alexametrics
30.8 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Terdakwa Provokator Medsos Jalani Sidang Saksi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Tak bisa mengontrol jari tangan untuk mengetik sesuatu di media sosial bisa menjadi malapetaka. Hasutan atau provokasi di media sosial pun bisa berujung meja hijau.

BACA JUGA : Siapkan Ribuan Desa Jadi Percontohan Anti Korupsi

Seperti lanjutan agenda sidang pemeriksaan saksi kasus tindak pidana pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kemarin, di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jember. Terdakwa Nafiul Faizin mengikuti jalannya sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam sidang kemarin, ada lima orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jember. Terdakwa diduga menjadi provokator aksi bentrok salah satu perguruan silat di Jember melalui media sosial.

Hasutan dari media sosial itulah yang membuat antarperguruan silat nyaris bentrok. Berawal dari perlakuan tersebut, terdakwa terseret ke meja hijau karena diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang ITE tentang Penghasutan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Tak bisa mengontrol jari tangan untuk mengetik sesuatu di media sosial bisa menjadi malapetaka. Hasutan atau provokasi di media sosial pun bisa berujung meja hijau.

BACA JUGA : Siapkan Ribuan Desa Jadi Percontohan Anti Korupsi

Seperti lanjutan agenda sidang pemeriksaan saksi kasus tindak pidana pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kemarin, di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jember. Terdakwa Nafiul Faizin mengikuti jalannya sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Dalam sidang kemarin, ada lima orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jember. Terdakwa diduga menjadi provokator aksi bentrok salah satu perguruan silat di Jember melalui media sosial.

Hasutan dari media sosial itulah yang membuat antarperguruan silat nyaris bentrok. Berawal dari perlakuan tersebut, terdakwa terseret ke meja hijau karena diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang ITE tentang Penghasutan.

SUMBERSARI, Radar Jember – Tak bisa mengontrol jari tangan untuk mengetik sesuatu di media sosial bisa menjadi malapetaka. Hasutan atau provokasi di media sosial pun bisa berujung meja hijau.

BACA JUGA : Siapkan Ribuan Desa Jadi Percontohan Anti Korupsi

Seperti lanjutan agenda sidang pemeriksaan saksi kasus tindak pidana pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kemarin, di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jember. Terdakwa Nafiul Faizin mengikuti jalannya sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Dalam sidang kemarin, ada lima orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jember. Terdakwa diduga menjadi provokator aksi bentrok salah satu perguruan silat di Jember melalui media sosial.

Hasutan dari media sosial itulah yang membuat antarperguruan silat nyaris bentrok. Berawal dari perlakuan tersebut, terdakwa terseret ke meja hijau karena diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang ITE tentang Penghasutan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/