alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Polisi dan Perhutani Tutup Lubang Tambang di Kesilir

Amankan Dua Motor Milik Penambang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID — Maraknya aksi penambangan liar batu mangan di Gunung Manggar, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan langsung direspon tim gabungan. Petugas gabungan Polisi, Perhutani yang ada di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glundengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wuluhan. Aksi penutupan dipimpin Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arief dan Asper Wuluhan Yoyok.

Selain anggota Polsek, tokoh masyarakat, LMDH, serta mandor BKPH Wuluhan juga dilibatkan untuk melakukan penutupan lubang tambang dan memasang papan himbauan, Kamis (7/5). Ada beberapa papan larangan agar tidak ada penambangan liar lagi dikawasan hutan milik Perhutani.

Papan yang dipasang ditulisi “Dilarang Menambang Dikawasan Hutan”, “Awas Bahaya, Lubang Sudah Diberi Solar, Telur Busuk, Pembakaran Ban Bekas dan Pecahan Kaca”. Papan himbauan dipasang di tiga titik yang ada di petak 13A,14 A dan 14 B. Selain itu papan juga dipasang di pintu masuk kawasan Perhutani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bukan hanya petugas dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga diikuti warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan yang sudah resah dengan penambangan liar tersebut. Karena akibat penambangan, petani juga dirugikan saat terjadi banjir.
Batu dan galian tanah yang dinaikkan keatas, ikut terbawa banjir saat terjadi hujan. Tanah dan batu akan masuk ke saluran irigasi dan merusak tanaman yang ada disekitar gunung manggar. Sehingga aksi secara gabungan ini juga diikuti warga terutama dari Desa Kesilir.

Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arif mengatakan, pihaknya bersama Perhutani dan warga serta tokoh masyarakat langsung menutup bekas galian. Saat petugas naik di tiga petak tersebut ada dua motor yang diamankan. “Ada ada barang bukti batu hasil tambang yang siap diangkut,” kata Kapolsek.

Kegiatan ini juga atas perintah dari ADM Perhutani, karena masih ada yang melakukan penambangan.
Berarti di lokasi tambang dikawasan Perhutani ini benar benar masih ada kegiatan penambangan. “Di lokasi kita langsung melakukan penutupan dengan menggunakan batu dan tanah yang ada di pinggir lubang. Selain menutup lubang, petugas juga merusak tenda yang terpasang dari terpal dengan cara dibakar,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID — Maraknya aksi penambangan liar batu mangan di Gunung Manggar, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan langsung direspon tim gabungan. Petugas gabungan Polisi, Perhutani yang ada di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glundengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wuluhan. Aksi penutupan dipimpin Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arief dan Asper Wuluhan Yoyok.

Selain anggota Polsek, tokoh masyarakat, LMDH, serta mandor BKPH Wuluhan juga dilibatkan untuk melakukan penutupan lubang tambang dan memasang papan himbauan, Kamis (7/5). Ada beberapa papan larangan agar tidak ada penambangan liar lagi dikawasan hutan milik Perhutani.

Papan yang dipasang ditulisi “Dilarang Menambang Dikawasan Hutan”, “Awas Bahaya, Lubang Sudah Diberi Solar, Telur Busuk, Pembakaran Ban Bekas dan Pecahan Kaca”. Papan himbauan dipasang di tiga titik yang ada di petak 13A,14 A dan 14 B. Selain itu papan juga dipasang di pintu masuk kawasan Perhutani.

Bukan hanya petugas dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga diikuti warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan yang sudah resah dengan penambangan liar tersebut. Karena akibat penambangan, petani juga dirugikan saat terjadi banjir.
Batu dan galian tanah yang dinaikkan keatas, ikut terbawa banjir saat terjadi hujan. Tanah dan batu akan masuk ke saluran irigasi dan merusak tanaman yang ada disekitar gunung manggar. Sehingga aksi secara gabungan ini juga diikuti warga terutama dari Desa Kesilir.

Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arif mengatakan, pihaknya bersama Perhutani dan warga serta tokoh masyarakat langsung menutup bekas galian. Saat petugas naik di tiga petak tersebut ada dua motor yang diamankan. “Ada ada barang bukti batu hasil tambang yang siap diangkut,” kata Kapolsek.

Kegiatan ini juga atas perintah dari ADM Perhutani, karena masih ada yang melakukan penambangan.
Berarti di lokasi tambang dikawasan Perhutani ini benar benar masih ada kegiatan penambangan. “Di lokasi kita langsung melakukan penutupan dengan menggunakan batu dan tanah yang ada di pinggir lubang. Selain menutup lubang, petugas juga merusak tenda yang terpasang dari terpal dengan cara dibakar,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID — Maraknya aksi penambangan liar batu mangan di Gunung Manggar, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan langsung direspon tim gabungan. Petugas gabungan Polisi, Perhutani yang ada di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Glundengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wuluhan. Aksi penutupan dipimpin Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arief dan Asper Wuluhan Yoyok.

Selain anggota Polsek, tokoh masyarakat, LMDH, serta mandor BKPH Wuluhan juga dilibatkan untuk melakukan penutupan lubang tambang dan memasang papan himbauan, Kamis (7/5). Ada beberapa papan larangan agar tidak ada penambangan liar lagi dikawasan hutan milik Perhutani.

Papan yang dipasang ditulisi “Dilarang Menambang Dikawasan Hutan”, “Awas Bahaya, Lubang Sudah Diberi Solar, Telur Busuk, Pembakaran Ban Bekas dan Pecahan Kaca”. Papan himbauan dipasang di tiga titik yang ada di petak 13A,14 A dan 14 B. Selain itu papan juga dipasang di pintu masuk kawasan Perhutani.

Bukan hanya petugas dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga diikuti warga Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan yang sudah resah dengan penambangan liar tersebut. Karena akibat penambangan, petani juga dirugikan saat terjadi banjir.
Batu dan galian tanah yang dinaikkan keatas, ikut terbawa banjir saat terjadi hujan. Tanah dan batu akan masuk ke saluran irigasi dan merusak tanaman yang ada disekitar gunung manggar. Sehingga aksi secara gabungan ini juga diikuti warga terutama dari Desa Kesilir.

Kapolsek Wuluhan IPTU Solekhan Arif mengatakan, pihaknya bersama Perhutani dan warga serta tokoh masyarakat langsung menutup bekas galian. Saat petugas naik di tiga petak tersebut ada dua motor yang diamankan. “Ada ada barang bukti batu hasil tambang yang siap diangkut,” kata Kapolsek.

Kegiatan ini juga atas perintah dari ADM Perhutani, karena masih ada yang melakukan penambangan.
Berarti di lokasi tambang dikawasan Perhutani ini benar benar masih ada kegiatan penambangan. “Di lokasi kita langsung melakukan penutupan dengan menggunakan batu dan tanah yang ada di pinggir lubang. Selain menutup lubang, petugas juga merusak tenda yang terpasang dari terpal dengan cara dibakar,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/