alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Ini Dia Dalang Dibalik Kerusuhan Desa Silo !

- Polisi Tetapkan 9 Tersangka dan Puluhan DPO - Warga Masih Diselimuti Kekhawatiran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rentetan kerusuhan di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo perlahan mulai terungkap.Hal itu setelah kepolisian dari Polres Jember mengamankan 15 orang warga yang diduga berkaitan dengan tragedi pembakaran rumah dan perusakan kendaraan saat itu. Sembilan orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dan enam orang lainnya sebagai saksi.

Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Dalam keterangan terbuka ke awak media di Mapolres Jember kemarin, polisi menguraikan beberapa fakta-fakta penting.Mulai dari tragedi pertama terjadi pada tanggal 3 Juli 2022, para tersangka membakar sejumlah rumah dan kendaraan milik warga Dusun Patungrejo dan Dusun Dampitrejo Desa Mulyorejo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian kejadian kedua, pada tanggal 30 Juli 2022, sejumlah tersangka melakukan pembakaran dan pengrusakan kendaraan.Kejadian ketiga, pada tanggal 5 agustus 2022, sejumlah tersangka melakukan pembakaran dan pengrusakan rumah kembali.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sebanyak 15 orang tersebut diketahui mayoritas berasal dari warga Kecamatan Kalibaru Banyuwangi.Tepatnya warga yang memiliki kebun kopi di daerah Desa Mulyorejo.”Mereka mayoritas berasal dari Kalibaru, yang setiap saat mempunyai aktivitas pertanian kopi di TKP tersebut,” katanya, saat memberikan keterangan terbuka ke awak media di Mapolres Jember, kemarin.

Berdasarkan hasil keterangan kepolisian, kerusuhan itu dilatarbelakangi oleh amarah warga Kalibaru terhadap perlakuan warga Desa Mulyorejo.Masyarakat Kalibaru yang mempunyai kebun kopi di Desa Mulyorejo kerap dimintai uang keamanan yang tidak jelas, serta terdapat dugaan pencurian hasil panen kopi.”Motifnya, adanya dugaan pencurian hasil panen kopi milik warga Kalibaru yang berada di Desa Mulyorejo,” kata Hery.

Selain itu, jauh sebelum kerusuhan itu mencuat, warga Kalibaru sempat mendapatkan penganiayaan dari warga Desa Mulyorejo.”Sebelumnya ada petani asal Kalibaru yang juga mendapat penganiayaan dari warga Dusun Patungrejo Desa Mulyorejo,” beber dia.

Dari situ kemudian timbul dendam dari warga Kalibaru.Sehingga berencana untuk membakar rumah pelaku pemungut biaya keamanan dan pelaku penganiayaan terhadap warga Kalibaru tersebut.”Karena amarah tersebut, jadi mereka dengan sengaja melakukan pembakaran tersebut,” tegasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, Polres Jember juga menetapkan salah satu provokator peristiwa tragis tersebut. Yakni seorang pria berinisial J, warga Kalibaru yang ditengarai mendalangi tersangka lain untuk membakar rumah dan kendaraan warga Desa Mulyorejo. “Tersangka kedua inisial S yang melakukan pembakaran, tersangka berikutnya dengan inisial A melakukan pembakaran sepeda motor, tersangka W melakukan pembakaran kios bensin, hal ini juga dilakukan oleh tersangka lainnya,” papar Hery.

BERKEMAS-KEMAS: Warga Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, tengah mengemasi barang dan perabotan rumah untuk dibawa ke tempat aman, siang kemarin.

Polisi juga telah mengamankan berbagai barang bukti.Diantaranya, 3 mobil, 15 motor bekas terbakar, satu parang, satu kapak, dan sisa sisa bangunan yang dibakar.Kemudian dua botol bekas oli Yamaha dan oli Mesran.

Lebih jauh, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota ini berharap, ke depan masyarakat kedua belah pihak tidak terprovokasi sehingga memicu konflik susulan. “Saat ini masyarakat sudah kembali beraktivitas lagi.Kami bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi untuk memberikan keamanan bagi kedua belah pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama menambahkan, sejauh ini kepolisian terus melakukan pendalaman.Sebab masih ada puluhan orang lagi yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polres Jember.”Saat ini masih ada sekitar 30 orang lagi yang menjadi DPO,” jelasnya.

Masih di hari yang sama, ketegangan menyelimuti Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo ini rupanya meninggalkan trauma bagi warga. Takut terjadi aksi pembakaran susulan, mereka mulai mengemasi barang-barang berharga, siang kemarin.Barang-barang itu dibawa turun ke rumah sanak saudara di perkampungan terdekat.“Saya terpaksa mengamankan seluruh barang yang ada di rumah bapak,” aku Rudy, bersama kedua orang tuanya, Abdullah dan Sulima, kemarin.

Mereka mengaku terpaksa mengantisipasi seperti itu mengingat perabotan tersebut merupakan satu-satunya harta benda yang mereka miliki.Mereka juga tidak ingin harta bendanya turut menjadi sasaran aksi brutal berikutnya. Meski barang-barangnya telah dibawa ke tempat lain, namun kedua orang tuanya tetap tinggal bersama warga lain di kampung tersebut. “Jika kondisi benar-benar aman, semua barang ini akan dibawa lagi ke rumah asal,” harapnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian pula, kerusuhan itu dipicu oleh penganiayaan yang dilakukan oleh Ali, warga Pedukuhan Patungrejo terhadap Haji Suhar, warga Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi pada 3 Juli lalu. “Apalagi rumah saya berdempetan dengan rumah Pak Ali,” tambah Abdullah, ditemani istrinya, kemarin.Abdullah juga mengaku trauma dengan aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh sekelompok orang kala itu.Karenanya demi keamanan, mereka mengungsikan sementara perabotan rumah tangganya.

Jurnalis: Jumai, Ahmad Ma’mun RADAR JEMBER
Fotografer: Jumai, Ahmad Ma’mun RADAR JEMBER
Editor: Maulana RADAR JEMBER

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rentetan kerusuhan di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo perlahan mulai terungkap.Hal itu setelah kepolisian dari Polres Jember mengamankan 15 orang warga yang diduga berkaitan dengan tragedi pembakaran rumah dan perusakan kendaraan saat itu. Sembilan orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dan enam orang lainnya sebagai saksi.

Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Dalam keterangan terbuka ke awak media di Mapolres Jember kemarin, polisi menguraikan beberapa fakta-fakta penting.Mulai dari tragedi pertama terjadi pada tanggal 3 Juli 2022, para tersangka membakar sejumlah rumah dan kendaraan milik warga Dusun Patungrejo dan Dusun Dampitrejo Desa Mulyorejo.

Kemudian kejadian kedua, pada tanggal 30 Juli 2022, sejumlah tersangka melakukan pembakaran dan pengrusakan kendaraan.Kejadian ketiga, pada tanggal 5 agustus 2022, sejumlah tersangka melakukan pembakaran dan pengrusakan rumah kembali.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sebanyak 15 orang tersebut diketahui mayoritas berasal dari warga Kecamatan Kalibaru Banyuwangi.Tepatnya warga yang memiliki kebun kopi di daerah Desa Mulyorejo.”Mereka mayoritas berasal dari Kalibaru, yang setiap saat mempunyai aktivitas pertanian kopi di TKP tersebut,” katanya, saat memberikan keterangan terbuka ke awak media di Mapolres Jember, kemarin.

Berdasarkan hasil keterangan kepolisian, kerusuhan itu dilatarbelakangi oleh amarah warga Kalibaru terhadap perlakuan warga Desa Mulyorejo.Masyarakat Kalibaru yang mempunyai kebun kopi di Desa Mulyorejo kerap dimintai uang keamanan yang tidak jelas, serta terdapat dugaan pencurian hasil panen kopi.”Motifnya, adanya dugaan pencurian hasil panen kopi milik warga Kalibaru yang berada di Desa Mulyorejo,” kata Hery.

Selain itu, jauh sebelum kerusuhan itu mencuat, warga Kalibaru sempat mendapatkan penganiayaan dari warga Desa Mulyorejo.”Sebelumnya ada petani asal Kalibaru yang juga mendapat penganiayaan dari warga Dusun Patungrejo Desa Mulyorejo,” beber dia.

Dari situ kemudian timbul dendam dari warga Kalibaru.Sehingga berencana untuk membakar rumah pelaku pemungut biaya keamanan dan pelaku penganiayaan terhadap warga Kalibaru tersebut.”Karena amarah tersebut, jadi mereka dengan sengaja melakukan pembakaran tersebut,” tegasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, Polres Jember juga menetapkan salah satu provokator peristiwa tragis tersebut. Yakni seorang pria berinisial J, warga Kalibaru yang ditengarai mendalangi tersangka lain untuk membakar rumah dan kendaraan warga Desa Mulyorejo. “Tersangka kedua inisial S yang melakukan pembakaran, tersangka berikutnya dengan inisial A melakukan pembakaran sepeda motor, tersangka W melakukan pembakaran kios bensin, hal ini juga dilakukan oleh tersangka lainnya,” papar Hery.

