alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Dikira Roboh, Ternyata Dicuri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga batang pohon jenis sonokeling yang tergeletak di sawah, pinggir jalan Desa Ampel dengan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, itu seakan-akan hanyalah gelondongan pohon yang roboh diterpa angin atau hujan deras. Namun, ternyata ini adalah ulah para pencuri kayu yang sengaja membuang pohon berukuran cukup besar tersebut.

Parahnya lagi, pohon ini entah mengapa ambruk begitu saja di lahan persawahan milik Junaedi, 50, warga Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Akibatnya, meskipun bukan miliknya, tetapi potongan kayu sonokeling yang roboh itu menimpa tanaman jagung yang baru dua pekan ditanam.

“Yang sangat dirugikan ya saya. Tanaman jagung rusak akibat tertimpa pohon yang dicuri. Juga masih harus memotong hingga bersih. Mau dibiarkan nanti tanaman jagung akan mati. Dibersihkan harus mengeluarkan biaya untuk tenaga,” kata Junaedi, sambil melihat tanaman jagung yang tertimpa pohon.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya baru mengetahui jika ada pohon roboh ke sawah dari informasi warga setempat. Junaedi sempat curiga, karena tidak ada angin kencang yang melanda kawasan tersebut. Setelah diteliti lebih lanjut, diketahui kayu ini merupakan kayu curian. Hal ini tampak dari bekas potongan rapi di bagian bawah pohonnya.

Kuat dugaan, pelaku beraksi sekitar Rabu (5/5) dini hari. Sebab, sehari sebelumnya, Selasa (4/5), belum ada kayu yang roboh. “Ini termasuk maling nekat. Mencuri kok cari yang susah ngangkutnya. Namanya juga maling, pokok kelihatan ada barang yang mudah dijual, ya dilakukan,” kata Junaedi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Memang di sepanjang Jalan Desa Ampel hingga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, ada puluhan pohon jenis sonokeling. Pohon dengan jenis ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan utama kerajinan, dan harganya bisa sangat mahal. “Pelaku memotong dengan menggunakan gergaji manual. Bisa jadi, pelakunya lebih dari dua orang,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga batang pohon jenis sonokeling yang tergeletak di sawah, pinggir jalan Desa Ampel dengan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, itu seakan-akan hanyalah gelondongan pohon yang roboh diterpa angin atau hujan deras. Namun, ternyata ini adalah ulah para pencuri kayu yang sengaja membuang pohon berukuran cukup besar tersebut.

Parahnya lagi, pohon ini entah mengapa ambruk begitu saja di lahan persawahan milik Junaedi, 50, warga Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Akibatnya, meskipun bukan miliknya, tetapi potongan kayu sonokeling yang roboh itu menimpa tanaman jagung yang baru dua pekan ditanam.

“Yang sangat dirugikan ya saya. Tanaman jagung rusak akibat tertimpa pohon yang dicuri. Juga masih harus memotong hingga bersih. Mau dibiarkan nanti tanaman jagung akan mati. Dibersihkan harus mengeluarkan biaya untuk tenaga,” kata Junaedi, sambil melihat tanaman jagung yang tertimpa pohon.

Dirinya baru mengetahui jika ada pohon roboh ke sawah dari informasi warga setempat. Junaedi sempat curiga, karena tidak ada angin kencang yang melanda kawasan tersebut. Setelah diteliti lebih lanjut, diketahui kayu ini merupakan kayu curian. Hal ini tampak dari bekas potongan rapi di bagian bawah pohonnya.

Kuat dugaan, pelaku beraksi sekitar Rabu (5/5) dini hari. Sebab, sehari sebelumnya, Selasa (4/5), belum ada kayu yang roboh. “Ini termasuk maling nekat. Mencuri kok cari yang susah ngangkutnya. Namanya juga maling, pokok kelihatan ada barang yang mudah dijual, ya dilakukan,” kata Junaedi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Memang di sepanjang Jalan Desa Ampel hingga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, ada puluhan pohon jenis sonokeling. Pohon dengan jenis ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan utama kerajinan, dan harganya bisa sangat mahal. “Pelaku memotong dengan menggunakan gergaji manual. Bisa jadi, pelakunya lebih dari dua orang,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tiga batang pohon jenis sonokeling yang tergeletak di sawah, pinggir jalan Desa Ampel dengan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, itu seakan-akan hanyalah gelondongan pohon yang roboh diterpa angin atau hujan deras. Namun, ternyata ini adalah ulah para pencuri kayu yang sengaja membuang pohon berukuran cukup besar tersebut.

Parahnya lagi, pohon ini entah mengapa ambruk begitu saja di lahan persawahan milik Junaedi, 50, warga Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan. Akibatnya, meskipun bukan miliknya, tetapi potongan kayu sonokeling yang roboh itu menimpa tanaman jagung yang baru dua pekan ditanam.

“Yang sangat dirugikan ya saya. Tanaman jagung rusak akibat tertimpa pohon yang dicuri. Juga masih harus memotong hingga bersih. Mau dibiarkan nanti tanaman jagung akan mati. Dibersihkan harus mengeluarkan biaya untuk tenaga,” kata Junaedi, sambil melihat tanaman jagung yang tertimpa pohon.

Dirinya baru mengetahui jika ada pohon roboh ke sawah dari informasi warga setempat. Junaedi sempat curiga, karena tidak ada angin kencang yang melanda kawasan tersebut. Setelah diteliti lebih lanjut, diketahui kayu ini merupakan kayu curian. Hal ini tampak dari bekas potongan rapi di bagian bawah pohonnya.

Kuat dugaan, pelaku beraksi sekitar Rabu (5/5) dini hari. Sebab, sehari sebelumnya, Selasa (4/5), belum ada kayu yang roboh. “Ini termasuk maling nekat. Mencuri kok cari yang susah ngangkutnya. Namanya juga maling, pokok kelihatan ada barang yang mudah dijual, ya dilakukan,” kata Junaedi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Memang di sepanjang Jalan Desa Ampel hingga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, ada puluhan pohon jenis sonokeling. Pohon dengan jenis ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan utama kerajinan, dan harganya bisa sangat mahal. “Pelaku memotong dengan menggunakan gergaji manual. Bisa jadi, pelakunya lebih dari dua orang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca