awalnya, saya dulu yang kena,” lanjutnya. Jelas, hal itu menjadi beban yang sangat berat. Kali pertama mengetahui dirinya terpapar, Susi sangat terpukul. Belum lagi, dia terbayang-bayang hal-hal buruk terkait dengan pandemi Covid-19

Setelah menjalani isolasi mandiri selama tiga hari, warga di Perumahan Mastrip, Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, itu ketiga anaknya juga ikut terpapar Covid-19. Selang beberapa hari kemudian, ganti suaminya yang terpapar. “Saat ini, saya sudah isoman selama 20 hari, sedangkan suami saya sudah 12 hari,” ungkapnya.

Kini, dia tengah menjalani masa pemulihan bersama dengan ketiga anak dan suaminya. Meski begitu, dia bersyukur atas beberapa hal. Yang pertama, kekocakan ketiga anaknya yang menjadi semangat tersendiri. Dengan begitu, dia tidak merasa kesepian. Mengingat, hal itu malah bisa menjernihkan diri sehingga meningkatkan imunitas.

Kedua, dia beruntung memiliki tetangga yang perhatian. “Bahkan, mereka kerap menyapa dan mengingatkan kami untuk berjemur,” terangnya. Selain itu, sejumlah warga juga tak ragu-ragu untuk datang dan memberikan makanan. Dua hal itu yang hingga kini menjadi motivasi Susi beserta keluarganya supaya lekas sehat.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa ada hal yang tak kalah penting. Yakni, mampu memotivasi diri sendiri. Seperti kita tahu, ada banyak orang yang menghindar, menyalahkan, bahkan menggunjing di belakang. Namun, masih ada banyak juga yang menyokong, memberi semangat, dan mendoakan agar lekas sembuh. Namun, dia memaparkan bahwa semua itu bergantung diri sendiri. Yaitu, dengan mampu memotivasi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang kuat. Terlebih, dalam menyaring mana yang baik dan tidak.

“Karena itu, kita harus kuat. Harus semangat! Pokoknya harus semangat,” tegasnya memberikan pesan untuk orang lain. Meski tertutup masker, senyumnya merekah memberikan semangat untuk warga lain yang sedang berjuang melawan Covid-19. Harapannya, semoga keluarganya lekas sembuh. Begitu juga untuk seluruh warga Jember yang tengah menjalani isoman.cov

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bendera merah yang tertancap di pagar rumah Susi Kristiandari sore itu berkibar dengan kencang saat tersapu angin. Sementara itu, stiker penanda bahwa dirinya sedang menjalani isolasi mandiri  terpampang jelas di dinding depan rumahnya. Dari luar pagar, gelak tawa Susi bersama anak-anaknya terdengar kencang. Bahkan, tak tergambar bahwa mereka sedang sakit dan menjalani isolasi mandiri.

Meski begitu, wanita yang berusia 47 tahun tersebut menerangkan bahwa pihaknya tak semudah itu dalam membangun situasi. Apalagi, banyak stigma negatif terkait dengan Covid-19 di lingkungan masyarakat. “Awalnya, saya dulu yang kena,” lanjutnya. Jelas, hal itu menjadi beban yang sangat berat. Kali pertama mengetahui dirinya terpapar, Susi sangat terpukul. Belum lagi, dia terbayang-bayang hal-hal buruk terkait dengan pandemi Covid-19

Setelah menjalani isolasi mandiri selama tiga hari, warga di Perumahan Mastrip, Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, itu ketiga anaknya juga ikut terpapar Covid-19. Selang beberapa hari kemudian, ganti suaminya yang terpapar. “Saat ini, saya sudah isoman selama 20 hari, sedangkan suami saya sudah 12 hari,” ungkapnya.

Kini, dia tengah menjalani masa pemulihan bersama dengan ketiga anak dan suaminya. Meski begitu, dia bersyukur atas beberapa hal. Yang pertama, kekocakan ketiga anaknya yang menjadi semangat tersendiri. Dengan begitu, dia tidak merasa kesepian. Mengingat, hal itu malah bisa menjernihkan diri sehingga meningkatkan imunitas.

Kedua, dia beruntung memiliki tetangga yang perhatian. “Bahkan, mereka kerap menyapa dan mengingatkan kami untuk berjemur,” terangnya. Selain itu, sejumlah warga juga tak ragu-ragu untuk datang dan memberikan makanan. Dua hal itu yang hingga kini menjadi motivasi Susi beserta keluarganya supaya lekas sehat.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa ada hal yang tak kalah penting. Yakni, mampu memotivasi diri sendiri. Seperti kita tahu, ada banyak orang yang menghindar, menyalahkan, bahkan menggunjing di belakang. Namun, masih ada banyak juga yang menyokong, memberi semangat, dan mendoakan agar lekas sembuh. Namun, dia memaparkan bahwa semua itu bergantung diri sendiri. Yaitu, dengan mampu memotivasi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang kuat. Terlebih, dalam menyaring mana yang baik dan tidak.

“Karena itu, kita harus kuat. Harus semangat! Pokoknya harus semangat,” tegasnya memberikan pesan untuk orang lain. Meski tertutup masker, senyumnya merekah memberikan semangat untuk warga lain yang sedang berjuang melawan Covid-19. Harapannya, semoga keluarganya lekas sembuh. Begitu juga untuk seluruh warga Jember yang tengah menjalani isoman.cov

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Isnein Purnomo

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca