alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pemilik Rumah Waswas Ambrol Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah terjadinya banjir bandang, Kamis (20/1) lalu, perasaan waswas masih dialami para pemilik rumah di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Bukan hanya aliran Sungai Petung yang berubah membentuk aliran baru yang mendekati rumah penduduk. Empat pemilik rumah yang kondisi rusak parah juga khawatir banjir susulan akan terjadi. Terlebih lagi beberapa hari terakhir ini intensitas hujan masih cukup tinggi.

Seperti diketahui, kondisi air Sungai Petung masih terlihat deras. Apalagi saat terjadi hujan cukup deras di bagian hulu. Air sungai itu bercampur lumpur dan terkadang membawa material batu berukuran besar. Haris, 45, salah satu pemilik rumah, mengaku khawatir rumahnya akan semakin parah seusai terjadinya banjir bandang. Apalagi posisinya berada di bagian hulu, sehingga kekhawatiran itu menjadi-jadi saat ada hujan.

Meskipun dilakukan pengerukan di sungai yang tertutup material batu, aliran sungai baru masih saja besar. “Saya berharap, meskipun sudah dilakukan normalisasi sungai yang tertutup batu dan pasir, aliran sungai baru juga dipasang bronjong. Karena, kalau hanya sungai yang dikeruk terus aliran baru itu dibiarkan, nantinya juga akan dilewati saat terjadi banjir,” kata Haris.

Mobile_AP_Rectangle 2

Aliran sungai baru itu juga segaris lurus dengan sungai yang di bagian hulu. Bahkan banyak pohon yang ada di bagian utara rumah juga ambrol dan hanyut. “Padahal empat rumah yang rusak parah di bagian dapur dan kamar belakang itu sudah jauh dari sungai. Jarak rumah warga dengan sungai sudah jauh. Sekitar 30 meteran,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah terjadinya banjir bandang, Kamis (20/1) lalu, perasaan waswas masih dialami para pemilik rumah di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Bukan hanya aliran Sungai Petung yang berubah membentuk aliran baru yang mendekati rumah penduduk. Empat pemilik rumah yang kondisi rusak parah juga khawatir banjir susulan akan terjadi. Terlebih lagi beberapa hari terakhir ini intensitas hujan masih cukup tinggi.

Seperti diketahui, kondisi air Sungai Petung masih terlihat deras. Apalagi saat terjadi hujan cukup deras di bagian hulu. Air sungai itu bercampur lumpur dan terkadang membawa material batu berukuran besar. Haris, 45, salah satu pemilik rumah, mengaku khawatir rumahnya akan semakin parah seusai terjadinya banjir bandang. Apalagi posisinya berada di bagian hulu, sehingga kekhawatiran itu menjadi-jadi saat ada hujan.

Meskipun dilakukan pengerukan di sungai yang tertutup material batu, aliran sungai baru masih saja besar. “Saya berharap, meskipun sudah dilakukan normalisasi sungai yang tertutup batu dan pasir, aliran sungai baru juga dipasang bronjong. Karena, kalau hanya sungai yang dikeruk terus aliran baru itu dibiarkan, nantinya juga akan dilewati saat terjadi banjir,” kata Haris.

Aliran sungai baru itu juga segaris lurus dengan sungai yang di bagian hulu. Bahkan banyak pohon yang ada di bagian utara rumah juga ambrol dan hanyut. “Padahal empat rumah yang rusak parah di bagian dapur dan kamar belakang itu sudah jauh dari sungai. Jarak rumah warga dengan sungai sudah jauh. Sekitar 30 meteran,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah terjadinya banjir bandang, Kamis (20/1) lalu, perasaan waswas masih dialami para pemilik rumah di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Bukan hanya aliran Sungai Petung yang berubah membentuk aliran baru yang mendekati rumah penduduk. Empat pemilik rumah yang kondisi rusak parah juga khawatir banjir susulan akan terjadi. Terlebih lagi beberapa hari terakhir ini intensitas hujan masih cukup tinggi.

Seperti diketahui, kondisi air Sungai Petung masih terlihat deras. Apalagi saat terjadi hujan cukup deras di bagian hulu. Air sungai itu bercampur lumpur dan terkadang membawa material batu berukuran besar. Haris, 45, salah satu pemilik rumah, mengaku khawatir rumahnya akan semakin parah seusai terjadinya banjir bandang. Apalagi posisinya berada di bagian hulu, sehingga kekhawatiran itu menjadi-jadi saat ada hujan.

Meskipun dilakukan pengerukan di sungai yang tertutup material batu, aliran sungai baru masih saja besar. “Saya berharap, meskipun sudah dilakukan normalisasi sungai yang tertutup batu dan pasir, aliran sungai baru juga dipasang bronjong. Karena, kalau hanya sungai yang dikeruk terus aliran baru itu dibiarkan, nantinya juga akan dilewati saat terjadi banjir,” kata Haris.

Aliran sungai baru itu juga segaris lurus dengan sungai yang di bagian hulu. Bahkan banyak pohon yang ada di bagian utara rumah juga ambrol dan hanyut. “Padahal empat rumah yang rusak parah di bagian dapur dan kamar belakang itu sudah jauh dari sungai. Jarak rumah warga dengan sungai sudah jauh. Sekitar 30 meteran,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/