alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Mantan Kades Glundengan Kasus Sabu, Kini Diadili karena Adu Sound System

Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes di Glundengan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Hal itu sepertinya yang dirasakan Heri Hariyanto, kepala desa (kades) nonaktif di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Setelah jabatannya sebagai kades diberhentikan karena kasus kepemilikan sabu-sabu, kini dia kembali berhadapan dengan hukum lantaran diduga melanggar protokol kesehatan (prokes), yaitu adu nyaring sound system pada Mei 2021 lalu.

Sidang kasus pelanggaran prokes adu nyaring sound system atau battle sound ini dilangsungkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin. Terdakwa Heri Hariyanto mengikutinya secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Pada saat sidang digelar, Heri tampak menundukkan pandangan sambil mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa dengan saksama. “Menuntut terdakwa Heri Hariyanto dengan pidana lima bulan penjara,” bunyi petikan tuntutan yang dibacakan Adik Sri Sumiarsih, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jaksa menilai perbuatan terdakwa yang menimbulkan kerumunan telah menyalahi Pasal 93 jo Pasal 9 Ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Heri juga diduga melanggar Pasal 14 UU RI Nomor 4 Tahun 1994 tentang Wabah Penyakit Menular.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Hal itu sepertinya yang dirasakan Heri Hariyanto, kepala desa (kades) nonaktif di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Setelah jabatannya sebagai kades diberhentikan karena kasus kepemilikan sabu-sabu, kini dia kembali berhadapan dengan hukum lantaran diduga melanggar protokol kesehatan (prokes), yaitu adu nyaring sound system pada Mei 2021 lalu.

Sidang kasus pelanggaran prokes adu nyaring sound system atau battle sound ini dilangsungkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin. Terdakwa Heri Hariyanto mengikutinya secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Pada saat sidang digelar, Heri tampak menundukkan pandangan sambil mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa dengan saksama. “Menuntut terdakwa Heri Hariyanto dengan pidana lima bulan penjara,” bunyi petikan tuntutan yang dibacakan Adik Sri Sumiarsih, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa yang menimbulkan kerumunan telah menyalahi Pasal 93 jo Pasal 9 Ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Heri juga diduga melanggar Pasal 14 UU RI Nomor 4 Tahun 1994 tentang Wabah Penyakit Menular.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Hal itu sepertinya yang dirasakan Heri Hariyanto, kepala desa (kades) nonaktif di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Setelah jabatannya sebagai kades diberhentikan karena kasus kepemilikan sabu-sabu, kini dia kembali berhadapan dengan hukum lantaran diduga melanggar protokol kesehatan (prokes), yaitu adu nyaring sound system pada Mei 2021 lalu.

Sidang kasus pelanggaran prokes adu nyaring sound system atau battle sound ini dilangsungkan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin. Terdakwa Heri Hariyanto mengikutinya secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Pada saat sidang digelar, Heri tampak menundukkan pandangan sambil mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa dengan saksama. “Menuntut terdakwa Heri Hariyanto dengan pidana lima bulan penjara,” bunyi petikan tuntutan yang dibacakan Adik Sri Sumiarsih, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa yang menimbulkan kerumunan telah menyalahi Pasal 93 jo Pasal 9 Ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Heri juga diduga melanggar Pasal 14 UU RI Nomor 4 Tahun 1994 tentang Wabah Penyakit Menular.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/