BERKEMAS-KEMAS: Warga Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, tengah mengemasi barang dan perabotan rumah untuk dibawa ke tempat aman, siang kemarin.

Polisi juga telah mengamankan berbagai barang bukti.Diantaranya, 3 mobil, 15 motor bekas terbakar, satu parang, satu kapak, dan sisa sisa bangunan yang dibakar.Kemudian dua botol bekas oli Yamaha dan oli Mesran.

Lebih jauh, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota ini berharap, ke depan masyarakat kedua belah pihak tidak terprovokasi sehingga memicu konflik susulan. “Saat ini masyarakat sudah kembali beraktivitas lagi.Kami bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi untuk memberikan keamanan bagi kedua belah pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama menambahkan, sejauh ini kepolisian terus melakukan pendalaman.Sebab masih ada puluhan orang lagi yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polres Jember.”Saat ini masih ada sekitar 30 orang lagi yang menjadi DPO,” jelasnya.

Masih di hari yang sama, ketegangan menyelimuti Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo ini rupanya meninggalkan trauma bagi warga. Takut terjadi aksi pembakaran susulan, mereka mulai mengemasi barang-barang berharga, siang kemarin.Barang-barang itu dibawa turun ke rumah sanak saudara di perkampungan terdekat.“Saya terpaksa mengamankan seluruh barang yang ada di rumah bapak,” aku Rudy, bersama kedua orang tuanya, Abdullah dan Sulima, kemarin.

Mereka mengaku terpaksa mengantisipasi seperti itu mengingat perabotan tersebut merupakan satu-satunya harta benda yang mereka miliki.Mereka juga tidak ingin harta bendanya turut menjadi sasaran aksi brutal berikutnya. Meski barang-barangnya telah dibawa ke tempat lain, namun kedua orang tuanya tetap tinggal bersama warga lain di kampung tersebut. “Jika kondisi benar-benar aman, semua barang ini akan dibawa lagi ke rumah asal,” harapnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian pula, kerusuhan itu dipicu oleh penganiayaan yang dilakukan oleh Ali, warga Pedukuhan Patungrejo terhadap Haji Suhar, warga Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi pada 3 Juli lalu. “Apalagi rumah saya berdempetan dengan rumah Pak Ali,” tambah Abdullah, ditemani istrinya, kemarin.Abdullah juga mengaku trauma dengan aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh sekelompok orang kala itu.Karenanya demi keamanan, mereka mengungsikan sementara perabotan rumah tangganya.

Jurnalis: Jumai, Ahmad Ma’mun RADAR JEMBER
Fotografer: Jumai, Ahmad Ma’mun RADAR JEMBER
Editor: Maulana RADAR JEMBER

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rentetan kerusuhan di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo perlahan mulai terungkap.Hal itu setelah kepolisian dari Polres Jember mengamankan 15 orang warga yang diduga berkaitan dengan tragedi pembakaran rumah dan perusakan kendaraan saat itu. Sembilan orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dan enam orang lainnya sebagai saksi.

Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Dalam keterangan terbuka ke awak media di Mapolres Jember kemarin, polisi menguraikan beberapa fakta-fakta penting.Mulai dari tragedi pertama terjadi pada tanggal 3 Juli 2022, para tersangka membakar sejumlah rumah dan kendaraan milik warga Dusun Patungrejo dan Dusun Dampitrejo Desa Mulyorejo.

Kemudian kejadian kedua, pada tanggal 30 Juli 2022, sejumlah tersangka melakukan pembakaran dan pengrusakan kendaraan.Kejadian ketiga, pada tanggal 5 agustus 2022, sejumlah tersangka melakukan pembakaran dan pengrusakan rumah kembali.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sebanyak 15 orang tersebut diketahui mayoritas berasal dari warga Kecamatan Kalibaru Banyuwangi.Tepatnya warga yang memiliki kebun kopi di daerah Desa Mulyorejo.”Mereka mayoritas berasal dari Kalibaru, yang setiap saat mempunyai aktivitas pertanian kopi di TKP tersebut,” katanya, saat memberikan keterangan terbuka ke awak media di Mapolres Jember, kemarin.

