alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Asmara Jadi Motif Pembunuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib malang menimpa Sukari, 37, juru kunci makam Dam Tanggal. Warga Dusun Krajan, Desa Cakru, Kecamatan Kencong, itu harus meregang nyawa di tangan kawannya sendiri. Saat tengah mengobrol santai bersama keluarga di teras rumahnya, tiba-tiba Tauhid, kawannya sesama penjaga makam, datang dan melayangkan celurit ke tubuh korban hingga tersungkur.

Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu pagi (7/3) itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih, diketahui korban dan pelaku ternyata adalah kawan karib. “Bapak tadi sedang duduk, ngobrol bersama ibu saya. Lalu, Cak Tauhid datang bawa celurit dan membacok kepala bapak, hingga terjatuh,” ungkap Salman Alfarisi, 18, anak korban. Pembacokan itu bahkan berlangsung sampai empat kali.

Begitu mengetahui peristiwa tersebut, warga setempat langsung berdatangan menolong korban dan mengamankan pelaku. Saat itu korban sempat dilarikan ke Puskesmas Desa Cakru. Namun, karena terlalu banyak kehilangan darah, nyawa Sukari tidak bisa tertolong.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga Minggu siang (7/3), kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Yakni sebuah celurit yang digunakan pelaku menghabisi korban.

Saat diperiksa, pembacokan pelaku justru didasari motif persoalan asmara. “Sudah enam tahun istri saya mengaku lama merajut cinta dengan Sukari, teman akrab saya. Sakit hati saya,” beber Tauhid, saat diperiksa petugas, Minggu (7/3).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib malang menimpa Sukari, 37, juru kunci makam Dam Tanggal. Warga Dusun Krajan, Desa Cakru, Kecamatan Kencong, itu harus meregang nyawa di tangan kawannya sendiri. Saat tengah mengobrol santai bersama keluarga di teras rumahnya, tiba-tiba Tauhid, kawannya sesama penjaga makam, datang dan melayangkan celurit ke tubuh korban hingga tersungkur.

Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu pagi (7/3) itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih, diketahui korban dan pelaku ternyata adalah kawan karib. “Bapak tadi sedang duduk, ngobrol bersama ibu saya. Lalu, Cak Tauhid datang bawa celurit dan membacok kepala bapak, hingga terjatuh,” ungkap Salman Alfarisi, 18, anak korban. Pembacokan itu bahkan berlangsung sampai empat kali.

Begitu mengetahui peristiwa tersebut, warga setempat langsung berdatangan menolong korban dan mengamankan pelaku. Saat itu korban sempat dilarikan ke Puskesmas Desa Cakru. Namun, karena terlalu banyak kehilangan darah, nyawa Sukari tidak bisa tertolong.

Hingga Minggu siang (7/3), kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Yakni sebuah celurit yang digunakan pelaku menghabisi korban.

Saat diperiksa, pembacokan pelaku justru didasari motif persoalan asmara. “Sudah enam tahun istri saya mengaku lama merajut cinta dengan Sukari, teman akrab saya. Sakit hati saya,” beber Tauhid, saat diperiksa petugas, Minggu (7/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib malang menimpa Sukari, 37, juru kunci makam Dam Tanggal. Warga Dusun Krajan, Desa Cakru, Kecamatan Kencong, itu harus meregang nyawa di tangan kawannya sendiri. Saat tengah mengobrol santai bersama keluarga di teras rumahnya, tiba-tiba Tauhid, kawannya sesama penjaga makam, datang dan melayangkan celurit ke tubuh korban hingga tersungkur.

Peristiwa berdarah yang terjadi Minggu pagi (7/3) itu sontak membuat geger warga setempat. Terlebih, diketahui korban dan pelaku ternyata adalah kawan karib. “Bapak tadi sedang duduk, ngobrol bersama ibu saya. Lalu, Cak Tauhid datang bawa celurit dan membacok kepala bapak, hingga terjatuh,” ungkap Salman Alfarisi, 18, anak korban. Pembacokan itu bahkan berlangsung sampai empat kali.

Begitu mengetahui peristiwa tersebut, warga setempat langsung berdatangan menolong korban dan mengamankan pelaku. Saat itu korban sempat dilarikan ke Puskesmas Desa Cakru. Namun, karena terlalu banyak kehilangan darah, nyawa Sukari tidak bisa tertolong.

Hingga Minggu siang (7/3), kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut dan telah mengamankan pelaku beserta barang buktinya. Yakni sebuah celurit yang digunakan pelaku menghabisi korban.

Saat diperiksa, pembacokan pelaku justru didasari motif persoalan asmara. “Sudah enam tahun istri saya mengaku lama merajut cinta dengan Sukari, teman akrab saya. Sakit hati saya,” beber Tauhid, saat diperiksa petugas, Minggu (7/3).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/