alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Gagal Tingkat Paguyuban, Malah Sabet Empat Juara di Level Jatim

Sempat gagal mengikuti seleksi duta lalu lintas (lalin) tingkat paguyuban, tak membuat Mohammad Akbar Ahmed menyerah. Rupanya, upayanya itu membuat hasil. Bahkan, pada kompetisi tingkat provinsi, dia menyabet empat juara sekaligus. Bagaimana perjalanannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Ingatan Akbar seolah kembali ke momen mendebarkan itu. Seketika matanya berkaca-kaca ketika mengingat nama timnya dipanggil saat menjadi juara umum Duta Lalin Jawa Timur 2020, Desember lalu. Bahkan, Akbar seperti tak percaya jika timnya memenangkan gelar bergengsi tersebut. Bersama rekan satu timnya, dia juga menyabet gelar bergengsi lain. Yakni, Juara II Duta Lalin Jawa Timur 2020, juara busana terbaik putra, dan juara busana terbaik putri.

Berbicara mengenai perjuangan tentu bukan hal yang mudah. Hal tersebut diutarakan pria kelahiran Januari 2001 itu kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. Ada lika-liku yang dia alami selama berproses hingga dinyatakan sebagai pemenang duta lalin.

Pria yang tergabung dalam Paguyuban Duta Wisata Jember itu sebelumnya mengikuti seleksi calon duta wisata yang bakal diberangkatkan ke tingkat Jawa Timur secara internal. Namun, berdasarkan penilaian di tingkat paguyuban, dia gagal dan masih kalah jika dibandingkan dengan para pesaingnya. “Setelah proses pemilihan panjang, ternyata saya masih belum mendapat rezeki,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu, yang sangat dicita-citakan terasa sirna. Sebab, masih di tingkat paguyuban saja sudah gagal, apalagi mencapai provinsi. Semangatnya sempat menciut. Akbar pun pasrah dan ingin melupakan hasil yang tidak memuaskan tersebut. Titik balik terjadi ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Matanya terperanjat saat ketua paguyuban meneleponnya. Entah karena alasan apa, dia diberi mandat langsung dari ketua paguyuban untuk menjadi wakil Duta Lalin Tingkat Jatim.

Semangat bergerak maju seketika membara kembali. Atas bantuan beberapa pihak, dia mulai belajar terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan lalu lintas. Mulai dari rambu-rambu, angka kecelakaan, hingga proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM). “Soalnya, saat itu, pemahaman saya tentang itu memang lemah,” terangnya.

Belum lagi, dirinya juga memikirkan bagaimana harus sempurna ketika berkompetisi. “Ke sana kemari mencari dukungan untuk baju, bikin program kerja, dan latihan public speaking,” katanya. Di waktu yang tidak banyak tersebut, dia juga dipusingkan lantaran harus membagi waktu dengan pekerjaan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Ingatan Akbar seolah kembali ke momen mendebarkan itu. Seketika matanya berkaca-kaca ketika mengingat nama timnya dipanggil saat menjadi juara umum Duta Lalin Jawa Timur 2020, Desember lalu. Bahkan, Akbar seperti tak percaya jika timnya memenangkan gelar bergengsi tersebut. Bersama rekan satu timnya, dia juga menyabet gelar bergengsi lain. Yakni, Juara II Duta Lalin Jawa Timur 2020, juara busana terbaik putra, dan juara busana terbaik putri.

Berbicara mengenai perjuangan tentu bukan hal yang mudah. Hal tersebut diutarakan pria kelahiran Januari 2001 itu kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. Ada lika-liku yang dia alami selama berproses hingga dinyatakan sebagai pemenang duta lalin.

Pria yang tergabung dalam Paguyuban Duta Wisata Jember itu sebelumnya mengikuti seleksi calon duta wisata yang bakal diberangkatkan ke tingkat Jawa Timur secara internal. Namun, berdasarkan penilaian di tingkat paguyuban, dia gagal dan masih kalah jika dibandingkan dengan para pesaingnya. “Setelah proses pemilihan panjang, ternyata saya masih belum mendapat rezeki,” ungkapnya.

Saat itu, yang sangat dicita-citakan terasa sirna. Sebab, masih di tingkat paguyuban saja sudah gagal, apalagi mencapai provinsi. Semangatnya sempat menciut. Akbar pun pasrah dan ingin melupakan hasil yang tidak memuaskan tersebut. Titik balik terjadi ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Matanya terperanjat saat ketua paguyuban meneleponnya. Entah karena alasan apa, dia diberi mandat langsung dari ketua paguyuban untuk menjadi wakil Duta Lalin Tingkat Jatim.

Semangat bergerak maju seketika membara kembali. Atas bantuan beberapa pihak, dia mulai belajar terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan lalu lintas. Mulai dari rambu-rambu, angka kecelakaan, hingga proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM). “Soalnya, saat itu, pemahaman saya tentang itu memang lemah,” terangnya.

Belum lagi, dirinya juga memikirkan bagaimana harus sempurna ketika berkompetisi. “Ke sana kemari mencari dukungan untuk baju, bikin program kerja, dan latihan public speaking,” katanya. Di waktu yang tidak banyak tersebut, dia juga dipusingkan lantaran harus membagi waktu dengan pekerjaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID  – Ingatan Akbar seolah kembali ke momen mendebarkan itu. Seketika matanya berkaca-kaca ketika mengingat nama timnya dipanggil saat menjadi juara umum Duta Lalin Jawa Timur 2020, Desember lalu. Bahkan, Akbar seperti tak percaya jika timnya memenangkan gelar bergengsi tersebut. Bersama rekan satu timnya, dia juga menyabet gelar bergengsi lain. Yakni, Juara II Duta Lalin Jawa Timur 2020, juara busana terbaik putra, dan juara busana terbaik putri.

Berbicara mengenai perjuangan tentu bukan hal yang mudah. Hal tersebut diutarakan pria kelahiran Januari 2001 itu kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. Ada lika-liku yang dia alami selama berproses hingga dinyatakan sebagai pemenang duta lalin.

Pria yang tergabung dalam Paguyuban Duta Wisata Jember itu sebelumnya mengikuti seleksi calon duta wisata yang bakal diberangkatkan ke tingkat Jawa Timur secara internal. Namun, berdasarkan penilaian di tingkat paguyuban, dia gagal dan masih kalah jika dibandingkan dengan para pesaingnya. “Setelah proses pemilihan panjang, ternyata saya masih belum mendapat rezeki,” ungkapnya.

Saat itu, yang sangat dicita-citakan terasa sirna. Sebab, masih di tingkat paguyuban saja sudah gagal, apalagi mencapai provinsi. Semangatnya sempat menciut. Akbar pun pasrah dan ingin melupakan hasil yang tidak memuaskan tersebut. Titik balik terjadi ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Matanya terperanjat saat ketua paguyuban meneleponnya. Entah karena alasan apa, dia diberi mandat langsung dari ketua paguyuban untuk menjadi wakil Duta Lalin Tingkat Jatim.

Semangat bergerak maju seketika membara kembali. Atas bantuan beberapa pihak, dia mulai belajar terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan lalu lintas. Mulai dari rambu-rambu, angka kecelakaan, hingga proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM). “Soalnya, saat itu, pemahaman saya tentang itu memang lemah,” terangnya.

Belum lagi, dirinya juga memikirkan bagaimana harus sempurna ketika berkompetisi. “Ke sana kemari mencari dukungan untuk baju, bikin program kerja, dan latihan public speaking,” katanya. Di waktu yang tidak banyak tersebut, dia juga dipusingkan lantaran harus membagi waktu dengan pekerjaan.

Previous article
Next articleDakwah melalui Motivasi dan Terapi

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/