Berdasarkan hasil keterangan kepolisian, kerusuhan itu dilatarbelakangi oleh amarah warga Kalibaru terhadap perlakuan warga Desa Mulyorejo.Masyarakat Kalibaru yang mempunyai kebun kopi di Desa Mulyorejo kerap dimintai uang keamanan yang tidak jelas, serta terdapat dugaan pencurian hasil panen kopi.”Motifnya, adanya dugaan pencurian hasil panen kopi milik warga Kalibaru yang berada di Desa Mulyorejo,” kata Hery.

Selain itu, jauh sebelum kerusuhan itu mencuat, warga Kalibaru sempat mendapatkan penganiayaan dari warga Desa Mulyorejo.”Sebelumnya ada petani asal Kalibaru yang juga mendapat penganiayaan dari warga Dusun Patungrejo Desa Mulyorejo,” beber dia.

Dari situ kemudian timbul dendam dari warga Kalibaru.Sehingga berencana untuk membakar rumah pelaku pemungut biaya keamanan dan pelaku penganiayaan terhadap warga Kalibaru tersebut.”Karena amarah tersebut, jadi mereka dengan sengaja melakukan pembakaran tersebut,” tegasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, Polres Jember juga menetapkan salah satu provokator peristiwa tragis tersebut. Yakni seorang pria berinisial J, warga Kalibaru yang ditengarai mendalangi tersangka lain untuk membakar rumah dan kendaraan warga Desa Mulyorejo. “Tersangka kedua inisial S yang melakukan pembakaran, tersangka berikutnya dengan inisial A melakukan pembakaran sepeda motor, tersangka W melakukan pembakaran kios bensin, hal ini juga dilakukan oleh tersangka lainnya,” papar Hery.

BERKEMAS-KEMAS: Warga Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, tengah mengemasi barang dan perabotan rumah untuk dibawa ke tempat aman, siang kemarin.

Polisi juga telah mengamankan berbagai barang bukti.Diantaranya, 3 mobil, 15 motor bekas terbakar, satu parang, satu kapak, dan sisa sisa bangunan yang dibakar.Kemudian dua botol bekas oli Yamaha dan oli Mesran.

Lebih jauh, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota ini berharap, ke depan masyarakat kedua belah pihak tidak terprovokasi sehingga memicu konflik susulan. “Saat ini masyarakat sudah kembali beraktivitas lagi.Kami bekerja sama dengan Polresta Banyuwangi untuk memberikan keamanan bagi kedua belah pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama menambahkan, sejauh ini kepolisian terus melakukan pendalaman.Sebab masih ada puluhan orang lagi yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polres Jember.”Saat ini masih ada sekitar 30 orang lagi yang menjadi DPO,” jelasnya.

Masih di hari yang sama, ketegangan menyelimuti Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo ini rupanya meninggalkan trauma bagi warga. Takut terjadi aksi pembakaran susulan, mereka mulai mengemasi barang-barang berharga, siang kemarin.Barang-barang itu dibawa turun ke rumah sanak saudara di perkampungan terdekat.“Saya terpaksa mengamankan seluruh barang yang ada di rumah bapak,” aku Rudy, bersama kedua orang tuanya, Abdullah dan Sulima, kemarin.

Mereka mengaku terpaksa mengantisipasi seperti itu mengingat perabotan tersebut merupakan satu-satunya harta benda yang mereka miliki.Mereka juga tidak ingin harta bendanya turut menjadi sasaran aksi brutal berikutnya. Meski barang-barangnya telah dibawa ke tempat lain, namun kedua orang tuanya tetap tinggal bersama warga lain di kampung tersebut. “Jika kondisi benar-benar aman, semua barang ini akan dibawa lagi ke rumah asal,” harapnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian pula, kerusuhan itu dipicu oleh penganiayaan yang dilakukan oleh Ali, warga Pedukuhan Patungrejo terhadap Haji Suhar, warga Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi pada 3 Juli lalu. “Apalagi rumah saya berdempetan dengan rumah Pak Ali,” tambah Abdullah, ditemani istrinya, kemarin.Abdullah juga mengaku trauma dengan aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh sekelompok orang kala itu.Karenanya demi keamanan, mereka mengungsikan sementara perabotan rumah tangganya.

Jurnalis: Jumai, Ahmad Ma’mun RADAR JEMBER
Fotografer: Jumai, Ahmad Ma’mun RADAR JEMBER
Editor: Maulana RADAR JEMBER

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/